ZALGA

ZALGA
PUJIAN


__ADS_3

Jam menunjuk kan 12:05 siang hari yang mulai sore dimana zalen kini masih di sibukkan dengan pekerjaan barunya meski jam sudah menunjukkan waktu istirahat.


Di saat semua rekannya istirahat kini zalen masih dalam satu ruang dengan def.


Ingin cepat kelar pekerjaannya ia dengan sigap mengepel mengelap .


yang beberapa kali def matapnya membuat ia merasa risih dirinya yang selalu di perhatikan membuat dirinya salah fokus.


Merasa dirinya di perhatikan yang kini tengah mengepel zalen melirik kearah def yang juga sedang menatapnya dingin.


Terkejut dengan bertemunya kedua netra mereka membuat zalen tersentak dan langsung menundukkan kepalanya.


" aduhhhh mati gue" ucapnya dalam hati merutuki kebodohannya kenapa dirinya harus menoleh ke arah def tadi.


Def tersenyum simpul melihat tingkah zalen yang menurutnya sangat lucu dan konyol.


" Zalen laundri Kirana" panggilnya agak nyaring .


Zalen yang tengah mengepel pun langsung berbalik menoleh ke arah def tengan duduk.


" iya pak def ada apa?" Tanya zalen.


Def beranjak dari duduknya berjalan melangkah ke arah zalen berdiri.


Zalen sedikit was was jikala def melangkah semakin dekat ke arahnya.


" eee pak def" ucapnya sedikit gugup mundur 2 langkah agar dirinya sedikit jauh dari def.


Namun tak sampai disitu def justru lebih mendekatkan dirinya sehingga zalen mundur lagi beberapa langkah sampai dirinya kepentok dinding tembok.


Merasa dirinya sudah tidak dapat mundur lagi zalen hanya pasrah denga def yang kini berada di depannya menatap wajah cantiknya dengan rambut yang ia jebol ke atas memperlihatkan leher mulusnya.

__ADS_1


Ada ruang untuknya kabur dari arah samping kiri ia segera berlari namun kalah sigap oleh def ia menempelkan kedua tangannya ke tembok mengurung zalen di tengahnya.


" mau kemana" tanya def masih dengan nada dingin.


Takut hanya itu yang Zalen rasakan di saat situasi seperti ini.


" ee-ee i -itu saya harus cepat ngepel di sebelah sana pak"jawabnya terbata bata tanpa melihat wajah def di depannya sekarang.


Def tidak senang jika dirinya berbicara tidak menatap matanya jadi ia menarik dagu zalen agar dapat menatapnya.


" jika saya sedang berbicara maka pandanglah saya apa kamu mengerti...zalen" ucapnya lembut namun seperti ada aura mengancam.


Zalen mengangguk.


" i- iya" jawabnya menatap netra hijau def.


Def tersenyum ia sangat menyukai gadis yang penurut seperti sosok zalen di hadapannya sekarang.


" kau sangat cantik"


Terkejut atas pujian def juga rasa geli yang ia rasakan membuat bulu bulu tangannya meremang semua.


...****************...


Di sebuah tempat sepi jauh dari pedesaan dimana ke tiga pria bermain judi bersenang senang dengan beberapa minuman alkohol yang menemani mereka.


" heh Indro ..ni minuman buat Lo gue traktir" ucap salah satu pria buncit yang sudah sedikit mabuk dengan satu botol minuman alkohol di tangannya.


Ya di sini sekarang ayah zalen di sebuah tempat yang sudah tidak terpenghuni yang mereka buat sebagai bascam permainan haram mereka semua.


" gue udah teler bondos..Lo aja yang minum" jawab Indro sedikit berat dengan dirinya yang sudah tergeletak di sofa merasa sangat pusing.

__ADS_1


" yaudah kalo Lo gak mau..ini ton buat Lo" ucapnya menawarkan kepada Anton di samping ia duduk namun Anton mengibaskan tangannya tidak ingin minum.


Namun beberapa saat mereka bersenang senang terdengar suara tembakan dari arah luar yang membuat ketiga pria itu terkejut bukan main.


" Dorr Dorr!!"


" eh anjing kalian denger gak suara apa itu" ujar bondos kaget.


" mati kita itu suara tembakan anjing" jawab Anton yang kini mulai merasa takut.


Merasa keberadaan mereka sudah tidak aman filing sudah kuat mengatakan jika yang meluncurkan tembakan itu tak lain tim kepolisian.


Tanpa banyak bicara bondos dan anton memilih meninggalkan Indro di sana.


" kita lari?" Tanya bondos yang sudah beranjak dari duduknya.


" Yaudak ayok" mereka berdua melarikan diri meninggalkan Indro yang tergeletak di sofa yang tidak sadarkan diri.


Di saat bondos dan anton melarikan diri pintu sudah di labrak tim kepolisian dan mulai menggeleda segala ruangan yang mereka dengar sering terjadi permainan judi dan tempat sabung Segala macam.


" kalian gelede sebelah sana" perintah komandan kepolisian.


Sampai dimana beberapa polisi masuk dalam ruangan yang dimana terdapat Indro di dalamnya.


Mereka langsung sigap mengamankan Indro yang tengah tak sadarkan diri.


" Kita sudah mengamankan satu tersangka komandan" lapor salah satu polisi.


Komandan mengangguk dan memberi perintah.


" bagus sekarang kita balik ke kantor kita introgasi dia nanti" perintahnya dan berjalan meninggalkan TKP membawa Indro bersama mereka.

__ADS_1


__ADS_2