
Kevin tertawa sambil menggeleng kepala nya.
...
Jerman
Angga dan david bersiap-siap untuk ke kampus.
Di perjalanan david menelepon clarissa agar menunggu nya di persimpangan dekat kampus.
....
"Hai clar, uda lama?" Tanya angga kepada clarissa yang fokus kepada ponsel.
"Eh angga, barusan aja kok" kata clarissa menoleh ke arah david.
"Yaudah ayo" ajak david.
Clarissa bagai seorang putri yang di kawal prajurit. Soalnya clarissa berjalan berada di tengah antara 2 lelaki itu. Tatapan kakak senior nya pun tak pernah luput dari angga dan david yang tampan itu. Clarissa pun juga mengakui bahwa sahabatnya itu tampan.
Setelah berjalan menelusuri koridor, angga pamit kepada david dan clarissa agar memasuki kelasnya karena kelas nya di jumpai terlebih dulu.
Sedangkan david dan clarissa kini hanya berjalan berdua.
Sekarang kaki clarissa sudah sembuh dan dapat berjalan seperti biasa.
Di depan kelas clarissa (ruangan Mahasiswa psikologi)
"Eh dav, gue masuk duluan ya, sudah sampai nih" pamit clarissa dan hendak masuk tetapi david menahannya. Clarissa menoleh ke arah david.
"Ada apa?" Tanya clarissa
__ADS_1
"Hm" kata david dengan mata berpikir dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Clarissa menatap heran dan memukul bahu david pelan.
"Ada apa? Aku ingin masuk kelas dav" kata clarissa bingung melihat david yang seperti salah tingkah.
David hening sebentar dengan clarissa yang terus menatap diri nya. Dosen masuk sekitar 30menit lagi jd clarisa masih punya waktu untuk menunggu david berbicara.
David menatap lekat clarisa.
"Apa kau dekat dengan lelaki?" Tanya david
"Ha. Apa yang kau tanyakan?" Kata clarissa sambil tertawa pelan
"Aku butuh jawaban ya atau tidak. Itu saja! Bukan kembali bertanya" kata david dengan nada santai dan melipatkan tangannya di dada
"Itu urusan pribadi ku, kenapa kau ingin mengetahui nya?"
"Karna aku teman mu, makannya aku bertanya"
"Sakit clar" ucap david tetapi membiarkan clarissa mencubit pipi nya.
Clarissa menjulurkan lidah nya meledek david. Lalu pergi memasuki kelasnya.
David memanggil clarissa kembali. Clarissa menoleh dan menghampiri david yang masih berdiri di depan kelas nya.
"Ada apa lagi david?" Kata clarissa dengan nada malas.
David menarik tangan clarissa dan membawa nya ke sudut dinding.
"Hei, lepaskan. Kenapa kau menarik ku?" Kata clarissa bingung.
__ADS_1
Setelah di sudut, david memeluk erat clarissa.
Clarissa mendorong tubuh david tapi tak bisa, pelukan david sangatlah erat.
"Ada apa dengan diri nya? Apa dia punya masalah?" Gumam clarissa dalam hati dan berhenti memberontak.
Jurus psikologi clarissa seakan akan muncul di otak nya.
"Ada apa david? Apa kau punya masalah?" Tanya clarissa sangat lembut.
"Ya" jwb david singkat
"Bisakah kau cerita kepada ku? Mungkin aku bisa membantu"
"Ini tentang dirimu, bagaimana kau bisa membantu" kata david dengan masih memeluk clarissa.
Clarissa kaget dan tak mengerti apa maksud perkataan david.
"Diriku?" Tanya clarissa
"Hm" kata david melepaskan pelukkan nya.
"Sudahlah, kau memang masih anak kecil yang tak tau apa²"
"Berhenti mengatai diriku anak kecil" ucap clarissa kesal
"Di kelas, jaga jarak mu dengan lelaki 2 meter. Jangan genit, kau bukan tipe wanita suka menggoda, aku tau itu" kata david sambil tertawa. Clarissa hanya menatap heran david mengeryitkan dahi.
"Jika ada yang menggodamu mu, katakan saja kau sudah memiliki pacar dan itu adalah aku. Nanti ketika istirahat, kita ke kantin bersama. Pulang juga harus bersama. Ingat! Jangan dekat dengan lelaki siapapun itu" kata david kembali sembari mengacak acak rambut clarissa.
"Hei, aku akan menggoda lelaki tampan itu. Dan aku akan menikah dengannya untuk memperbaiki keturunan. Sudahlah, berbicara dengan mu sama saja berbicara dengan setan" kata clarissa meninggalkan david dengan melambaikan tangan.
__ADS_1
"Clarissa" panggil david sedikit berteriak
"Apa kau bisa diam?" Kata clarissa kesal