ZALGA

ZALGA
BAB 1: SALAH KAMAR


__ADS_3

☘️


☘️


" Dian sekolah dulu kak"


" Iya.Jangan nakal² Sekolah yg rajin mengerti?"


" Iya kak.assalamualaikum"


" Waalaikumsalam "


"Bay!!" ucapnya melambaikan tangan melihat sang adik memasuki gerbang sekolah.


Hanya tersisa Lauren di samping ia berdiri zalen menoleh dan bertanya.


" Len kamu kok gak masuk?" tanya zalen namun tidak ada jawaban dari Lauren yang kini hanya menunduk.


Lauren mencengkram tangannya kuat hingga mengeluarkan suara.


" Aku ngerasa jadi beban buat kakak sama mama" ucapnya dengan menutup mata merasakan sakit jikala ia mengucapkan kalimat tadi.


memberanikan diri Lauren mendongak menatap zalen yg sekarang tengah menatapnya berkaca kaca TK percaya.


"aku udah besar tapi GK bisa bantu kakak sama mama. Aku hanya bisa bikin kakak sama mama kesulitan buat biaya sekolah aku."


tak kuasa menahan air matanya Lauren kini terisak dengan sendu.


zalen tak percaya akan kata² dari Lauren melihat mata Lauren yang mulai sedikit berair dirinya langsung menarik tubuhnya dalam pelukan ia merasa terharu jg merasa sedih dalam hatinya mendengar tutur ucapan dari Lauren yg menurutnya itu semua dari hati kecilnya.


" Dek jangan bilang kayak gitu.kamu bukan beban buat siapa² malah kamu penyemangat buat kakak sama mama.


kamu gak boleh ngomong kayak gitu lagi okey kakak gak suka dengernya.


km bukan beban bukan sama sekali." Ucapx sambil mengelus elus punggung Lauren dg sayang menenangkan dirinya yg tengah menangis di balik lehernya.


Melonggarkan pelukannya zalen menatap mata Lauren yang kini sembab.


" Sudah cukup² GK boleh ada air mata lagi okey" lanjutnya sambil menghapus sisa sisa buliran air mata di pipi lauren dan menarik ujung bibirnya membentuk lengkungan.


" nahh kan cantik kalo gini"ucap zalen tersenyum.


Lauren tersenyum lalu memeluk zalen lg dengan erat.


" Makasih ya kak.makasih udah jadi kakak yg baik buat Lauren" ucapnya pelan.


" Iya"zalen tersenyum dan melonggarkan pelukannya menatap Lauren dan berkata.


"belajar yg rajin biar nantinya jadi orang sukses dan bisa bantu mama sama kakak"


" iya kak aku bakalan rajin belajarnya"Lauren menjawabnya dgn sungguh sungguh menyeka air matanya sendiri.


"Ya udah sekarang kamu Sana masuk nanti telat kalo terus ngobrol" ucap zalen terkekeh di akhir kalimat.


" Iya kak.assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Setelah mengantar Lauren dan Dian,zalen langsung menjalankan motorx dimana tempat apartemen Dinda yg tadinya sempat menawarkan pekerjaan dan ingin mendaftarkannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Butuh 15 menit dirinya sudah sampai di depan apartemen temannya dan mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam apartemen menuju lift lalu masuk dan menekan no 5 yang akan membawa dirinya ke lantai 5 dimana letak kamar Dinda berada.


"Ting"


Lift terbuka lalu dirinya berjalan mencari kamar Dinda yang no 1354.

__ADS_1


" pasti ini" gumamnya menerka.


ia lalu membuka pintu perlahan dan.


" ahh sedikit lagi sayang.hmmm ahhh ssss lebih cepat"


" Gini sayang?"


Zalen terkejut mendengar suara dari dalam kamar tengeh dua sejoli sedang bercinta di dalam sana.


dengan cepat zalen menutup pintu kamar ke kembali dengan tangannya yang gemetar.


zalen mematung beberapa detik lalu dirinya berfikir apakah itu sahabatnya Dinda? Zalen menggeleng tidak mungkin dinda.


tetapi dirinya masih berfikiran negatif memang benar ini kamar dinda tidak mungkin orang lain akan menempatinya.


Dengan segala fikiran bodohnya zalen tak menyadari akan kehadiran wanita di belakangnya yang tengah melihat dirinya heran.


Mendekat ke arah zalen menelitinya sedang apa di depan pintu kamar seseorang.


" Len " panggilnya menepuk pundak zalen kencang.


Zalen yang tengah memikirkan sesuatu pun terkejut dengan tepukan yang Dinda lakukan.


" Astagfirullah!!" Zalen tersentak dg sesuatu yg menepuk dirinya dari arah belakang sontak zalen langsung menoleh ke belakang yg dimana tengah ada sosok dinda yang menatapnya keheranan.


" Lo ngapain depan pintu kamar orang?" Tanya Dinda dengan menaik kan 1 alisnya bingung.


" Shutttt" zalen menempelkan jarinya di depan mulut Dinda dan membawanya sedikit menjauh dari kamar itu.


" Astaga Len Lo apa apaan sih" ucap Dinda sedikit heran dengan tingkah laku sahabatnya ini yang langsung menariknya gak jelas.


" Ya Allah Dinda gue pikir itu Lo tadi di dalem" ucapx heboh membuat Dinda semakin bingung di buatnya.


