![[Cinta Yang Ditolak]](https://asset.asean.biz.id/-cinta-yang-ditolak-.webp)
"kita udah putus Abang" lirih zania dengan air mata yang mulai mengalir
"kita belum putus" tegas arza
sedangkan zania sudah kehabisan kata-kata
arza pun menghidup kan mobil nya dan pergi meninggalkan kawasan rumah sakit,selama perjalanan zania hanya diam menatap jendela,dan arza yang fokus menngemudi.
tiba-tiba arza berhenti.
"loh kenapa berhenti Abang?" tanya zania bingung karena kenapa arza berhenti
"kamu punya dua pilihan" kata arza langsung
"maksud Abang apa sih?" tanya zania tidak mengerti
"kamu punya dua pilihan sayang,pertama kamu bakal tetep jadi pacar abang,dan pilihan kedua kita putus,tapi dokter itu akan kubuat dia hancur" ujar arza tersenyum licik.
zania tidak tau harus bagaimana,dia ingin memilih yang pertama tapi dia takut keluarga nya hancur,jika dia memilih yang kedua maka keluarga orang lain yang hancur.
melihat zania melamun arza pun kembali berbica.
"zania,apa susahnya kita pacaran lagi,aku mencintaimu dan kau juga mencintaiku" ujar arza
"aku ngak bisa Abang" jawab zania lirih
"kenapa?karna dokter itu,iya" tanya arza dengan suara yang agak tinggi
"Abang jangan menyalahkan orang lain,ini semua terjadi karena keluarga Abang,dan ini juga terjadi karena Abang yang...." zania terdiam karena dia sudah mengatakan hal yang seharusnya tidak dia katakan.
arza pun dibuat terkejut dengan perkataan zania,setelah mencerna kembali kata-kata zania,darah arza seakan mendidih,dia tidak menyangka hubungn nya putus karena keluarga nya sendiri.
"lanjutkan kata-kata mu zania" kata arza yang ingin tau kelanjutan kata-kata zania
"ayo kita pulang Abang" pinta zania mengelak
"katakan zania" paksa arza penasaran
"apa aku harus mengatakan nya?" tanya zania menatap mata arza dengan berkaca-kaca.
__ADS_1
arza yang ditatap seperti itu pun bingung.
"katakan zania" kata arza lagi
"heh,Abang kira aku tidak tau kalau Abang adalah seorang playboy selama di Turki,dan Abang juga menerima perjodohan yang dibuat keluarga Abang tiga hari sebelum kita pacaran" jelas zania tersenyum kecut.
arza tidak menyangka ternyata zania sudah tau,tapi sebenarnya tiga hari sebelum dia jadian itu,dia belum bertemu dengan zania ataupun zalea,karena saat dia menyuruh orang untuk mencari tau tentang zania dan keluarganya,tidak ada yang bisa mendapat kabar tentang mereka.
padahal ini semua terjadi karena Hans kakeknya yang menyembunyikan tentang keluarga Al-Habib dari arza.
makanya arza menerima lamaran tersebut karena sudah putus asa untuk mencari zania,tapi saat dia bertemu kembali dengan zania dia ingin membatalkan perjodohan tersebut,tapi selalu saja kakek,ayah,ibu tidak pernah memberinya waktu untuk mengatakan nya.
"aku bisa jelasin semuanya sayang" kata arza
"gak ada yang perlu dijelasin lagi Abang,aku gak mau lagi punya hubungan sama Abang,Abang kira aku gak tau kalau selama Abang kuliah di turki,Abang itu playboy,dan kenapa Abang pulang kesini karna dijodohin sama anak orang terkaya ketiga di Asia,aku sadar diri Abang,aku dengan calon istri Abang itu beda,dan yang perlu Abang tau ini adalah pertemuan terakhir kita,karena setelah ini aku akan mengambil S2 di Jerman" jelas zania,zania pun menekan kata-katanya yang terakhir.
arza yang mendengar itu terkejut,karena memang apa yang dikatakan oleh zania itu semua benar,tapi dibalik keterkejutan nya kemarahan nya pun meledak,mukanya memerah menahan emosi,rahang nya mengeras.
