You And Him

You And Him
Anna


__ADS_3

Hari ini kevin seperti biasa menjemput anggri yang akan kuliah.


"Sudah sarapan?" Tanya anggri kepada kevin


"Sudah"


Anggri duduk di kursi depan bersama kevin. Mereka sekarang sudah tak seperti dulu lagi.


Kini mereka sering bercanda bersama.


"Anggri" panggil kevin sambil menyetir tanpa menoleh ke arah anggri


"Iya saya"


"Kita seperti ini terus ya"


"Iya"


...


Mobil kevin telah sampai di parkiran kampus.


Ketika anggri keluar dari mobil, tatapan mahasiswa lainnya tak luput dari anggri dan kevin yang keluar secara bersamaan.


Anggri diam menunduk di depan pintu. Kevin yang melihat itu langsung menghampiri anggri dan menggandeng tangan anggri.


"Wahhh pagi² sudah pacaran saja nih" kata vriska yang menghampiri anggri.


Anggri yang mendengar bahwa itu adalah suara vriska langsung menoleh ke arah nya dan menempel jari telunjuk ke bibir anggri mengisyaratkan agar tidak berteriak.


"Pak, anggri nya saya pinjam dulu ya" kata vriska sambil menggandeng tangan anggri paksa.


Kevin menganggukan kepala nya lalu menatap anggri yang mulai menghilang dari pandangannya.


....


Di kantin


"Kita ngapain ke kantin sih vris" tanya anggri yang masih di rangkul oleh vriska. Ya karna tubuh anggri yang mungil maka enak bagi vriska untuk merangkul anggri.


"Temenin gue sarapan dong, belum sarapan nih gue"


"Gue uda sarapan. Dahlah males gue, mending gue ke kelas" kata anggri kesal


"Dih parah. Temenin gue sarapan napa"

__ADS_1


"Lu ke kelas mau pacaran lagi ya" kata vriska sambio menyipitkan mata nya


"Gilak lu" ucap anggri langsung duduk seperti semula.


Vriska memesan makanannya yang di temani anggri yang sedang bermain ponsel.


...


"Lu sejak kapan sama pak kevin nggri?" Tanya vriska yang membuat anggri mendongakkan kepala nya.


"Baru aja"


"Lu kasih pelet apaan sampe itu dosen mau sama lu"


"Lu uda pernah gue tampol belum? Sini gue tampol" ucap anggri kesal karna dituduh menggunakan pelet.


Pelet itu adalah semacam guna² atau menggunakan ilmu hitam agar orang yang kita suka menyukai kita.


"Sensi amat lu hari ini" gerutu vriska


Anggri diam tidak menjawab omongan vriska.


"Tapi nggri, lu beruntung bgt dapet dokter gtu, ganteng malahan, dosen lagi bisa bantuin buat skripsi entar"


"Makannya lu nyari dosen juga dong" ucap anggri sambil tertawa


"Ada itu dosen ekonomi"


"Ya yang perut nya buncit itu, yang uda punya istri anak 2?" Tanya vriska memperjelas


"Iya" jwb anggri tertawa


"Lu kampret nawarin gue yang begituan" kata vriska kesal


...


Setelah selesai menemani vriska sarapan di kantin, anggri dan vriska menghampiri kelas nya untui belajar seperti biasa.


Kini bangku kosong angga di duduki oleh vriska si super duper cerewet.


Di depan, kevin menjelaskan tentang beberapa materi yang harus di pelajari.


Senyap sunyi itulah keadaan kelas ketika dosen gtg itu menjelaskan.


Pandangan kevin tak pernah lepas dari anggri. Meskipun kevin menatap sekilas anggri, vriska yang selalu memperhatikan mereka berdua malah senyum² sendiri melihat kelakuan dosen nya itu.

__ADS_1


...


Di parkiran


"Anggri, gue pulang duluan ya" pamit vriska yang melambaikan tangan ke anggri yang sedang berada di parkiran.


Anggri mengangkat jempol nya sambil tersenyum.


"Kenapa senyum²?" Tanya kevin tiba²


"Ah itu sih vriska" jwb anggri lalu masuk ke dalam mobil yang pintu nya di buka kan oleh kevin.


...


Di perjalanan


"Anggri, kita ke rumah sakit dulu ya"


"Mau ngapain?"


"Ada pasien yang harus saya periksa"


"Oh oke"


...


Di rumah sakit


Kevin memberikan kunci mobil nya kepada satpam agar di parkir kan.


Anggri tersenyum ramah kepada satpam tsb.


Ketika memasuki rumah sakit pun, kevin selalu di sapa ramah oleh beberapa suster yang berlalu lalang.


Para suster itu pun berjalan melewati anggri sambil tersenyum karena melihat tangan anggri yang di gandeng oleh kevin.


"Dokter kevin" panggil salah satu dokter perempuan cantik yang tinggi nya hampir setinggi kevin.


Kevin dan anggri menoleh.


"Tinggi banget ini dokter, kalah saing gue" gumam anggri dalam hati


Dokter itu tersenyum ramah ke arah anggri.


"Hai, saya anna. Saya juga dokter disini" kata dokter tsb sambil mengambangkan tangannya untuk menjabat tangan.

__ADS_1


"Saya anggri. Salah satu murid kevin di kampus" kata anggri yang canggung. Anna tersenyum ketika mendengar jawaban dari anggri sedangkan kevin malah menatap kesal ke anggri karna tak mengakui bahwa diri nya adalah calon suami nya.


__ADS_2