You And Him

You And Him
Ruang mayat


__ADS_3

"Ada apa anna?" Tanya kevin kepada anna yang diam saja.


"Hm ada yang mau saya bicarakan dengan dokter"


"Ya silahkan masuk" kata kevin kepada anna mempersilahkan masuk


"Tetapi hanya berdua" kata anna melihat ke arah anggri.


Kevin melihat ke arah anggri yang masih memeluk nya.


Seakan akan meminta izin kepada anggri.


"Saya tidak setuju" ucap anggri yang masih memeluk kevin.


"Ini penting anggri" ucap dokter anna kesal


"Aku tau itu penting, makannya mau di bicarakan. Jika tidak penting, pasti tidak akan di bicarakan" kata anggri santai dan menarik kevin agar duduk di kursi nya.


Anna masih mematung di depan pintu.


"Awas kamu ya anggri" gumam anna dalam hati lalu akhirnya dia masuk dan duduk di depan kevin.


Sedangkan anggri berdiri di belakang kevin sambil memainkan rambut kevin.


Kevin membiarkan gadisnya itu.


"Ada apa dokter anna?" Tanya kevin kepada anna yang sedari tadi memperhatikan anggri.


"Hm begini, apakah akhir pekan kau ada waktu?" Tanya anna yang membuat anggri langsung menoleh ke arah nya.

__ADS_1


"Ya, setiap akhir pekan aku selalu libur. Ada apa?" Kata kevin membuat anggri kesal


"Nenek ku sakit, kau mengenal nya bukan? Ia ingin kau menemui nya" ucap anna santai. Anggri yang melihat itu tak senang.


"Lalu apa urusannya sama kevin?" Sambung anggri kepada anna.


"Nenek ku mengenal nya, dia sakit dan ingin kevin menemui nya. Kau pasti akan mengizinkannya kan anggri" kata anna santai dengan nada penekanan.


"Ya aku akan mengizinkannya jika dia mengajak ku" kata anggri beralih duduk di pangkuan kevin.


Anna melihat itu tak senang, ia membuang arah wajah nya ke sembarang arah sekilas.


"Anggri nanti kamu jatuh" kata kevin kepada anggri.


"Tidak apa² aku jatuh, jika jatuh pun di bawah ku ada kamu" kata anggri dengan nada gombal nya.


"Cihhhh" ucap kevin lalu melingkarkan tangannya di pinggang anggri.


Ia tak suka dengan adegan manja anggri kepada kevin. Meskipun anna dan kevin sudah putus lama, tetapi anna masih menyimpan perasaanya kepada kevin.


"Akhir pekan nanti aku tinggu kedatanganmu dokter kevin" kata anna lalu beranjak berdiri.


"Hei, aku tak mengizinkan kevin menemui nenek mu" kata anggri dengan nada sedikit tinggi.


"Itu terserah kevin. Ini tentang nenek ku bukan tentang diriku dan kevin sangat mengenal nenek ku. Apa kau mengerti?" Kata anna kesal dan menatap sinis anggri.


"Okeoke aku mengerti" kata anggri tersenyum kuda dan mengangkat kedua tangannya pasrah.


Anna meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Setelah anggri melihat anna sudah menghilang dari pandangnnya.


Anggri turun dari pangkuan kevin.


"Aku mau pulang" kata anggri lalu berjalan ke arah pintu.


"Temenin aku disini, kamu mau anna kembali lagi" kata kevin memanas manasi anggri.


"Ya, jika itu yang terbaik" ucap anggri santai dan hampir mendekati pintu tetapi kevin memanggilnya lagi.


"Anggri" panggil kevin


"Ya, ada apa lagi?" Jwb anggri dengan nada malas


"Jika kau keluar, kau akan menemui kamar mayat di ujung sana dan kau akan melewati nya, ini hampir petang, di daerah sana juga sunyi, apa kau yakin untuk pulang?" Kata kevin menakut nakuti anggri yang takut akan setan.


Anggri diam sejenak, ia membalikkan tubuh nya lalu berjalan ke arah kevin.


Kevin tertawa pelan melihat anggri yang langsung menghampiri nya.


"Apa kau sedang menakuti diriku?" Tanya anggri dengan tangan di pinggang nya.


"Aku tidak menakuti mu, jika tidak percaya. Lihat saja ruangan di ujung sana" kata kevin meyakinkan.


Anggri berjalan meninggalkan kevin, antara tak percaya dan penasaran menghampiri nya.


Ia berjalan perlahan sampai ia menemukan suatu ruangan dan bacaan nya adalah ruang mayat.


Anggri kaget dan langsung berlari menuju ruangan kevin.

__ADS_1


Anggri memasuki ruangan kevin dengan nafas yang ngos²san. kevin tertawa pelan melihat anggri ketakutan.


"Gilak kamu" ucap anggri lalu langsung menidurkan diri nya di sofa. Mengatur nafas nya sambil memejamkan mata.


__ADS_2