
di waktu jam istirahat Kini di ruang perpus tengah Lauren dan Dian bersantai membaca buku yang mereka minat.
Deretan bermacam macam buku yang tersusun rapi di rak tidak membuat mata yang melihatnya jengah.
Meski begitu mereka semua sangat tertip dengan aturan perpus jika tidak boleh ada yang membuat kebisingan yang dapat mengganggu pembaca yang lain.
Lauren serta Dian Membuka selembar demi selembar halaman dengan mimik wajah serius.
Sebab yang mereka baca bukan buku pelajaran melainkan novel yang mereka bawa dari rumah dan membacanya di ruang perpus agar dirinya tidak sampai ketahuan GURU BK.
" Romantis banget si areksa ini Di" bisik Lauren kagum kearah Dian yang berada di sampingnya .
Dian menoleh penasaran dengan apa yang di ceritakan novel yang Lauren baca.
" romantis? Gimana perlakuan areksa sama Kanaya" tanyanya antusias dan sedikit memelankan suaranya agar tidak mengganggu yang lain.
Lauren menatap Dian dengan mimik wajah menggoda.
" hihihi kepo deh Lo..nanti Lo baca sendiri aja" goda Lauren dan kembali membacanya.
Menghembuskan nafas dengan kesal Dian beralih kembali membaca novelnya tanpa niat ingin bertanya lagi kepada Lauren .
Tak lama ada kakel tampan yang menghampiri keduanya dengan buku yang ia bawa.
" maaf boleh saya duduk di sini?" Tanyanya sopan yang masih berdiri melihat kearah Lauren dan Dian dengan tersenyum.
__ADS_1
Mereka berdua mendongak melongo menatap wajah tampan kakelnya ini dan mereka hanya mengangguk mempersilahkan.
Mendapat izin pria itu mendudukkan pantatnya di sebelah kanan Lauren yang sedikit dekat dengannya .
" terima kasih" ucap pria seraya tersenyum kearah keduanya.
Lauren merasa was was jantung yang mungkin tidak akan aman nantinya sebab cogan yang berada dekat dengannya di tambah ia yang terus menerus di goda dengan kedipan dan senggolan dari Dian yang berada di samping kiri dirinya membuat jantung pengen copot keringat basah di mana mana.
Sedangkan pria itu hanya biasa biasa saja yang mulai membaca novel yang ia bawa.
Merasa penasaran dengan sosok cogan di samping kakaknya Dian memulai pembicaraan.
" ee... kakak namanya siapa?" Tanya Dian .
Menoleh ke arah Dian pria itu tersenyum mengulurkan tangannya ke arah Dian dan menjawab.
Mendapat uluran tangan Dian tidak ingin menyia nyiakan dan langsung ia terima.
" Dian Kirana " jawabnya tersenyum semanis mungkin.
Sedangkan Lauren hanya menyimak keduanya tanpa ingin ikut dalam obrolan .
" kamu?" Tanya Raihan beralih mengulurkan tangannya ke arah Lauren .
Lauren menatap tangan yang terulur di depannya dengan jantung berdebar kencang ia menjawab.
__ADS_1
" Lauren Kirana"jawabnya tersenyum.
Keduanya terkunci dalam sebuah tatapan mereka sendiri membuat Dian menahan senyum merasa geli geli gimana gitu .
Tak kunjung sudah tatap tatapan mereka berdua membuat Dian jengkel sendiri bagaikan nyamuk di tengah keberadaan mereka.
" ekhem.. ukhukkk ukhukkkkk" sengaja Dian batuk batuk agar dapat membuat keduanya sadar dari pandangan asmara .
Tersentak dengan suara dahakan Dian Lauren tersadar dan melihat kearah tangannya yang masih menggenggam tangan Raihan , terkejut ia langsung melepaskannya ia begitu merasa malu dengan pipih merah merona.
begitupun dengan Raihan dirinya tersenyum salting jantung berdetak tak karuan merasakan hal aneh apadadirinya.
Dian melirik pada keduanya tersenyum sendiri melihat betapa merah merona pipi keduanya.
" ekheemm lagi ada yang kasmaran nih" ucapnya sedikit nyaring kearah Lauren dan Raihan dengan tersenyum menggoda.
Lauren menatap tajam Dian yang hanya menyengir menanggapinya sedangkan Raihan hanya tersenyum malu.
Mendengar suara Dian yang membuatnya terganggu membuat seseorang memanggilnya.
" Shut shut" panggil seseorang dari arah belakang.
Mendengar bisikan seseorang dari arah belakangnya Dian menoleh mendapati seseorang meletakkan jari telunjuk di bibirnya.
" shuuutttt"
__ADS_1
Dian mengangguk tersenyum sambil memberi kode maaf.