Yoona

Yoona
RUMAH YOONA PART 2


__ADS_3

"udah pagi John, mungkin Bu Maya sudah pulang" Bari membangunkan John yang ketiduran kurang lebih 30 menit lalu. Bari tidak mau memejamkan matanya walau sangat mengantuk, tapi Bari berusaha menahan kantuknya supaya tidak tertidur. Bari masih takut dengan hal yang akan terjadi karena sejak mereka masuk kamar, Bari dan John memikirkan hal-hal yang kurang masuk akal.


Bari menatap setiap sudut kamar dan sama sekali tidak menemukan foto atau lukisan di dinding kamar. Rumah sebesar ini tidak mungkin tidak memiliki figuran di kamar tamu. Kosong melompong seperti rumah baru di tempati tapi rumah ini sudah tidak terlihat baru lagi.


John berusaha membuka matanya dan duduk di pinggir tempat tidur. Mengarahkan wajahnya ke jendela kamar yang masih tertutup oleh gorden merah tua. Di luar sepertinya sudah ramai orang, terdengar beberapa tawa kecil dan suara orang-orang bercerita samar samar.


Bari mencoba membuka pintu kamar dan mengintip ke luar kamar, memperhatikan setiap gerak gerik di dalam rumah tersebut. Namun yang Bari dapati kosong, tak ada satupun orang yang tertangkap oleh penglihatannya. Bari mengayunkan tangannya memberi isyarat kepada John supaya mengikutinya keluar kamar, dan John mengikut saja apa yang Bari lakukan. Seperti pencuri, mereka mengendap-endap keluar kamar tamu. John yang mengikuti Bari di samping kanannya sesekali mengucek matanya yang masih terasa perih karena kurang tidur. Kepala John terasa melayang dan langkahnya sangat berat.


Bari dan John di kejutkan oleh pengawal di rumah tersebut, yang menunggu mereka keluar dari tadi pagi. Mereka di bawa berdua ke ruang keluarga, ternyata Bu Maya bersama anak gadisnya sedang bercerita sangat asik. Bari dan John merasa lega karena mereka hanya merasa takut, suara yang mereka dengar ternyata ada nyatanya dari Bu Maya dan anaknya Mita.


"apa ini nak Bari?" tanya bu Maya ramah


"saya bu" jawab Bari sambil mengulurkan tangannya bersalaman dengan bu Maya. "dan ini teman saya John" lanjut Bari memperkenalkan John yang juga mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan bu Maya.


"nak, kita sarapan dulu ya. pasti kelaparan kan dari tadi malam belum makan perjalanan jauh" ajak bu Maya menunjuk meja makan. Melihat wajah Bari dan John yang masih bingung dan rasa takut mereka, Bu Maya berjalan menuju meja makan diikuti oleh Mita. Akhirnya Bari dan John juga berjalan perlahan mengikuti Bu Maya. "anggap aja rumah sendiri gak usah sungkan" lanjut Bu Maya meyakinkan ke Bari dan John kalau mereka akan baik-baik saja.


"Bu, boleh kita ke makam Yoona pagi ini?" tanya Bari memulai pembicaraan mengenai tujuan mereka ada di rumah ini setelah menghabiskan makanannya.


"ya nak, tentu saja. Kita berangkat 15 menit lagi ya, ibu menyiapkan bunga-bunga dulu" menunjuk bunga yang sudah di letakkan di atas meja yang berada di taman samping rumah. Beberapa bungkus macam bunga yang siap di tabur di masukkan ke keranjang bunga oleh bu Maya. Bu Maya membeli bunga tersebut saat perjalanan pulang dari rumah nenek.

__ADS_1


Bari dan John bersiap untuk berangkat dan mereka mengikuti mobil yang membawa Bu Maya dan Mita menuju pemakaman umum. Lokasinya lumayan jauh dari rumah Bu Maya menghabiskan waktu sekitar 30 menit padahal tidak ada macet di perjalanan. Tempat ini masih sangat asri dan nyaman. masih sangat banyak pepohonan dan persawahan di pinggir jalan. Beberapa taman bunga yang di urus dengan baik memancarkan indahnya pagi ini. Namun semua berbalik ketika Bari dan John tiba di pemakaman Yoona.


Menatap tanah kuburan Yoona yang masih becek karena tanah di desa ini lembab dan kemarin baru turun hujan sebentar. Melihat Bu Maya yang menangisi kuburan Yoona, Bari merasa ada menjanggal di hatinya. Namun dia tetap memusatkan pikirannya dan ingin percaya saja apa yang terjadi pada Yoona. Bari mendekatkan diri dan memegangi batu nisan Yoona. Mungkin takdik tak menginginkan kita bersama di dunia ini, semoga kamu tenang di alam sana Yoona. Aku akan tetap mencintaimu dan akan selalu mengingat namamu di dalam doa-doaku. Aku harus semangat di dunia ini walau aku sebenarnya tidak tahu pasti apa tujuanku hidup kali ini. Ini benar-benar pukulan bagiku saat mengetahui kepergianmu. Aku gak tau harus bilang apa, kamu gak pernah berkabar dan gak pernah mengatakan hal yang sebenarnya terjadi padaku. Bari berdiri dan mengajak Bu Maya pulang.


