
"kamu ngapain ke rumah saya?" tanya Bari lagi.
Wanita itu liar matanya, menyapukan matanya ke dalam ruang kamar Bari. Melihat kemewahan kamar Bari. Bari menutup pintu kamarnya dan mendorong wanita itu menjauh dari pintu kamarnya.
"sayang, ada apa?" suara Ica terdengar jelas di telinga wanita itu.
"dia istri mas Bari?" wanita itu bertanya tapi matanya berusaha mencari ke dalam pintu dimana suara itu berasal.
Ica keluar dari dalam kamar dan terkejut melihat wanita yang tadi siang mengganggu waktu makannya dengan Bari dan membuat keributan di rumah makan. Melihat mata wanita itu, seperti tidak ada rasa bersalah. Tapi mau ngapain wanita ini di rumah Bari jam segini? Dan dia siapa?
"dia siapa sayang?" tanya Ica menunjuk wanita itu dan berdiri tepat di samping Bari. Menggandeng lengan Bari dan bermanja di bahu Bari.
Kecemburuan di mata Mita sangat tergambarkan dari cara dia menatap wanita itu.
"jadi ini alasan mas Bari tidak mau mengakui bayi itu dan ka Yuna?" mencoba mencari jawaban yang pasti dari Bari.
"Yuna yang kalian kenal bukan Yoona yang kucari. Harus berapa kali ku jelaskan? Kamu keluar sendiri dari rumahku atau ku panggil pengawal?" suara Bari sangat keras hingga membangunkan bi Epi yang sudah nyenyak dalam tidurnya. Ica melepaskan ngenggamannya dari lengan Bari. Wanita itu terkejut dan menatap mata Bari.
"pengawal" Bari memanggil pengawal di rumah ini. Dua orang pengawal datang secepat kilat mendengar suara Bari yang sangat marah. " Bagaimana bisa kalian membiarkan orang yang tidak kalian kenal masuk ke dalam rumah ini?" memarahi kedua pengawal.
"Pengawal di gerbang yang membiarkannya masuk tuan, maafkan kami tuan" menunduk dan memohon maaf.
"usir wanita ini, aku tidak mau melihat wajahnya di rumah ini" perintah Bari. Bari memang terkenal dengan tuan yang sangat penyabar, tapi tidak dengan kejadian seperti ini. Buktinya masalah besar seperti ini juga dia masih memaafkan pengawalnya.
__ADS_1
"baik tuan" mereka berdua memegangi wanita itu. "mari mbak" ajak salah seorang pengawal itu dengan sopan.
"mas, aku gak tau mau kemana. Aku kabur dari rumah karena mamah nyuruh Mita mengikuti mas. Mita awalnya gak mau tapi Mita dipaksa oleh mamah" berusaha meyakinkan Bari.
"mas, Mita gak tau mobil pulang ke kampung. Baru pertama kalinya Mita ke kota ini. Izinkan Mita menginap semalam ini saja mas." memohon ke Bari
"kamu itu sudah keterlaluan Mita, dari awal mas sudah katakan kalau Yoona yang mas cari itu bukan Yuna kalian. Tapi kamu masih nekad mengikuti mas kesini" jawab Bari tidak mau terpancing dengan apa yang di katakan Mita.
"Mita di paksa mamah mas, Mita gak bisa nolak mamah. Mamah itu kejam mas." masih berusaha tapi mulai pasrah dengan jawaban Bari barusan.
Bari mengayunkan tangannya menyuruh pengawal melepaskan Mita.
"makasih mas" kata Mita
"aku hanya tidak mau kamu salah paham Mita. Yoona beda dengan Yuna. Memang kami yang salah dari awal tidak teliti dengan apa yang diucapkan Bu Maya. Tapi mas sudah jelaskan pada Bu Maya dan Mita kalau kami salah orang. Apa masih kurang jelas?" tanya Bari mulai emosi
Salah seorang pengawal langsung bergegas ke dapur dan mengambilkan air putih untuk Mita. Bari mempersilahkan Mita duduk di sofa. Mita minum sembari matanya menatap wanita yang bersama dengan Bari. Sebenarnya siapa wanita ini? apa mas Bari sudah menikah? tapi mas bari Bari mengatakan kalau Yoona itu pacarnya. Gak mungkin wanita ini tidak tahu kalau mas Bari mencari Yoona. Atau Yoona itu istri sahnya mas Bari dan wanita ini selingkuhannya?
Jadi pas Yoona tidak di temukan, wanita ini tidur di rumah mas Bari?
Atau jangan jangan wanita ini yang menghilangkan Yoona?
pikiran Mita selalu mengarah ke hal yang negatif mengenai Ica yang di lihatnya kedua kalinya selalu di samping Bari. Bahkan malam ini keluar dari kamar Bari.
__ADS_1
"berhenti menatapku seperti itu, apa kamu gak pernah melihat manusia?" Ica yang mulai risih dengan tatapan Mita mulai membuka mulut bicara dengan perasaan tidak mengenakkan kepada Mita.
Mita merasa malu karena terpergok menatap mata Ica terlalu lama hingga Ica memarahinya. Mita kembali memusatkan pikirannya pada Bari.
"mas, Mita tidur disini ya malam ini?" memohon.
"yaudah, Mita tidur di kamar tamu ya" jawab Bari lembut.
"iya gapapa mas" jawab Mita.
bi Epi yang dari tadi duduk di sofa memperhatikan wanita itu mengantarkan Mita ke kamar tamu. "mbak, kalau ada apa-apa panggil bi Epi saja ya. kamar bi Epi di sini" menunjuk kamar di samping kamar tamu.
" iya bi, makasih ya" jawab Mita dan masuk ke dalam kamar. Mengunci pintu kamar dan mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk.
Besok Mita kemana ya? apa pulang saja? lagian mas Bari sepertinya sudah punya istri. Gak mungkin rencana mamah berhasil.
Mita mulai memejamkan matanya dan tertidur
Sementara Bari dan Ica berada di kamar Bari.
Ica mulai memejamkan matanya di atas ranjang sedangkan Bari juga mulai mengambil posisi yang enak untuk tidur.
Bari tidur di bawah ranjang yang dilapisi dengan karpet berbulu halus tebal. Lumayan nyaman untuk beristirahat tapi tetap saja lebih nyaman tidur di atas kasur empuk. Hanya saja Bari dan Ica tetap menjaga diri supaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
__ADS_1
Setiap pengawal yang tidak bertugas malam ini beristirahat di kamar belakang kamar khusus pengawal dan para asisten wanita pun mulai terlelap dalam tidur di kamar asisten wanita.
......BERSAMBUNG......