ZALGA

ZALGA
BAB 4: TELAT JEMPUT


__ADS_3

Memasuki kamarnya zalen merebahkan tubuh di atas ranjang.


Ia menatap langit langit kamarnya menerawang jauh takdir yang ia jalani.


" Kenapa keluarga gue harus kayak gini.


Banyak banget masalahnya" zalen berbicara pelan ia merasakan sakit dan sesak di dadanya merasa muak dengan keadaan yang terjadi.


Terutama ulah ayahnya sendiri yang semakin menjadi jadi sehingga melakukan kekerasan terhadap mamanya.


" fhuhhhh" menghirup dalam dalam oksigen lalu ia hembuskan lewat mulut.


" Gini banget hidup gue. Jadi tulang punggung keluarga ngebiayain adik² gue trus harus bayar hutang yang ayah gue pinjem belum lagi kuliah gue.


aduhhh lama lama pecah otak gue mikirnya" zalen mengusap wajahnya frustasi memikirkan berapa uang yang harus ia dapatkan untuk biaya keluarganya.


Lama zalen berdiam diri hingga ia lupa harus jemput Lauren dan Dian dan sekarang ia tidak tau jam berapa.


" Eh ini udah jam berapa ya? " ia mengambil handphonenya di dalam saku kemeja yang ia pakai dan melihat sudah jam berapa sekarang.


" Astaga udah jam setengah 1"


Zalen terlihat terkejut karena jam pulang mereka sudah terlewat zalen langsung bangkit dari rebahannya dan menelfon Lauren.

__ADS_1


" Kok gak aktif" gumamnya sedikit panik.


'" coba gue telfon Dian"


tak lama panggilan pun tersambung.


" Iya kak" jawab Dian di seberang telfon yang kini tengah berada di dalam taksi bersama Lauren.


" Itu Kakak Di?" Tanya Lauren di sampingnya.


"Iya" jawab Dian singkat.


" Kalian sekarang dimana? Maaf kakak telat jemputnya biar kakak kesana sekarang " ucap zalen sedikit merasa bersalah dengan kedua adik²nya.


" Gak usah kak .Dian sama kak Lauren udah di taksi nanti udah nyampek" tolak Dian halus.


Zalen menghentikan langkahnya mendengar mereka dalam perjalanan pulang sekarang.


" Iya kak ini udah Deket kakak tunggu rumah aja" kini Lauren yang berbicara.


" Ya sudah kalo begitu hati² kalian di jalan.langsung pulang jangan nyangkut kemana mana" peringat zalen .


" Iya kakakkk" jawab mereka serempak membuat sang sopir tersenyum.

__ADS_1


" Assalamu'alaikum " ucap keduanya.


"Waalaikumsalam "jawab zalen dan mematikan panggilannya .


Zalen kembali masuk kedalam kamar Ia merasa lega sebab kedua adiknya tengah dalam perjalanan pulang dan dirinya bisa membaringkan tubuhnya lagi di atas ranjangnya yang empuk.


melihat langit langit kamar zalen berpikir.


" sampai kapan hidup gue kayak gini terus.."pikirnya.


Bangkit dari rebahannya zalen berjalan ke arah meja belajar dan mengambil buku membukanya mebalik lembaran demi lembaran .


" gue kangen masa kecil gue yang penuh canda tawa" ucapnya tersenyum memandang foto dimana dirinya tengah bermain di sebuah taman bersama Ratih tanpa beban.


" namun waktu begitu cepat dimana sekarang gue harus menjadi sosok yang bertanggung jawab bagi keluarga gue..


Bahkan harus menjadi sosok yang kuat dimana banyak kesedihan di hati yang harus gue Pendem tanpa keluarga gue yang tau"ucapnya penuh kesedihan .


" gue gak tau gimana kehidupan gue kedepannya..apa gue bisa merubahnya apa malah sebaliknya"lanjutnya.


" fhuhhh" membyang nafas berat zalen kembali menutup buku yang ia pegang beranjak kembali ke arah ranjang dan kembali merebahkan tubuhnya yang begitu lelah ntah karna perjaan atau lelah karna kehidupan yang begitu menyedihkan baginya.


Menutup mata perlahan zalen terlelap dalam tidurnya..ia sangat suka dengan tidur dimana membuatnya berhenti sejenak menjalani kehidupan yang begi pahit baginya.

__ADS_1


__ADS_2