"jangan pernah bermimpi untuk pergi dari ku zania" ujar arza dengan tatapan dingin
tatapan arza membuat nyali zania menciut
arza tidak lagi mendengarkan kata-kata zania,dia menghidupkan mesin mobil dan malajukan mobilnya dengan kecepatan yang biasa,tetapi makin lama kecepatan pun bertambah hingga di atas rata-rata.
zania ketakutan melihat arza membawa mobil seperti seorang pembalap
"Abang jangan cepet-cepet" pinta zania ketakutan,tapi arza seolah tidak mendengar apapun.
setelah 10 menit di jalan akhirnya mereka sampai di depan rumah zania,zania tanpa mengucapkan sepatah katapun langsung melangkah pergi ke dalam rumahnya.
"assalamualaikum" salam zania saat memasuki rumahnya,tapi zania dibuat terkejut dengan kedatangan keluarga besar Al-Jazeera yang berkunjung ke rumahnya.
dan yang lebih membuat zania terkejut lagi, tiba-tiba arza juga ikut datang 5 menit setelah zania masuk.
flashback
setelah mengantar zania,saat arza dijalan dia mendapat telfon dari mamanya,arza pun menghidupkan bluetooth untuk menyambungkan handphone nya dengan hansdet yang ada ditelinganya.
"assalamualaikum arza" terdengar suara seorang wanita di seberang sana,dia adalah mamanya arza Dian
__ADS_1
"waalaikum salam mama" jawab arza
"arza mama cuma mau bilang,sekarang juga kamu pergi kerumah nya paman alzam ya" pinta Dian dengan lembut.
"maksud mama rumahnya paman alzam Al-Habib" tanya arza memastikan
"iya arza,kamu pergi kesana sekarang ya" ujar Dian.
arza pun hanya diam,setelah mematikan telfon dari mamanya arza pun memutar kembali arah mobilnya ke rumah zania pujaan hatinya sejak kecil itu.
tidak sampai lima menit arza sudah sampai di depan rumah zania,setelah memarkirkan mobilnya arza bergegas masuk seraya mengucapkan salam.
"assalamualaikum" ucap arza melangkah masuk,arza bisa melihat keterkejutan zania dan keluarganya atas kedatangan dirinya.
flashback end
"mama kenapa nyuruh aku ke sini?" tanya arza kepada mamanya Dian,
"biar kakek yang jelaskan" potong Hans kakek arza,semuanya pun terdiam bersiapa mendengar apa yang dikatakan oleh Hans.
"kami sekeluarga kesini mengundang kalian untuk datang ke acara pertunangan arza dan Alika yang diadakan nanti malam" kata kakek,arza yang mendengar tersebut sangat terkejut begitu juga dengan zania dan keluarganya.
"apa maksud kakek?" tanya arza karena dia masih sulit mencerna kata-kata kakek nya sangking terkejut.
"kamu akan bertunangan nanti malam di hotel bintang lima milik keluarga kita" jelas kakek arza.
arza melihat ke arah zania yang hanya menunduk menyembunyikan Air mata nya yang menetes,arza pun merasa hatinya teriris melihat wanita yang dicintainya menangis.
"kakek aku.." belum selesai arza berbicara Hans kembali memotong perkataan nya
"kamu tidak bisa menolak arza,karena kamu sendiri yang menerima perjodohan ini" kata kakek seraya bangun dari duduknya.
keluarga besar Al-Jazeera pun pergi dari rumah keluarga Al-Habib,dan hanya menyisakan zania dan keluarganya beserta arza yang masih mematung.
"paman bibi,tolong izinkan aku berbicara dengan zania di taman" pinta arza memohon
"baiklah,bicarakan lah apa yang ingin kau bicarakan karena setelah ini kau tidak boleh bertemu ataupun berbicara dengan zania" kata alzam Abi zania tegas.
arza hanya bisa menghela nafas kasar mendengar apa yang di katakan oleh Abi zania,arza pun melangkah ke arah taman rumah zania,sedangkan zania mengikuti arza di belakang.
__ADS_1