![[Cinta Yang Ditolak]](https://asset.asean.biz.id/-cinta-yang-ditolak-.webp)
masih flashback
setelah menunggu sekitar 1 jam Agra masuk ke ruangan arza yang sudah kembali seperti semula.
"gimana?" tanya arza langsung saat Agra masuk
"Lo ya,gak tawarin gue duduk dulu apa,minum kek tanya baik-baik,lah ini langsung nyerocos kek Mak gue lu ya" gerutu Agra kesal.
arza melempar tatapan tajam kepada Agra,sedangkan Agra yang mendapat tatapan tajam arza hanya duduk santai di sofa karena dia sudah terbiasa dengan tatapan tajam arza.
"kagak usah nengok gitu juga kali" kata agra seraya bangun dari duduknya
" makanya cepet deh Lo jangan banyak *****" ujar arza kesal
"jadi zania itu kerja di rumah sakit yang terdapat saham kita,dia juga punya teman dekat yang bernama Kiara Anastasya sekaligus asisten nya,dan juga zania selalu dikejar-kejar oleh seorang dokter muda bernama rudi,Rudi menyukai zania dari mereka masih kuliah,Rudi juga bekerja di rumah sakit tersebut sebagai dokter umum" jelas Agra membaca laporan yang diberikan anak buah nya.
"hmm,yasudah keluar dari ruangan ku" suruh arza sinis
"apaa? kagak ada terima kasih nya gitu" tanya Agra tidak percaya
arza tidak menjawab hanya menatap Agra dingin,Agra pun keluar dengan kesal.
sedangkan arza sekarang sedang berdiri menatap pemandangan kota Banda Aceh dari kaca ruangan kerja nya,seraya bergumam dan tersenyum menyeringai.
"kalau sampai gara-gara laki-laki itu kau memutuskan hubungan kita zania,maka akan ku buat kau kembali kepadaku karena laki-laki itu juga" gumam arza tersenyum menyeringai
flashback end
__ADS_1
zania yang terkejut tidak dapat mengontrol ekspresi nya,arza yang melihat itu hanya tersenyum tipis dan berlalu pergi.
semua dokter wanita hari ini selalu membicarakan arza karena ketampanannya,banyak yang berdandan cantik hanya untuk memikat hati arza.
zania yang melihat mereka hanya memutar bola mata malas seraya berjalan di koridor rumah sakit menuju ruangan nya, tiba-tiba dokter Rudi menghampirinya.
"assalamualaikum dokter zania" sapa dokter Rudi lembut
"waalaikum salam dokter Rudi,ada apa ya?" tanya zania langsung
"begini dokter zania,saya mau minta tolong untuk membantu saya mengobati pasien yang menderita demam berdarah" ujar dokter Rudi
"maaf dokter bukan maksud saya menolak,tapi itu bukan bidang saya" tolak zania halus
"tapi dia seorang bayi dokter" kata dokter Rudi lagi
"mari dokter pasien ada di UGD" kata dokter Rudi seraya berjalan dan zania mengikuti di belakang.
mereka tidak sadar kalau ada sepasang bola mata yang menatap tajam kepergian mereka dari ruangan atas.
"berani sekali kau pergi berdua dengan nya zania" kata arza dengan wajah merah padam
zania dan Rudi sudah sampai di ruang pasien tersebut,setelah memeriksa pasien mereka keluar dan berpisah.
karena zania akan pulang ke rumah,sedangkan Rudi pergi keruangan nya.
di parkiran tiba-tiba tangan zania ditarik oleh seseorang dan memasukkan zania kedalam mobil orang tersebut.
__ADS_1
zania yang melihat mobil milik orang tersebut langusng tau siapa yang menarik nya itu.
"Abang ngapain sih tarik2 Niza" ujar zania saat mereka sudah di dalam mobil
"kemana kamu pergi bersama laki-laki itu?" tanya arza dingin
"maksud Abang dokter Rudi?" tanya balik zania.
arza yang mendengar zania menyebut nama laki-laki lain di depannya langsung emosi,dia merasakan hawa panas dari tubuh nya seolah darah nya sedang mendidih.
"jangan sebut nama laki-laki lain di depanku Niza" bentak arza.
zania yang mendengar bentakan arza pun ketakutan,karena selama ini arza tidak pernah membentak zania sama sekali.
"Abang kenapa bentak aku" ujar zania ketakutan
"maafin Abang niz,tapi jangan pernah menyebut nama laki-laki lain di depan abang,Abang gak suka" jelas arza penuh penekanan di setiap kata.
"Abang kita udah gak ada apa-apa,jadi terserah Niza mau pergi kemana dan menyebut nama laki-laki lain" jelas zania.
sejujurnya zania sendiri merasa hatinya sakit saat mengatakan hal tersebut.
"aku pacar kamu zania putri Al-Habib" hardik arza yang sudah tidak bisa mengontrol emosinya saat zania mengungkit hal yang paling dibencinya.
sedangkan zania hanya bisa menatap arza dengan mata berkaca-kaca karena mendengar bentakan arza.
"memutuskan suatu hubungan karena terpaksa sangat lah menyakitkan"
__ADS_1