Yoona

Yoona
ANAK YUNA


__ADS_3

"ini anak Yuna" Mita memberikan bayi yang masih sangat kecil, kira-kira berumur 10 hari. Dan Bari menerima anak itu di pelukannya.


"apa Yuna pernah cerita, siapa nama ayah dari anak ini?"tanya John


"Yuna hanya cerita kalau dia punya teman laki-laki yang sangat akrab dengannya. Yuna memang gadis pendiam dan tidak gampang bergaul dengan orang lain apalagi dengan laki-laki. Yuna hanya pernah meemberi tahu kalau dia punya teman laki-laki bukan pacar atau kekasih" jelas Mita.


Apa iya? tapi dia hamil sampai melahirkan anak. gak mungkin dia gak punya kekasih. Bari yang memandangi anak kecil di pangkuannya


"Yuna hamil saja kami tidak tahu, ternyata dia selama ini menutupi perutnya dengan kain panjang dililit melingkar. Anaknya lahir prematur 6 bulan. Yuna memang sangat kejam dengan dirinya sendiri demikian juga dengan anaknya ini" tambah Mita


tapi ini bukan anak saya dan Yuna kalian ini gak saya kenal. Bari masih memperhatikan bayi itu.


Bu Maya terbangun dan menyadari bahwa Bari dan John masih duduk di sofa. Tersenyum. Menangis lagi.

__ADS_1


Bari memberikan bayi tersebut kepada Mita dan Mita membawanya ke dalam kamar.


Ibu bingung, gimana nasib anak ini nantinya nak Bari. Dia tidak punya ayah dan ibunya sudah tiada. Ibu sudah tua dan tidak akan sanggup membesarkan anak itu sendirian. Mita masih sekolah dan tak mungkin sekali dia menjadi ibu bagi bayi itu.


"lebih baik ibu mencari ayah kandung anak itu" jawab Bari mencoba membantu Bu Maya


"ibu mencarinya nak, ketika dapat info bahwa nak Bari mencari Yoona, ibu pikir kalau nak Barilah ayah dari anak itu. Dan ibu belum percaya bahwa gadis yang nak Bari cari itu beda. Nak Bari maaf ya kalau nak Bari kecewa" Bu Maya mencoba menenangkan dirinya.


kenapa gak ada satupun foto Yuna terpajang di rumah ini? John memperhatikan sekeliling dan mengamati apapun yang tertangkap oleh matanya. Rumah yang besar, penuh dengan hiasan, foto keluarga, foto Mita dan ibunya di atas meja yang diletakkan di pojok dekat dengan lemari. Tapi tak satupun foto ini yang menunjukkan wajah Yuna bahkan di dalam foto keluarga tidak ada wajah Yuna yang tadi pagi di tunjukkan oleh ibu Maya.


"apa kalian keberatan kalau ibu minta kalian tinggal di rumah ini dulu untuk sementara? membantu ibu mencari ayah anak Yuna". Wajah Bu Maya mengerut dan air matanya membendung di pelupuk matanya. Bu Maya berusaha memohon supaya Bari dan John tidak meninggalkan rumah.


"maaf Bu, kami harus pulang. Kami akan bantu ibu mencari suami Yuna. Semoga kita serta menemukannya" tegas Bari kepada Bu Maya.

__ADS_1


bagaimana bisa mencari orang yang batang hidungnya saja kita tidak pernah lihat . Dalam hati Bari.


"semoga kalian juga segera menemukan Yoona ya nak". jawab Bu Maya.


"Terimakasih Bu, kami izin pulang ya Bu"


Bari dan John meninggalkan rumah Bu Maya. Meninggalkan segala kecewa yang mereka dapati di rumah Bu Maya. Membawa kembali beban mencari Yoona. Kemungkinan besar Yoona masih hidup. Tapi kenyataannya juga tidak pasti. Apakah Yoona baik-baik saja dan apakah dia masih hidup sekarang?Kenyataan ini lebih sakit dari pada mengetahui Yoona yang sudah tiada. Yoona sudah menjadi misteri yang tidak bisa di pecahkan oleh Bari.


Diperjalanan, Bari mulai membuka ponselnya. Melihat pesan dari Ica yang belum dia baca dari kemarin malam. Tak ada kabar Ica hingga siang ini. "dimana sayang?" Bari mengirim pesan ke Ica.


"di rumah" balas Ica cepat.


"aku sudah di depan rumah makan Riski. Kutunggu sayang" Bari mengirim pesan kembali setelah dia memasuki rumah makan. Selama di perjalanan Bari dan Ica sudah janjian akan makan siang di luar. Bari diantar oleh John kembali ke kantor dan mengambil motornya. Bari keluar menuju rumah makan dekat kantor dan John pulang ke rumah untuk beristirahat.

__ADS_1


Hanya butuh waktu 5 menit, Ica sudah tiba di rumah makan dan duduk di depan Bari. Memesan makanan sekaligus minuman. Tak ada pembahasan serius saat ini hingga mereka dikejutkan oleh seorang wanita yang tiba-tiba menghampiri Bari. Segelas air meluncur ke wajah Bari yang kelelahan. "tampaknya kamu belum mandi dari pagi Bar, coba deh kamu mandi dan berganti baju" wanita tersebut meletakkan gelas di tangannya dan melipat kedua tangannya ke dada. Bari dan Ica menatap kejam wanita tersebut.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2