
" ya saya dak tau. Tadi malem saya pulang jam 1 saya ngajak ayah kamu pulang tapi dianya gak mau yaudah saya pulang sendiri aja"
Zalen menghela nafas berat mendengar ayahnya tak pulang ternyata ada di club'.
" pak Karno" panggilnya.
tak kunjung ada jawaban zalen memeriksa henponnya apakah masih tersambung atau tidak.
"masih tersambung" ucapnya.
" Halo pak karno"panggilnya lagi.
" I iya Len apa kata kamu tadi"
" Ayah saya ngapain aja di club tadi malam"
menghela nafas berat Karno menjawab.
"Andro minum² sama saya tadi malam"
"Lagi? " ucap zalen tak percaya.
Merasa tidak ada lagi yang perlu ditanyakan Lauren pamit menutup telfonnya.
" Ya sudah saya tutup telfonnya pak makasih"
"Tuttt"zalen memutuskan panggilan dgn sepihak.
" Astaga...gue harus gimana biar ayah berubah"
ia mengusap wajahnya frustasi tak tau harus bagaimana Cara mengatasi kelakuan ayahnya yg tak kunjung berubah meski dirinya dan adik²nya sudah dewasa.
Zalen tak ingin berlalu lama dengan memikirkan kelakuan ayahnya ia beralih menghidupkan kendaraannya kembali dan bergegas agar lekas sampai kerumah.
☘️
☘️
" Pengen makan apa kalian? Biar gue yang mesenin" tanya sindi menawarkan diri.
" Bakso aja gue es teh 1 " ucap Tias
" Gue samain aja sama Tias"ucap Mia
" Lo ren?" Tanya Sindi ke arah Lauren .
" Samain aja kayak mereka sin"
" Oke gue mesen es teh 4 sama bakso 4" setelah menghitung makanan yang akan ia pesan, Sindi berlalu pergi dan memesannya.
Kini tinggal Tias Mia dan Lauren keduanya tengah mengobrol sedangkan Lauren hanya menyimak tanpa niat bergabung .
" Eh kalian tau gak? Kakel kita banyak yang cogan anjir" ucap Mia antusias.
"Bener banget Lo Mi gue Sampek gak kedip liat kakel tadi "
Seru Tias menggebu gebu.
__ADS_1
" Sumpah gue baru tau sekarang kalo kakel kita cogan cogan"
" Dasar Lo Mi. Tapi gue ya ngebayangin jadian sama kakel kita yang cogan² itu...aduhhh berbunga bunga hati gue jadi cenat cenut"
Tias mulai berhalusinasi jika dirinya tengah bergandengan tangan memamerkan kakelnya menjadi pacar.
"Kepedean Lo Yas gak usah mimpi terlalu tinggi nanti jatoh sakit😒"sewot Mia.
" Idihhh biarin kali.gak papa jatoh yang penting di tangkep sama Abang tamvan☺️" Mia yang mendengarpun geli sendiri.
"Gak waras Lo " jawab Mia merngidik ngeri melihat tingkah Tias.
Mia mengalihkan pandangannya menatap Lauren di depan ia duduk yang kini hanya memandang kosong ke arah depan.
" Eh Yas si Lauren kenapa ya bengong aja dari tadi" Mia menyenggol bahu Tias yang masih sibuk menghayal.
Tias pun langsung menoleh ke arah Mia dan beralih melihat Lauren yang tetap dengan posisinya.
"Iya ya mi.perasaan dari tadi yang cocot terus gue sama Lo doang deh" Tias berucap pelan ke arah Mia.
" Dia kenapa ya"lanjutx beralih menatap Lauren di depannya dengan alis terangkat.
heran dengan sikap Lauren yang dari tadi tidak mengeluarkan sepatah kata pun dan tetap ngelamun sontak Tias langsung memanggilnya.
" Ren" panggil Tias namun Lauren tidak menggubrisnya.
" Kurang nyaring kali Lo" Mia berpendapat.
" Eh Lauren " kini Tias sedikit menyaringkan suaranya agar Lauren mendengarnya.
" Lo kenapa sih dari tadi diem Baek ."tanya Tias yang langsung di angguki Mia.
"Iya tuh.dari tadi ngelamun terus"timpal Mia.
" Nggak kok ini gue cuma pusing aja" jawab Lauren beralasan.