Sesampainya di rumah, Mita mengantarkan teh ke meja tempat Bu Maya bersama Bari dan John duduk. Mita tidak ingin terlibat dan langsung beranjak pergi ke kamarnya. Mas Bari ganteng juga, pantesan Yuna sangat sering banget cerita tentang mas Bari. Gak nyangka Yuna seberuntung itu dapat cowok kek mas Bari


"sebenarnya Yoona kenapa bu?" tanya Bari mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan Yoona kekasihnya.


"Yuna meninggal karena sakit kanker otak nak, dan kami mengetahuinya setelah dia memasuki stadium 4. Sudah tidak tertolong. Yuna sering mengeluh sakit kepala tapi tdiak pernah mau dibawa berobat karena sangat takut di suntik. Pada akhirnya Yuna dibawa ke rumah sakit dan dua hari setelah itu Yuna meninggal".


"tapi selama ini Yoona di kos tidak pernah mengatakan apapun terkait penyakitnya Bu, Yoona sangat ceria dan tidak pernah mengeluhkan apapun".


"Yuna memang begitu nak, dia sangat tertutup orangnya. Kalau bukan karena Mita melihatnya pingsan di kamar, mungkin kami juga gak akan tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Yuna. Waktu itu Mita pulang sekolah dan melihat Yuna sudah tergeletak di lantai kamarnya dan langsung berteriak minta tolong. Kami sudah terlambat mengetahui hal itu nak, gak banyak yang bisa kami lakukan terhadap Yuna" jelas Bu Maya.


"boleh nak" jawab Bu Maya dan menyuruh Godek mengambilkan album pribadi Yuna di kamar Yuna.


Bari dan John terkejut dengan kenyataan yang ada, ini bukanlah Yoona yang mereka cari selama ini. Sangat berbeda mulai dari wajah hingga tinggi dan kurusnya tubuh wanita ini sangat berbeda dengan Yoona.


"ini Yoona bu?" tanya Bari memastikan.

__ADS_1


"iya nak, Yuna Rehandika Pitasari" jawab Bu Maya kebingungan melihat Bari dan John yang juga kebingungan.


"maaf bu, kami salah orang". Jawab Bari singkat sekaligus kesal dengan kenyataan yang dia hadapi. "Kami mencari Yoona, Yoona Asteria. Penulisan namanya double O bukan U tapi memang pembacaannya U" jelas Bari kepada Bu Maya.


Kami pamit pulang Bu, maaf sudah mengganggu dan merepotkan ibu.


*Tid*ak segampang itu kalian akan meninggalkan rumah ini nak. Selamat datang di dunia nyata. Kalian harus menikmati bagaimana serunya bermain-main dengan saya.


"Apa kalian yakin nak? bukan Yuna yang kalian cari?" tanya Bu Maya berusaha menghentikan langkah Bari dan John. "Jadi siapa sebenarnya pria yang telah menghamili anak saya?" Bu Maya menangis.


"Yuna hamil dan dia pernah cerita ke Mita kalau dia punya teman laki-laki namun dia tidak cerita kalau dia sedang hamil" lanjut Bu Maya berusaha menjelaskan kondisi Yuna sebelum meninggal. "Yuna tidak mau di bawa ke rumah sakit karena dia lebih takut kalau kami akan mengetahui kondisi kehamilannya. Yuna takut kami akan marah dan menghukumnya, dua minggu setelah Yuna melahirkan, dia sudah tidak tahan dengan penyakitnya sehingga dia meninggalkan bayinya yang masih kecil itu. Itu sebabnya saya menghubungi nak Bari. Saya ingin nak Bari bertanggung jawab atas anak Yuna". Menggenggam erat lengan Godek yang sedari tadi berdiri tegap di sampingnya.


Bari menatap mata Bu Maya yang menangis tersedu-sedu. Bagaimana bisa Bari tega meninggalkan seorang ibu yang sedang menangisi kepergian anaknya itu. Bahkan ada luka dan beban berat yang Yuna tinggalkan untuk ibunya ini. Walaupun dia ini hanya ibu pengganti, tapi sepertinya ibu ini sangat menyayangi Yuna. Tapi kenyataannya Yuna yang mereka cari bukanlah Yuna yang berada di keluarga ini.


"saya tidak mengenal Yuna, dan saya tidak bisa bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada anak ibu" tegas Bari akan mememasuki mobil. Bari menutup pintu mobil dan kembali kepada Bu Maya. sebaiknya meninggalkan Bu Maya dalam keadaan tenang dulu. Setelah melihat Bu Maya yang sangat lemah hampir terjatuh ke lantai.


Bari dan John membantu Godek yang menuntun Bu Maya berjalan kembali memasuki rumah Bu Maya.


masuk perangkap, gampang sekali kalian ditipu nak

__ADS_1


"Sebaiknya Bu Maya istirahat dulu, nanti kita bicara lagi" Bari memberikan segelas air membantu Bu Maya minum.


......BERSAMBUNG......


__ADS_2