You And Him

You And Him
Mengobati satu sama lain


__ADS_3

"Hei, jangan nangis. Sudah tidak apa². Mereka sudah pergi" ucap david dengan lembut menenangkan clarissa.


Clarissa masih menangis dengan sesunggukan di tambah lagi ia melihat darah yang masih basah di pinggir bibir david.


"Sakit?" Tanya clarissa sambil menunjuk luka di ujung bibir david.


David memegang bibir nya lalu menggelengkan kepala.


"Sudah mari kita pulang" ajak david lalu menundukkan tubuh nya agar clarissa naik ke tubuh david.


Di sepanjang perjalanan, clarissa di gendong oleh david. Sesekali clarissa menatap luka di bibir david kemudian beralih ke wajah temannya itu.


"David" panggil clarissa


"Hm" jwb singkat david yang tetap fokus berjalan sampai ke apartemen angga dan david.


David memutuskan untuk membawa clarissa ke apartemennya.


"Makasih" ucap clarissa menatap lekat david


.


"Gapapa, uda sewajar nya gue ngejagain elu. Lain kali jangan ninggalin gue dong" ucap david


"Iya"


....


Setelah sampai di apartemen milik david, david meletakkan clarisa di sofa.


David menatap kaki clarissa yang mulai membengkak.


David berjongkok di hadapan clarissa sambil membuka sepatu yg masih melekat di kaki clarissa.


"Sakit?" Tanya david


Clarissa menganggukan kepala nya pelan.


David mencari cari keberadaan angga agar dapat membantu mengatasi kaki clarissa.

__ADS_1


Sampai di kamar mandi, david menemukan angga yang keluar dari kamar mandi.


David langsung menarik tangan angga sampai membuat angga kebingungan.


Tepat di hadapan clarissa.


"Bantuin itu sih clarissa ngga, gue ga ngerti. Kaki nya membengkak" ucap david dengan wajah panik


Angga menatap kaki clarissa, lalu membalik balik kan kaki clarissa ke kanan dan ke kiri.


"Ini ga terlalu parah. Cuman untuk ngilangin rasa nyeri nya harus di kompres, sama nanti aku kasih obat pereda nyeri ya" ucap angga menatap clarissa.


Clarisa menganggukan kepala nya.


Angga beranjak untuk mengambil es batu serta obat pereda nyeri untuk clarissa.


Sedangkan di sofa, david duduk di samping clarissa yang menahan sakit.


Ketika angga datang dengan es batu dan obat di tangannya. David langsung mengambil itu dri tangan angga.


"Biar gue aja yang kompres" ucap david


Angga menggeleng-gelengkan kepala nya lalu beralih ke tempat tidur berlipat 2 itu.


"Minum obat nya biar ga sakit" ucap david yang melihat clarisa terus saja melihat nya.


Clarisa segera meminum obat pemberian angga.


Beberapa menit kemudian, rasa nyeri di kaki clarissa sudah mulai hilang. Bahkan ia bisa berjalan sudah seperti biasanya.


David yang melihat kaki clarissa sudah bisa berjalan, ingin beranjak ke dapur sambil membawa wadah es batu td ke dapur. Tetapi clarissa menahannya.


"Biar gue aja yang ke dapur, lu disini aja. Jangan kemana mana, jangan tidur dulu" kata clarissa yang berjalan menuju arah dapur.


David menatap punggung clarissa sampai clarissa hilang dari pandangannya.


David duduk di sofa sesuai dengan perintah clarissa.


Dari arah belakang clarisa tampak melihat david yang memegangi bibir nya. Darah yang semula basah itu pun kini sudah mengering.

__ADS_1


Clarisa datang membawa kompres dan kotak p3k untuk mengobati luka david.


David menatap heran temannya itu.


Clarissa menyuruh david agar duduk mengarah ke arah nya. Dan sekarang kini mereka saling berhadapan.


Clarisa mulai membersihkan darah yang sudah mengering itu dengan air es. Ada lebam disana dan ada robek'kan kecil di bibir david.


"Aw, pelan² clar" kata david meringis kesakitan saat clarisa menempelkan es batu di robek kan luka david.


"Ini juga uda pelan" kata clarisa


David terus saja menatap clarissa, sehingga membuat clarissa menjadi salah tingkah.


"Apa lu liat² gue?" Tanya clarisa sambil mencari obat merah dan kapas untuk membalut luka david.


"Dih kepedean bgt lu, orang gue liat dinding tu putih bgt" bantah david


"Dinding kok di liatin, dasar aneh" gerutu clarissa dengan suara pelan. Tetapi karna david dan clarissa berhadap hadapan dengan jarak yang lumayan dekat. Jadi david dapat mendengarnya.


Clarissa memegang wajah david agar ia dapan mengobati luka di bibir temannya itu.


Dengan telaten clarisa memberi obat merah di bibir david.


David sering meringis kesakitan karna rasa perih di robekkan nya itu, tetapi ia harus bisa menahannya di hadapan clarissa.


Kini clarissa tinggal menempelkan plaster ke luka yg sudah di baluti kapas itu.


"Jangan berantem lagi ya, elu nyeremin kalo lagi berantem" kata clarissa sambil menempel kan plaster di bibir david.


"Gue berantem juga karna elu" jwb david yang duduk nya masih berhadapan dengan clarissa


"Lu juga gausah bentak² gue, kalo emng ga suka bilang, gue bisa ngelakuin sendiri" kata clarissa yang menundukkan kepalanya sambil membereskan kotak p3k.


David terdiam seolah olah sedang mencerna perkataan clarissa.


Clarissa hendak berjalan ke arah daput untuk mengembalikan kompres tetapi david menahan tangan clarissa.


Clarisa menoleh ke arah david dan david berdiri di hadapan clarissa.

__ADS_1


"Iya maafin gue ya, gue ga maksud buat ngebentak elu" ucap david mengacak acak pucuk kepala clarissa.


Clarissa hanya menganggukan kepala nya pelan.


__ADS_2