Yoona

Yoona
HARUS BISA MEMULAI


__ADS_3

Satu malam telah Bari lalui. Ica menemaninya penuh perhatian.


Pagi ini, mau gak mau Bari harus tetap berangkat bekerja. Setelah beberapa hari terakhir bari kurang becus dalam menjalankan tugasnya di kantor.


Aku harus mencari Yoona kemana lagi? tanya Bari dalam hati. Bertahun-tahun lamanya Bari berteman baik dengan Yoona, walaupun selama itu mereka sebenarnya tidak bisa dianggap teman akrab. Namun dua tahun terakhir mereka menjadi lebih dekat hingga menjalin hubungan dan sudah pacaran selama satu tahun. Dan benar saja, Bari belum pernah sekalipun diperkenalkan Yoona kepada keluarganya. Bahkan setiap Bari membahas tentang keluarganya, Yoona sering mengalihkan pembicaraan.


Kini Bari tinggal sendiri dengan segala kebingungan yang melekat di kepalanya. Bari sudah meminta tolong kepada pihak kepolisian, namun tetap saja tidak ada hasilnya.


Dalam kehidupannya, baru kali ini Bari menemukan hal semacam ini. Kadang Bari merasa bersalah tapi tidak tahu salahnya dimana, dan kalau saja Yoona di biarkan saja, apakah ini tidak membahayakan Yoona?


Setiap orang yang tinggal di satu kos dengan Yoona bingung dengan kondisi Bari. Polisi juga belum bisa memastikan bahwa Yoona benar-benar hilang atau Yoona hanyalah halusinasi Bari selama ini.

__ADS_1


"Mas, kalau kurang sehat, lebih baik pulang saja istirahat dulu. Jangan dipaksakan mas, bahaya loh" Ucap Rama menyadarkan Bari dari lamunannya.


"Eh, aku gapapa kok mbak. Masih bisa ditahan kok" jawab Bari lemas.


"Yaudah mas, nanti kalau ada apa-apa kabari Rama aja ya mas"


"makasih mbak Rama" Bari berjalan menuju ruang kerjanya meninggalkan Rama yang masih terdiam memandangi wajah Bari dari tadi pagi.


"Mas Bari kenapa ya? Kok akhir-akhir ini kayak kurnag semangat gitu. Terus juga wajahnya berubah loh, kayak lebih tua gitu" Rama mulai perbincangan dengan Lady


Siapa yang gak kenal dengan Rama? Dikantor ini, bahkan karyawan baru beberapa menit saja tau bagaimana sifat Rama. Semua masalah akan jadi topik paling hangat dibibir Rama. Siapa saja yang mau meladeninya berbicara akan terkena imbasnya. Bukan hanya dua kali tiga kali Rama ditegur oleh karyawan lain, bahkan boss di perusahaan ini juga sudah muak dengan sifat Rama yang tidak bisa dikontrolnya.

__ADS_1


Rama memang sangat pintar dalam bersilat lidah, jadi tak akan ada masalah besar baginya ketika dia sudah ditegur oleh orang lain karena perkataannya yang selalu membahas kehidupan orang di sekitarnya.


Rama juga sudah pernah dipermalukan di depan clien yang sedang konsultasi karena membicarakan kehidupan pribadi clien yang pernah dia layani. Bahkan Rama diancam akan di pecat dari perusahaan Rriksi. Namun, Rama bisa bertahan karena pengaruh besar dari kedua orang tuanya membuat Rama tidak bisa dipecat.


Kini, siapapun yang berurusan dengan Rama, lebih baik mencari jalan aman tidak meresponnya daripada mendapat masalah yang lebih serius.


*****


Bari memandangi foto Yoona yang sengaja dia letakkan di meja kerjanya. Bari terlihat lesu dan matanya memerah. Sebentar air matanya menetes tanpa dia sadari tapi langsung dilapnya dengan tisu.


Bari tidak ingin terlihat lemah di depan orang lain. Bari meneguk segelas air putih yang di dia bawa ke ruang kerjanya. Menenangkan pikiran dan mulai menyetel musik di hpnya.

__ADS_1


Bari ingin hari ini dia benar-benar bekerja dengan baik walaupun itu kurang memungkinkan.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2