You And Him

You And Him
Mencurigakan


__ADS_3

David melindungi dirinya dengan tangannya.


Clarissa berhenti melakukan penindasan kepada david karna lelah.


Clarisa berjalan duluan meninggalkan david.


David mengerjar clarissa dan merangkul leher clarissa. Mudah bagi david untuk merangkul temannya itu.


Tubuh clarissa yang tingginya hanya sebahu david membuatnya semakin menggemaskan.


Clarissa membiarkan david merangkul lehernya karna itu sudah menjadi kebiasaan david.


"David apa tas mu ringan?" Tanya clarissa saat berjalan menelusuri koridor


"Iya, hanya ada laptop di tas. Ada apa?" Tanya david dengan senyum nya


"Kita tukaran tas ya, tas ku sangat berat. Biar aku yang membawa tas mu dan kau membawa tas ku" kata clarissa mendongakkan kepala nya melihat wajah david.


David mengangkat tas clarissa yang masih clarissa kenakan.


"Apa kau membawa nyawa manusia? Ini sungguh berat" ucap david menaikkan nada suara nya


Clarissa memukul lengan david "aku membawa beberapa buku tebal untuk tugas ku dari perpustakan tadi. Sudahlah bantu saja teman mu yang kecil ini" kata clarissa sambil memberikan tas nya kepada david dengan paksa.


David menghela nafas.


Clarissa segera melepas tas david untuk dia pakai.


...


"Kenapa kalian lama sekali?" Tanya angga yang berdiri di kelas nya.


"Iya nih sih clarissa tadi pengen lama² sama gue" kata david dengan bangga.

__ADS_1


"Cihh" clarissa berdecih


"Jangan mau percaya sama david ngga, percaya sama dia menduakan tuhan" kata clarissa kesal.


Angga hanya tertawa menanggapi temannya itu.


...


Di perjalanan, clarissa berada di antara 2 lelaki tampan.


"Dingin bgt sih malam ini" kata clarissa sambil menggosok gosokkan tangannya.


Angga dan david menoleh ke arah clarissa.


"Masukkan ke saku gue aja clar" kata angga sambil memasukkan tangan clarisa ke dalam saku jas angga dan angga menggenggam nya agar tidak kedinginan.


Clarissa menatap tangannya lalu ke arah angga. Clarissa tersenyum dan david mengikuti apa yang di lakukan angga.


Clarissa menatap tangannya heran dan menatap david yang memasukkan tangannya ke dalan saku jas david dan mengenggamnya.


...


Apartemen clarissa pukul 22.30 Malam


Angga dan david memasuki area apartemen clarissa dan seperti biasa angga dan david mengantar clarissa sampai depan pintu apartemennya.


Ceklek


"Angga davidd" teriak clarissa. Angga dan david yang hendak berjalan itu pun langsung lari masuk kedalam apartemen.


"Ada apa clar?" Tanya david langsung memeluk clarissa yang duduk di lantai.


Angga melihat ke seluruh arah ruangan, tampak barang² berserakan disana, dan ada banyak botol bekas alkohol berpecahan.

__ADS_1


"Clar, kenapa disini berantakan sekali? Apa ada orang selain kamu yang tinggal disini" tanya angga yang berjongkok agar sesuai dengan tinggi clarissa.


"Tidak, disini cuman ada aku" kata clarissa


Angga menyelusuri semua tempat yang berantakan.


Hingga angga tertarik dengan kamar mandi. Angga melihat kaca, ada tulisan "DEAD" disana.


Angga mencolek kan tangannya di benda cair berwarna merah itu.


"Darah palsu" gumam angga setelah mengendus.


Angga keluar dari kamar mandi dan menghampiri dapur.


Di meja terdapat sebuah bungkusan kecil berisi butiran putih kecil seperti micin.


Angga curiga dan mengambil sarung tangan miliknya untuk memegang benda itu.


"Narkoba" gumam angga sambil memperhatikan benda tsb dengan teliti.


"Kenapa benda ini ada disini? Apa clarissa pemakai? Tapi itu tidak mungkin" gerutu angga yang masih bingung.


Angga menghampiri clarissa yang menangis di lantai.


"Clar, mendingan malam ini lu nginep di apartemen david" kata angga


"Apa yang terjadi ngga?" Tanya david yang masih memeluk clarissa


"Nanti gue ceritain, sekarang kita harus bawa clarissa dari sini" kata angga terburu buru.


Clarissa menuruti permintaan angga. Mereka berjalan dengan sangat cepat untuk segera sampai di apartemen david.


...

__ADS_1


Angga, david dan clarissa langsung menaruh tas nya di meja.


Tanpa ganti baju dan masih mengenakan kaos kaki, angga menyuruh clarissa dan david agar duduk di sofa.


__ADS_2