[Cinta Yang Ditolak]

[Cinta Yang Ditolak]
tatapan tajam


__ADS_3

zania dan arza sedang duduk di taman rumah zania,mereka terdiam sebelum akhirnya arza mulai membuka pembicaraan.


"niza,Abang minta maaf sama kamu" kata arza


"untuk apa Abang minta maaf sama Niza" tanya zania bingung sambil menatap bola mata arza


"Abang mohon sama kamu Niza percaya sama abang,Abang gak ada niat buat permainan kamu Abang udah cari kamu,tapi kamu dan keluarga kamu sama sekali gak ada kabar,Abang udah putus asa nyari kamu,dan..." kata arza menjelaskan.


zania menatap arza seolah menunggu apa yang akan dikatakan kembali oleh arza,namun arza hanya diam seolah enggan melanjutkan kata-katanya.


"dan apa Abang?" tanya zania penasaran


arza tetap diam dia hanya menatap bola mata zania,seolah berbicara tatapan nya yang berbicara.


"Abang jangan merasa menyesal dengan keputusan Abang menerima perjodohan itu,ini adalah pilihan keluarga Abang dan Abang harus bisa menerima nya" kata zania tanpa menatap arza


"Abang gak bisa Niza,Abang cuma cinta sama kamu dan kamu juga tau cinta ini tumbuh bukan baru beberapa bulan,tapi sudah bertahun-tahun" jawab arza sedikit emosi

__ADS_1


"aku tau Abang,aku juga seperti itu tapi kita tidak bisa melawan takdir,mungkin adalah takdir kita,Abang dengan wanita yang dijodohkan itu dan aku dengan calon imam ku nanti Abang" sahut zania.


mendengar zania menyebut calon imam amarah arza tidak bisa terkendali,arza tidak suka ketika zania mengatakan calon imam yang bukan dirinya,hati dan jiwanya seolah terbakar.


"calon imam mu nanti hanya aku zania,dan jangan pernah kau berani berkata seperti itu lagi,karna kau hanya milik seorang arza aljazira dan kau harus mengerti itu" kata arza dingin.


setelah mengatakan itu arza pergi meninggal kan zania sendiri tanpa berbicara sepatah katapun.


"ya Allah,aku benci cinta ini jika aku tau jalan cintaku seperti ini,aku tidak akan pernah membiarkan diriku jatuh cinta pada arza" batin zania.


zania dan keluarga nya sudah bersiap-siap untuk pergi ke acara pertunangan penerus keluarga Al-Jazeera.


sepanjang jalan zania hanya duduk diam dan hanya bebicara ketika ada yang bertanya,zalea sebagai kakak zania pun ikut sedih karna dia bisa merasakan bagaimana perasaan zania saat ini namun iapun enggan untuk bebicara.


mereka pun sampai di hotel Al-Jazeera grand,di parkiran zalea menyuruh Abi,umi,dan Ahsan untuk masuk duluan karena acara pun akan dimulai,tapi zalea sebenarnya ingin berbicara dulu dengan zania.


"Niza tunggu dulu" panggil zalea ketika zania ingin melangkah mengikuti orang tua dan adiknya

__ADS_1


"kenapa kak?" tanya zania.


tanpa mengucap sepatah katapun zalea langsung memeluk zania dengan erat,zania langsung menangis ketika kakak nya memeluk nya seolah mengerti apa yang sekarang dirasakan dirinya.


"menangis lah niz,kakak siap menjadi sandaran kamu jangan kamu pendam perasaan sakit ini sendiri,karna kakak tau kamu gak akan sanggup" kata zalea lembut


"makasih kakak,aku bersyukur ada kakak yang selalu ngerti dengan perasaan aku,aku minta maaf kak gara-gara aku calon suami kakak malah kebawa juga dalam masalah ini" kata zania menyesal


"gak papa kok za,malahan kakak merasa senang berarti calon suami kakak sudah diterima di keluarga kita,nyatanya dia belum jadi suami udah dinaggap keluarga" balas zalea seraya tersenyum.


setelah zania tenang,zalea dan zania pun masuk dengan senyum manisnya,karena walaupun hatinya sedih zania tetap harus menunjukkan pada dunia kalau dia tidak apa-apa.


ketika zania dan zalea masuk banyak laki-laki yang terpana melihat mereka,tapi tatapan para lelaki lebih ke zania karna memang zania lebih cantik di banding zalea,zalea saja pernah mengatakan kalau masalah kecantikan adiknya lebih unggul.


dibalik itu,ada tatapan mata tajam yang terus mengawasi zania,siapa lagi kalau bukan arza dia sedang berbicara dengan kolega bisnis tapi perhatiannya teralihkan dengan sosok cantik yang baru datang,matanya menahan saat melihat senyum zania diperlihatkan pada umum,apalagi di acara tersebut sangat banyak kolega bisnis nya yang masih muda menatap zania seolah melihat bidadari,dan arza sangat membenci hal tersebut.


ketika mata zania tidak sengaja bertemu dengan mata tajam arza,senyum zania pun langsung lenyap karena tatapan arza seolah berkata jangan berani tersenyum seperti itu di depan laki-laki lain membuat nyali zania menciut seketika.

__ADS_1


__ADS_2