" emang kenapa di dalem"


" Enak enak gimana maksud Lo"


" Lagi nanem bibit anak"


" Eh yg bener Lo Len "


" Iya din tadi gue sempet buka itu pintu gue kira itu kamar lo.lah yang ada gue denger suara laknat"


" Trus Lo ketahuan gak sama tu orang"


" Untung nggak Din"


" Sukur Lo Len gak ketahuan kalo ketahuan sssss dibikin enak enak juga kali Lo".


" Ihhh amit amit aja"zalen bergidik ngeri membayangkan dirinya bercinta sama om om ih jijik banget.


sedangkan Dinda hanya terkekeh sendiri melihat ekspresi zalen yang terlihat jijik.


" Ya udah yok kekamar" ajak Dinda.


" Biarin itu sejoli buat anak jangan di ganggu dosa" lanjutnya. mereka berdua terkekeh di akhir kata Dinda .


Mereka berdua berjalan beriringan dan membuka kamar yg tak jauh dari kamar tadi yg tertera no 1356.


" Cklek"


pintu terbuka dan mereka memasukinya bersama.


" Ohhh ini kamar Lo Din .gue kira yang tadi heheh😅" ucap zalen dengan sengirannya.


" Makanya liat dulu nomernya biar gak kayak tadi untung mereka gak terganggu akibat Lo Len kan kasian merekanya."

__ADS_1


Zalen hanya cengengesan mendengar Omelan Dinda.


" iya din gue juga kasihan kalo itu sejoli terganggu kan yang ada malu nantinya"


" Ya itu Len belum juga sempat pelepasan eh malu juga yang dapat kan kasihan junior si om nya😁"


"Hahahaha!!!" Mereka berdua tertawa dengan obrolan mereka sendiri yang sangat konyol menurut mereka.


Zalen meneliti setiap sudut kamar Dinda yg terlihat rapi dan elegan terlihat beberapa buku dan tempat belajar di sudut kiri ranjang miliknya.


beberapa foto dan lukisan yg terpajang di dinding,kasur yang empuk membuatnya nyaman berbaring di atasnya


" ahh nyaman banget " ia mengakui betapa nyaman hidup seorang Dinda how Lang sebagai keturunan keluarga kaya raya blasteran chindo yang memiliki semua fasilitas lengkap, hidup yang nyaman tanpa beban sedikitpun.


"gue udah daftarin Lo ke perusahaan atmajaya.


dan tadi gue dapat panggilan dari perusahaan itu kalo Lo di terima dan Lo bisa mulai kerja besok".ujar Dinda sembari mendudukkan pantatnya di sofa tak jauh dari ranjang dimana zalen tengah membaringkan tubuhx.


"yang bener Lo Din .Lo seriuskan" terkejut senang dengan ucapan Dinda ia langsung bangkit dari rebahannya menatap temannya tak percaya.


Dinda mengangguk.


" Iya gue serius" jawabnya..


" Alhamdulillah dinnn..gue seneng banget" sangat senang Dinda langsung menghamburkan pelukan ke Dinda yang langsung di terima hangat olehx.


" Selamat len lo bakal kerja 1 perusahaan sama gue" ucap Dinda seraya melepaskan pelukannya.


" Gue seneng banget. semoga gue bisa ngelanjutin kuliah gue Din" ucapnya terharu.


" Aminn semoga Len" Dinda menepuk bahu temannya memberi semangat dan selamat atas pekerjaan barunya yang ia dapat.


" Ya udah gue pulang dulu.gue masih harus bantu mama di rumah."


" cepet banget baru juga duduk"


" sorry ya Din gue sibuk banget sekarang ...biar kapan kapan aja okey" ucap zalen beranjak dari duduknya.


" Oke" jawab Dinda pasrah.


" Teks Din pekerjaannya"


" Iya. jangan lupa besok jam 6 udah ada kantor okey👌🏻"


"Oky👌🏻"


zalen melangkahkan kakinya berjalan keluar kamar Dinda dan berjalan masuk dalam lift yang akan mengantarkan nya kebawah apartemen dan berjalan ke arah pintu dan keluar lalu ia menaiki motornya yang ia parkir di depan apartemen dan melajukannya berjalan menjauh dari apartemen.


☘️


☘️


Di tengah perjalanan zalen teringat dengan sang ayah yg tak kunjung pulang sampai siang ini . ia meminggirkan motornya mengambil smartfon dan menelfon seseorang berulang kali yang tak kunjung di angkat.


"Ya Allah ayah angkat telfonnya dong" terlihat raut wajahnya yang gelisah dg ayahnya yang tak pulang semalaman.


" Apa gue telfon teman ayah aja ya" tanyanya kepada dirinya sendiri.


"coba deh gue telfon" dirinya langsung mengetik no seseorang dan menelfonnya tak berselang lam panggilan yang ia mulai langsung terjawab.


" assalamuakum pak Karto"


"Waalaikumsalam nak zalen." Ucap seorang laki² di seberang telfon yang terdengar seumuran ayahnya.


" Gini pak saya ingin nanya soal ayah saya.bapak tadi malem sama ayah saya gak pak?" Zalen berharap agar dapat informasi tentang ayahnya dari pak Karto yang cukup akrab dengan ayahnya.


" Iya Tadi malem Andro di klub sama saya Len "

__ADS_1


" Trus ayah saya kemana kalo ayah saya tadi malem sama bapak"


__ADS_2