[Cinta Yang Ditolak]

[Cinta Yang Ditolak]
menikah


__ADS_3

zania langsung bergegas pergi ke ruangan pribadinya untuk mengambil jas dokter dan kebutuhan untuk pemeriksaan,sedangkan Kiara sudah menunggu di depan pintu masuk keruang pribadi zania.


setelah mengambil semua keperluan nya zania langsung bergegas pergi ke kamar pasien ruang VVIP.


"assalamualaikum" ucap zania dan Kiara bersamaan


"waalaikum salam" jawab orang tua pasien


"silahkan Bu dokter" kata ibu dari pasien zania .


zania pun memeriksa pasien nya dengan sangat teliti,setelah semua selesai zania dan Kiara langsung bergegas pergi setelah meminta izin pada keluarga pasien.


"niz besok kamu full ya?" tanya Kiara


"lah kan kamu Ki yang ngurus jadwal aku gimana sih" ujar zania tertawa kecil


"iya sih,tapi aku takut kamu mungkin besok ada keperluan pribadi" kata Tiara


"oo,ngak kok palingan besok habis dari rumah sakit aku langsung pulang" ujar zania tersenyum.


mereka pun sudah sampai di ruang pribadi zania,Kiara dan zania memutuskan untuk berbincang di sofa yang ada di ruangan zania.


"gini niz,besok aku mau tunangan Kam.." Kiara belum selesai bicara tetapi sudah dipotong oleh zania


"apaa,kamu udah mau tunangan dan gak pernah cerita sama aku,sungguh terlalu" ujar zania dramatis


"ishh kamu, aku belum selesai ngomong udah nyerocos aja,kamu juga ngapain dramatis gitu" kata Kiara terkekeh

__ADS_1


sedangkan zania hanya nyengir karna jujur dia memang sangat terkejut dengan kabar pertunangan Kiara.


"jadi gimana?" tanya zania


"gimana apanya sih niz?" tanya Kiara bingung


"ya kamu,tunangan nya besok ngundang aku gak?" tanya zania tersenyum


"ya makanya aku ngomong mau ngundang kamu sama kak zalea juga" ujar Kiara


"oo oke,jam berapa acaranya?" tanya zania


"jam 8 malam,datang ya" jawab Kiara


"pasti dong" mereka pun tertawa bersama.


🌵🌵🌵


makan malam keluarga Al-Jazeera sangat lah hening,hanya ada suara dentingan sendok yang beradu dengan piring.


setelah makan arza memutuskan untuk berbincang-bincang dengan ayah dan ibunya.


"za,kapan kamu menikah sih za?" tanya mama arza lembut


"ck,mama selalu aja bahas masalah itu" decak arza kesal


"ya terus mama mau gimana,kamu tu umurnya udah 28 tapi belum nikah juga,mama curiga apa kamu itu.." mama arza tidak melanjutkan ucapannya

__ADS_1


"mama jangan aneh-aneh deh,aku ini normal ma,mama jangan berpikiran negatif dong tentang aku" ucap arza


"mama kamu bener za,umur kamu udah cocok buat menikah" ujar papa arza


"ah udahlah aku mau ke kamar dulu" kata arza langsung menaiki tangga menuju ke kamarnya.


sebenarnya arza sangat malas untuk membahas itu,karena setiap mamanya bicara pasti selalu menyangkut tentang pernikahan,arza sendiri sebenarnya juga mulai risih karena teman-teman nya semua sudah menikah,hanya tinggal dia dan Agra sepupunya sekaligus teman dan asisten pribadi arza.


setiap mereka berdua menghadiri acara pernikahan teman mereka,pasti pada bilang


"kapan nyusul"


"kapan punya jodoh"


"kapan kita bisa bulan madu bareng"


dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang menurut arza dan Agra sangat menjengkelkan.


mereka sebenarnya ingin menikah,hanya saja


"alah hidup itu harus dinikmati bro"ujar Agra


"nikmati saja dulu" singkat tapi padat itu kata arza.


itulah jawaban yang selalu mereka berikan ketika teman-teman mereka bertanya,dan apa jawaban teman mereka,mereka hanya geleng-geleng kepala dengan jalan pikiran teman mereka.


sedang arza dan Agra mereka hanya cuek dengan pendapat orang lain.

__ADS_1


__ADS_2