Yoona

Yoona
JANGAN BICARA PADANYA


__ADS_3

Kini Bari mulai tenang, melihat sesosok gadis cantik yang mungil, rambut pendek sebahu, berhidung pesek tapi tidak terlalu pesek, masih bisa dipakai bernafas wkwk. Gadis ini cantik jika dipandang dengan mata terbuka lebar. Jangankan lelaki, semut sajapun tidak ingin mendekatinya. Melihat rupa yang tidak ada yang bisa dibanggakan.


Giginya yang tidak rapi, menunjukkan dua gigi taringnya seakan ingin menggigit setiap nyawa manusia berdarah suci yang dekat dengannya. Pipinya yang semakin hari semakin bertambah bengkak, seperti tulang pipi yang diberi sedikit tambal permen karet, lentur dan sering menyilaukan warnanya yang sawo matang cerah. Mulai dari matanya yang tidak terlalu kecil dan alisnya yang sudah terbentuk seperti disulam alis, hanya saja berlebih sedikit sehingga alisnya sedikit bertemu di tengah-tengah wajahnya, hampir merapat satu sama lain dan hampir membentuk gadis ini bukan seorang gadis yang gila alis sulam, melainkan seperti rumput liar yang menjalari area atas bola matanya. Hampir setiap sekali seminggu, dia harus mencabut beberapa helai alisnya, supaya tidak terjadinya perjodohan alis mata.


Merapikan sedikit dan menyisirnya tanpa menambahkan warna atau pensil alis semacamnya untuk kedua alisnya yang seimbang di setiap sudutnya.


Bari mulai tidak fokus pada gadis itu. Bari mengalihkan pikirannya pada setiap kotak yang hendak di bongkarnya di atas meja. Bari masih berfikir, seandainya memang barang yang dia cari ternyata tidak berada di kotak yang dibongkarnya. Benda itu memang kecil, hanya sepucuk surat yang dilipat dengan penuh kasih. Rapih dan diberi sedikit pewangi tubuh si pemberi kertas bertuliskan beberapa kata itu. Bari dengan sigap lagi mengangkat kedua tangannya, menghentakkannya ke kiri dan ke kanan seperti seseorang yang hendak melakukan pergerakan tubuh seperti senam di pagi hari. Bari mengambil gunting dan mulai menggunting setiap selotip yang tertempel rapih di kotak itu. Kotak yang cukup kecil, hanya berukuran sebesar kotak ponsel baru di beli.


Bari melanjutkan aksinya, dengan sabar membuka setiap kotak dan benar saja, dari sekian banyaknya kotak yang Bari buka, Bari hanya bercengkrama dalam hatinya kesal. Bari seperti menemukan cinta terlarangnya yang sudah sangat lama dia nantikan. Bari melonjak kegirangan dan menyanyi sedikit. Tidak tahu pasti bagaimana perasaan Bari yang senang mendapatkan yang dia cari tapi juga kesal karena kenapa tidak dari awal dia membuka kotak yang terlahir di bukanya barusan. Akh sudahlah. Yang penting aku sudah menemukan yang kucari, ucap Bari dalam hati kecilnya.

__ADS_1


Jatuh cinta memang sering membuat seseorang akan lupa pada dirinya sendiri. Lupa bagaimana caranya membahagiakan diri sendiri dengan cara sendiri. Lupa bahwa yang dicintai perduli atau tidak. Bahkan Bari dalam hal ini sedang dalam proses jatuh cinta pada gadis yang bukan impiannya selama ini. Tidak disangka-sangka. Bari yang pendiam semakin menunjukkan aura ketampanannya pada setiap orang yang mengenalnya. Mungkin setiap orang akan berfikiran kalau Bari akan menjalin hubungan dengan perempuan yang paling cantik di dunia ini, ternyata??


"Ayok jalan, gua mau makan" ajak Bari pada gadis itu.


"Lo gila ya? Gua lagi galau malah diajak keluar. Kalo mau keluar, ngapain gua ke rumah lo?" Jawab gadis itu ketus. Hmmm iya juga, aku lupa kalau dia ada masalah dan gak bisa diajak kompromi untuk beberapa saat sampai dia benar-benar bicara dengan kemauannya sendiri.


Sebelum turun, Baru meletakkan surat yang dia temukan di kotak ke dalam dompet hitamnya yang di letak diatas meja rias. Bari juga menekan tombol on pada speaker bluetoothnya melanjutkan musik yang gadis itu dengar daritadi. Tidak tahu pasti apa alasan gadis itu menyukai lagu-lagu rock metal, tapi selama bertahun-tahun Bari bersamanya, hampir setiap hari gadis itu mendengar lagu-lagu metal.


"Mas, mbak Ica kenapa?" tanya bi Epi pelan setelah dia meletakkan makanan di depan Bari.

__ADS_1


"Biasalah bi, jangan bicara padanya ya" jawab Bari sambil menikmati makanannya.


Bi Epi memang sudah akrab dengan mas Bari dan mbak Ica. Mereka berdua sudah dianggap sebagai anaknya sendiri, begitu pula dengan Ica dan Bari. Bagaimana tidak, Bari dari lahir dijaga dan di rawat Bi Epi. Bi Epi berperan banyak dalam kehidupan Bari hingga umur Bari yang ssekarnah sudah terbilang dewasa. Begitu juga Ica, teman Bari dari Bari masih usia 3 tahun. mereka dipertemukan di taman kanak-kanak dan pada akhirnya berteman baik hingga sekarang. Banyak hal yang dialami bi Epi bersama kedua anak itu, dari hal menyenangkan hingga kesedihan yang menimpa Bari akhir-akhir ini, yaitu kepergian ibu tercinta.


Bi Epi menjadi pengganti seorang ibu bagi Bari, memberikan kasih sayang layaknya ibu kandung. Kebaikan bi Epi di kehidupan Bari sebenarnya tidak akan cukup dibayar dengan uang yang bi Epi terima setiap bulannya. Bi Epi menjadi seorang ibu bagi Bari sebelum usianya siap menjadi seorang ibu. Ya, dia mulai bekerja di rumah Baru sejak usia 10 tahun.


"Baik mas, mas jaga mbak Ica ya. Jangan sampe ngelakuin yang tidak tidak."


"Pasti bi, kita doakan aja biar dia cepat pulih ya bi" jawab Bari

__ADS_1


__ADS_2