Yura Sabina

Yura Sabina
Episode 1


__ADS_3

Yura Sabina,


Seorang penulis lepas dengan segudang kecerobohannya. Gadis berusia 22 tahun ini seolah


punya energi lebih di setiap kesehariannya. Terlahir sebagai putri bungsu dari


keluarga yang berkecukupan tidak menjadikannya sosok yang manja dan sombong.


Berbekal restu dari orang tua dan sedikit uang di tabungan yang ia kumpulkan,


menjadi modalnya mengadu nasib di kota orang. Sudah hampir satu tahun ia


meninggalkan kampung halamannya dan belajar hidup mandiri. Jauh dari orang tua tidak


membuatnya takut, ia ingin membuktikan bahwa ia bisa sukses dengan caranya


sendiri tanpa adanya campur tangan dari orang tuanya. Terlebih lagi sekarang ia


juga menyandang status sebagai mahasiswi di tempatnya merantau. Salah satu


kampus swasta menjadi pilihannya untuk melanjutkan pendidikan yang tertunda.


Tujuannya adalah mencari pekerjaan yang bisa menunjang perekonomiannya, tanpa harus


mengganggu hobinya dan juga kuliahnya. Yura sudah menjadi penulis lepas sejak


ia duduk di bangku SMA. Banyak karyanya yang di terbitkan di beberapa situs dan


bahkan kadang dimuat di beberapa majalah. Baginya hobi itu bukan sekedar untuk


menghibur atau merelaksasikan diri, tapi juga haruslah sesuatu yang bernilai

__ADS_1


dan mungkin lebih bagus jika menghasilkan.


Berbeda lagi dengan kedua kakaknya, Naran Todoroki dan Zen Samada. Hobi mereka berdua


benar – benar membuat Yura risih. Naran dan Zen ikut pergi merantau bersama


Yura. Ya, ibu mana yang dengan relanya melepaskan anak gadisnya pergi jauh


tanpa pengawasan. Sebenarnya Yura sudah bersusah payah meyakinkan ayah dan


ibunya, tapi hasilnya nihil. Ia hanya di perbolehkan pergi jika kedua kakaknya


ikut.


Naran adalah anak pertama dari pasangan Veto Yama dan Yukian Putri. Umurnya terlampau


dua tahun lebih tua dari Yura. Naran adalah seorang selebgram, sebenarnya ia


satu Universitas Negeri. Tapi kembali lagi dengan dalih yang ia buat sendiri,


katanya ia tidak suka menjadi bawahan orang.


Seperti Yura yang mempunya hobi menulis dan membaca, dimana hasilnya sedikit memberi


royalti. Begitu juga dengan kakak pertamanya ini, Naran sangat suka


ber-swa-foto atau berselfie ria di ponsel pintarnya lalu kemudian menguploadnya


di akun media sosial. Karena parasnya yang cukup tampan ditambah lagi sosoknya


yang maskulin dan penuh kharisma, Naran memiliki jumlah followers yang banyak.

__ADS_1


Dan pada akhirnya ia menjadi seorang selebgram yang di gandrungi berbagai macam


endorsment.


Lain lagi dengan Zen Samada, hobinya yang tak bisa lepas dari game online membuat


Yura kerap kali memarahi kakak keduanya itu. Zen bisa berada di depan laptop


tanpa minum, makan, dan mandi hingga berjam – jam jika sudah masuk ke dalam


dunia gamenya. Sebenarnya Zen hanya menggeluti gamenya saat ia sedang tidak dalam


pekerjaan, karena Zen adalah seorang photographer, gambar – gambar yang ia


ambil mempunyai hasil yang cukup diacungi jempol. Zen juga kerap kali pergi ke


beberapa kota karena keahliannya itu. Tapi sayangnya Zen enggan untuk


melanjutkan pendidikan. Tidak peduli sudah berapa kali ayah dan ibunya membujuk


Zen, pendiriannya teramat teguh. Katanya ia sudah lelah berkutik dengan buku


dan beragam tugas yang membuatnya sakit kepala.


Seperti hari ini, tiga bersaudara itu berada di rumah yang mereka cicil dengan hasil


pendapatan mereka masing – masing. Naran dengan kamera dan media sosialnya, Zen


dengan gamenya, dan Yura dengan otak yang sedang ia usahakan berpikir untuk


mendapatkan ide menulis.

__ADS_1


__ADS_2