" Masak sih" Mia melihat Lauren tak percaya.
" Udah deh ren kalo Lo emang punya masalah cerita aja sama kita.gue, Mia sama Sindi bakalan dengerin kok" Ucap tias.
Dirinya cukup mengenal sahabatnya ini jadi ia pasti tau jika
sahabatnya ini sedang mempunyai masalah.
"Iya tu ren dengerin kata tias.kalo Lo punya masalah dan butuh temen curhat kita bakalan selalu ada kok buat Lo" ucap Mia setuju dengan Tias.
Lauren tersenyum terharu dengan ucapan ke dua temannya yang sangat perhatian dan sangat menyayanginya.
" Sebenarnya gue cuma keinget sama ayah" terdengar Lauren sedikit sedih ketika menyebut nama sang ayah membuat
Sahabatnya melihat satu sama lain bingung.
Lauren memang tidak pernah membahas soal kehidup keluarganya dengan Tias Mia dan Sindi jadi mereka tidak tau ntah apa yang terjadi.
" emang bokap Lo kenapa?"tanya Tias hati hati.
" Bokap gue dari semalem gak pulang Yas" ucap Lauren pelan
__ADS_1
.
" Lah emang kemana bokap Lo" tanya Mia.
" Gue juga gak tau"jawab Lauren sendu yang kini menunduk merasa sedih.
Melihat temannya yang tengah sedih Tias dan Mia pun langsung menghampiri Lauren dan memeluknya memberi semangat meski keduanya tidak tau apa yang kini terjadi kepada temannya ini.
" Lo yang sabar ya ren.mungkin ayah Lo lagi cari kerja apalah gitu Sampek gak pulang semalem" ucap Tias mencoba menenangkan Lauren.
" Iya ren mungkin aja kayak gitu"ucap Mia membenarkan apa yang di pikir Tias .
Lauren yang kenal dengan sifat ayahnya pun tak mendengarkan apa yang di katakan Tias karna dirinya tau apa yang mungkin saja ayahnya lakukan di luar sana.
"Hiks hiks" kini Lauren tidak bisa menahan kesedihannya dan langsung menangis menyembunyikan kepalanya di balik kedua temannya yg ia peluk.
" Aduhh jangan nangis dong ren" Tias sedikit hawatir mendengar Lauren menangis sedangkan Mia mengusap lembut punggung Lauren mencoba menenangkannya.
" Cup cup cup".
Lama mereka berpelukan hingga Sindi datang dengan beberapa makanan di nampan yang ia pegang.
" Hai girls makanan udah Sam.."ucapan Sindi terpotong keheranan melihat sahabatnya yang kini berpelukan dan Lauren yang tengah menangis.
" Lo pada kenapa sih" tanyanya heran sambil meletakkan semua makanannya di atas meja dan mendekat ke tiga sahabatnya yang tetap dengan posisi mereka.
" Loh ren kok Lo nangis" Sindi mendongakkan kepala Lauren yang sedikit sembab.
" Dia habis nangis sin" ucap Tias yang kini sudah melepaskan pelukan mereka.
Mia hanya mengangguk dan Lauren masih sesenggukan.
" Lah kenapa" tanyanya sambil mendudukkan pantatnya di samping Mia .
" Dia kepikiran sama bokapnya" kini Mia yang jawab.
Kini Sindi tambah bingung emang kenapa bokap Lauren.
" Kenapa bokapnya emang"
" Gak pulang 2 hari" jawab Mia jujur yang langsung di pelototi tias.
Yang di pelototi pun hanya cengengesan.
" Loh kok bisa" tanya Sindi semakin heran.
" Aduhh makan aja yok gue udah laper ni.
Nanti keburu bel masuk"
Tias memilih tidak menjawab dan memilih mengakhiri pertanyaan Sindi dengan mengajak mereka makan.
sebab ia takut jika membahas tentang nyokap Sindi tidak sengaja menyakiti hati Lauren dengan pertanyaan yang Sindi beri dan jawaban yang akan Mia ucapkan karna si Mia emang ember mulutnya.
" Yaudah gue juga udah laper dari tadi"
Mereka kini dengan sigap mengambil makanan di atas meja dan memakannya tanpa obrolan sama sekali dan fokus dengan makanan mereka.
__ADS_1