
ZALEN LAUNDRI KIRANA gadis cantik berusia 20 tahun ia terlahir dari keluarga sederhana.
ZALEN memiliki dua adik, LAUREN KIRANA dan DIAN KIRANA mereka masih seorang pelajar SMA di sekolah purwakerto jaya.
dengan ekonomi keluarganya yang tidak berkecukupan zalen harus menjadi tulang punggung keluarga agar dirinya dapat membiayai adik-adiknya bersekolah.
dan ia dapat melanjutkan kuliah S1 yang sempat tertunda oleh perekonomian keluarganya yang tak cukup.
bahkan dirinya juga harus melunasi beberapa hutang yang ayahnya pinjam di bank.
ZALEN tidak tau harus apa bahkan ayahnya tak peduli dengan keadaan keluarganya bahkan hutangnya pun di lempar ke dirinya dan sama sekali tidak mau menahu tentang kehidupannya, ibunya dan bahkan adik²nya sekalipun dan memilih mementingkan dirinya sendiri.
☘️
WHATSAPP.
DindaManish😘:
Len katanya Lo cari kerjaan? gue udah dapet ni cocok buat Lo.
ZalenSayang:
kerja apaan itu Din? gue gak mau kalo yang gak bener.
DindaManish😘:
negatifan amat otak lo Len. ya nggak lah
ZalenSayang:
iya².apa kerjaannya?
DindaManish😘:
__ADS_1
klining servic di perusahaan atmajaya.gimana mau kan Lo? lumayan gajinya Len 1 bulan 2 jt.
ZalenSayan:
⨼lumayan itu Din yaudah gue mau
DindaManish😘:
oke nanti gue daftarin.
ZalenSayang:
tenks ya Din kalo GK Lo gue GK tau sama siapa lagi🥺
DindaManish😘:
iya² Len GK usa lebay gitu.
"Tok tok...!!
" Kak zalen cepat keluar kata mama mau makan!!"
terdengar teriakan Dian dari balik pintu.
" Iya dek bentar" jawab zalen dan segera bangkit dari rebahannya berjalan ke arah luar dan menuju tempat makan yg sudah terlihat adik² nya duduk manis di kursi dengan menggunakan seragam mereka putih abu abu dan sang mama yg tengah menyiapkan lauk pauk di atas meja.
"cepat duduk dan makan " ujar Ratih mama zalen.
Zalen mengangguk tersenyum ke arah Ratih.
" Iya ma" jawabnya sambil menarik kursi di samping Dian duduk dan mendudukkan pantatnya.
__ADS_1
Semuanya tengah memakan sarapannya tanpa suara sedikitpun yang hanya terdengar dentingan sendok mereka.
" plang pling".
Ditengah kesibukan keluarganya makan Lauren clengak clengok menyadari bahwa sang ayah tak turut serta bersama mereka.
beralih menatap zalen dan Ratih dengan raut wajah bingung dimana ayahnya berada sekarang kenapa tidak ikut makan benaknya.
" Ma kakak" panggilnya menatap zalen dan Ratih bergantian.
Mendengar Lauren memanggilnya zalen dan Rati beralih menoleh ke arah lauren.
" Iya dek?" jawab zalen.
" Papa kemana kok gak ikut makan? "Tanyanya kearah mereka berdua bergantian.
ratih yang mendengarnya pun menoleh ke arah zalen bingung ntah apa yang akan dia katakan dan begitupun dgn zalen.
zalen menjawab sedikit pelan.
" Ayah sedari malam tidak pulang hingga saat ini dek".
Dian yang tadinya ingin masa bodoh kini menatap sang kakak terkejut ia ingin bertanya namun sudah terlebih dulu Lauren berbicara.
Terkejut Lauren tidak percaya jika ayahnya sedari malam tidak pulang memang dia kemana .
" Dari semalam?" jawab Lauren sedikit terkejut.
zalen hanya mengangguk dg ucapan Lauren sedangkan Ratih ia hanya menunduk menahan air matanya yg akan jatuh dari pelupuk matanya merasa sedih atas sikap suaminya yang lebih mementingkan dirinya sendiri dari pada ke tiga putri putrinya.
Zalen melirik sang mama yg kini menunduk ia mengerti bahwa Ratih saat ini merasa sedih dan mencoba menahan agar dirinya tidak menangis dan terlihat rapuh di depan putri²nya.
zalen tak menghiraukan pertanyaan dari Lauren dan tatapan tanya dari Dian ia langsung menyuruh mereka menghabiskan makanannya tanpa bantahan.
__ADS_1
" Sudah sekarang lanjutin makannya. kalian harus sekolah kan?.udah cepat makan nanti kakak antar."
lalu keduanya pun menurut masih dengan wajah sedih dan tanda tanya" memang ayah kemana"pikir keduanya.