
"Tidak" tolak david dengan nada kesal
Clarissa mendengus kesal, rasanya ia ingin menjitak dahi teman nya itu.
Tibatiba dari arah belakang clarissa, datang seorang dokter.
Ya dokter tsb adalah dosen clarissa. Dokter sekaligus dosen sama seperti kevin.
Dosen tampan berkulit putih ala kebule'an membuatnya semakin sempurna.
Bedanya hanya di jurusan, clarissa jurusan psikologi dan dosennya adalah dokter psikologi sedangkan angga jurusan kedokteran dan anggri jurusan kedokteran beserta kevin menjadi dosen di kedokteran juga karna ia adalah seorang dokter bedah. Kevin sudah cukup dalam hal menangani pasien, makannya ia diutus sebagai dosen di kampus anggri.
"Clarissa, sedang apa kau disini? Kelas akan sebentar lagi di mulai." Kata dokter Aaric
Clarissa menoleh ke belakang dan membungkukkan padanya untuk memberi hormat sebentar.
"Ah, teman saya mengajak saya berbicara sebentar pak, dan saya akan masuk" ucap clarissa sambil tersenyum.
Dokter Aaric menoleh ke arah david yang menghampirinya.
"Apakah kalian berpacaran?" Tanya dokter Aaric
"Tidak, dia hanya temanku dari indonesia" jwb clarissa
"Hei, aku pacar mu" ucap david sengaja. Clarissa memelototkan mata nya kepada david.
"Kalian bisa berpacaran nanti. Clarissa! Saya tunggu kamu di kelas!" Ucap dokter tsb tertawa lalu masuk ke dalam kelas.
__ADS_1
"Apa kau sudah g*la?" Kata clarissa mencubit pinggang david.
"Aw sakit clar. Lu galak amat sih jd cewe. Lembuttan dikit napa" kata david meringis kesakitan
"Dahlah males gue sama lu, mending gue masuk" ucap clarissa meninggalkan david yang masih memegangi bekas cubittan clarissa.
Clarissa tersenyum saat melewati dosennya dan dosennya tsb pun membalas senyuman clarissa.
Sedangkan david meninggalkan clarissa yang sudah memasuki kelasnya, ia berjalan seorang diri menuju kelasnya.
...
Di kelas clarissa
Clarissa terus melamun memikirkan perkataan david yang dimana david mengatakan bahwa masalah nya adalah dirinya.
"Hei clarissa, jangan melamun. Dengarkan materi dari dosen tampan itu" tegur teman clarissa membuat lamunannya tersadar.
Clarissa kembali berkonsentrasi mendengarkan apa yang dikatakan oleh Aaric.
Kebetulan materi Aaric hari ini adalah tentang mengetahui bagaimana orang berbohong atau tidak.
"Ada yang mau bertanya?" Tanya Aaric ketika sudah selesai menjelaskan.
Clarissa mengangkat tangannya.
"Ya, saya ingin bertanya pak"
__ADS_1
"Silahkan"
"Bagimana kita bisa tahu bahwa dia berbohong atau tidak? Sedangkan setiap orang berbeda. Memperlakukan dirinya dengan lembut belum tentu ia terlihat bohong atau jujur. Jd apakah ada cara lain untuk mengetahui nya?" Tanya clarissa
"Pertanyaan yang lumayan bagus" kata Aaric sambil tersenyum
"Tatap mata nya" kata dokter Aaric singkat
"Bagaimana caranya pak?" Tanya salah satu mahasiswa yang berada di kelas.
"Tatap matanya begitu lekat dan tajam. Dekatkan tubuh kalian tetapi jangan terlalu dekat dan genggam tangannya selembut mungkin untuk memberi kenyamanan. Jika dia membuang arah wajah nya dan menunduk. Tatap mata nya kembali dan berusahalah agar terus menatap mata nya" kata dokter Aaric menjelaskan
"Kenapa harus mata?" Tanya clarissa
"Karna jika kamu memandang mata seseorang dengan sangat serius, dia bisa menjadi salah tingkah dan itu akan membuat pikirannya tak dapat berkonsetrasi. Dan itu akan membuat cerita nya terbongkar, bohong atau jujur. Jika kalian penasaran, maka lakukan itu kepada pacar kalian" kata Aaric sambil tersenyum ke arah clarisa.
"Oh" kata clarissa sambil tersenyum.
"Wah, boleh di coba itu" kata mahasiswa lainnya
....
Saat pulang david menghampiri clarissa yang berada di depan kelasnya sambil bermain ponsel.
"Hai" ucap david sambil mencium pipi sebelah kanan clarissa tanpa izin.
"Daviddd" kata clarissa sedikit berteriak dan memukul david dengan tas nya.
__ADS_1