
Setelah itu, david kembali menghampiri angga lalu menyerahkan es batu tsb ke angga.
David membiarkan angga melakukannya karena angga lebih berpengalaman soal ini.
Beberapa menit kemudian, setelah angga berulang kali memeras handuk berisi es batu itu lalu menempelkan nya di kening clarissa suhu tubuh clarissa sudah normal kembali.
Clarissa membuka mata nya perlahan. David yang melihat itu langsung menarik angga berdiri agar david dapat duduk di pinggir kasur itu.
"Gimana? Masih sakit kaki nya?" Tanya david panik.
Angga yang melihat itu hanya menggeleng geleng kan kepala nya.
"Mendingan kalian siap² untuk ke rumah sakit. Biasanya kalau orang terkilir di indonesia akan di urut habis itu sembuh, tetapi mungkin di jerman tidak ada tukang urut, jadi lebih baik kalian ke rumah sakit" kata angga memberi saran.
"Kita kerumah sakit ya clar?" Tanya david menatap lekat clarissa.
Clarissa membalas hanya dengan anggukan.
"Tapi sarapan dulu ya" kata david dengan lembut. Ia mengambilkan sandwich buatan diri nya sendiri.
Ia menyodorkan susu ke mulut clarissa.
"Gue bisa sendiri" kata clarissa dengan suara serak habis bangun tidur.
David memberikan gelas susu itu ke clarisa.
Setelah clarisa meminum susu, david menyodorkan sandwich ke mulut clarisa.
"Gue bisa sendiri dav" ucap clarissa kembali
"Tidak ada penolakan" kata david
__ADS_1
"Aaaaaaaaa" ucap david menyuapi sandwich tsb kedalam mulut clarissa.
Clarissa mengunyah sandwich tsb sambil menatap david.
"Kenapa dia hari ini baik sekali. Apakah dia merasa bersalah akibat kejadian kemarin?" Gumam clarissa dalam hati.
"Gausah ngeliatin gue segitu nya, gue tau gue ganteng" kata david.
Clarissa hanya tersenyum sinis lalu membuang arah wajah nya ke sembarang arah.
Sedangkan angga yang memperhatikan mereka dari kejauhan mempunyai firasat bahwa david menyukai clarissa. Tetapi ia tidak mau menanyakannya. Biarkan saja david nanti yang akan menceritakannya.
...
David menuntun clarissa agar memasuki taxi yang angga pesankan tadi.
Clarissa memasuki mobil dengan duduk di samping david. Sedangkan angga lebih memilih untuk bersantai di apartemen david sambil menunggu pukul 4 sore untuk berkuliah.
...
Dengan di pandu oleh suster, clarissa memasuki ruangan dokter tsb. Sedangkan david hanya di perbolehkan untuk menunggu di luar.
Beberapa menit setelah percakapan yang terjadi antara dokter dan clarissa, clarissa sudah di perbolehkan keluar dengan kertas yang bertuliskan kwitansi obat.
Ceklek...
Clarissa keluar dari ruangan tsb, david langsung menoleh ke arah clarissa.
"Bagaimana? Parah?" Tanya david
"Tidak. Sekarang kita ke apotek beli obat. Lu yg beliin ya" kata clarissa tersenyum kuda.
__ADS_1
"Giliran gini aja, gue yang di suruh" ucap david kesal.
Clarissa menarik tangan david yang sudah berjalan seperti biasanya.
Clarissa sudah tak duduk di kursi roda lagi, dan ia sudah tampak bisa berjalan seperti biasanya meskipun sedikit pincang.
...
David menebus obat untuk clarissa. Dan akan mengantarkan clarissa ke apartemennya.
"Clar" panggil david membuat clarissa berhenti dari jalannya.
"Hm" jwb clarissa
"Beneran ga sakit? Mendingan gue gendong aja deh" kata david
"Ga usah lebay. Gue bisa jalan sendiri" kata clarissa yang berjalan meninggalkan david di belakang.
David segera menyusul clarissa yang berjalan mendahului nya dengan jalan yang masih sedikit pincang.
David menggenggam tangan clarissa dri belakang.
Clarissa kaget dan menoleh ke arah david.
"Aku bisa jalan sendiri david" ucap clarissa dengan nada rendah
"Mau di gendong apa gandengan tangan?" Kata david.
Clarissa diam, dia berusaha untuk melepaskan tangannya dri david. Tapi semakin clarissa ingin melepaskan, david semakin mempererat pegangannya.
Sedangkan david malah memasang wajah biasa² saja seperti tak merasa bersalah.
__ADS_1
Karena sudah terlalu lelah memberontak, akhirnya clarissa membiarkan kevin menggandeng tangannya saat berjalan.
Seperti orang yang sedang berpacaran melewati tempat keramaian.