[Cinta Yang Ditolak]

[Cinta Yang Ditolak]
pertemuan park 2


__ADS_3

zania telah sampai di pondok tempat orang tuanya duduk,zania yang kesal karena handphone hancur pun langsung merebahkan kepalanya di pangkuan umi.


umi yang terkejut pun hanya diam melihat raut wajah zania yang masam.


"kamu kenapa Niza?" tanya umi lembut


"aku kesel umi" jawab zania cemberut


"kenapa,ayo cerita sama umi sayang" pinta umi.


zania pun menceritakan tentang dia menabrak seorang lelaki sampai handphone nya hancur,dan umi hanya tersenyum dengan kelakuan putri nya yang satu ini.


"umi kok senyum sih?" tanya zania mengerucutkan bibirnya


"kamu sih niz,udah dewasa masih aja kekanakan kamu maafin aja sayang toh dia juga gak sengaja,dan kamu harus ingat Allah tidak menyukai orang pendendam loh" kata umi memberi nasihat


"maafin Niza umi,Niza cuma kesel aja" ujar zania meminta maaf


"iya sayang,umi ngerti kok" ucap umi tersenyum lembut.


sedangkan Abi yang melihat keakraban antara umi dan anaknya hanya tersenyum tipis.


"umi Abi" teriak zalea dan Ahsan


"ih kakak jangan teriak-teriak dong, lama-lama budek aku nanti" gerutu zania kesal


"maap deh" ujar zalea terkekeh


" umi Abi" panggil Ahsan


"iya dek kenapa?" tanya Abi


"ngak bi tadi kita jumpa sama anak sahabat abi" jawab Ahsan


"siapa?" tanya Abi binggung

__ADS_1


"ituloh bi,kak kanza atau arza ya namanya" ujar Ahsan bingung


" arza Ahsan,namanya arza" jawab zalea membetulkan


"nah itu maksud aku kak" jawab Ahsan terkekeh.


sedangkan zania yang tidak ingat siapa arza hanya bingung dan lebih memilih memakan potongan buah-buahan yang mereka bawa dari rumah.


"jadi kemana arza sekarang nak?" tanya Abi


"udah pergi bi,katanya mau nyari temen-temennya sih" jawab Ahsan


sedangkan zalea sudah ikut zania memakan buah.


"dek" panggil zalea kepada zania


"iya kak kenapa" tanya zania


"kamu kenal sama arza?" tanya zalea kepada zania


"dia itu anak dari om Yuda sama Tante dewi" ujar zalea


"om Yuda sama Tante Dewi sahabat nya abi" tanya zania lagi


"iya,om Yuda yang keluarga Al-Jazeera" jawab zalea


zania pun mengangguk tanda bahwa dia sudah mengerti.


tiba-tiba suara dering ponsel zania membuat mereka yang sedang berbincang-bincang menjadi diam.


iya hallo assalamualaikum* ujar zania saat ponsel nya sudah tersambung


waalaikum salam* jawab Kiara teman sekaligus asisten pribadi zania di rumah sakit


ada apa kiara* tanya zania

__ADS_1


ini niz ada pasien yang kemaren habis menjalani operasi,jadi sekarang tiba-tiba sesak nafas nya kembali kambuh jadi karena kamu dokter yang menangani anak itu keluarga pasien ingin meminta ijin dulu sama kamu untuk memeriksakan dia ke dokter THT,tapi harus ada surat keterangan dari kamu dulu* jelas Kiara panjang lebar


yaudah aku kesana sekarang* jawab zania lalu zania menutup panggilan telepon setelah mengucapkan salam.


"umi Abi Niza harus kerumah sakit dulu ya,Niza pesen taksi aja assalamualaikum" pamit zania sambil langsung berlari tanpa menunggu jawaban dari umi dan abi nya yang terkejut melihat zania berlari tergesa-gesa.


zania sudah sampai di tempat parkir,tapi dia lupa bahwa disini pegunungan dan desa terpencil,jadi mana mungkin ada taksi yang lewat,karena waktu yang tidak memukinkan untuk zania memesan taksi online,zania memutuskan untuk berjalan kaki dahulu sampai mungkin nanti ada orang yang mau menolong nya.


setelah sekitar 20 menit berjalan ada sebuah mobil sport Lamborghini berwarna hitam berhenti di samping zania,zania yang terkejut pun hampir melompat dari tempat dia berdiri.


dan turun seorang laki-laki tampan menghampiri zania.


"maaf apa anda ingin menumpang?tanya laki-laki tersebut,zania yang sudah kepepet pun langsung menyetujui nya,walaupun sebenarnya dia ada sedikit rasa takut walaupun zania bisa beladiri,tetapi dia tetaplah perempuan.


selama diperjalanan laki-laki tersebut terus mencuri-curi pandang pada zania,sedangkan zania yang mengetahui hal tersebut hanya cuek seakan dia tidak tahu,sampai laki-laki itu mulai mencair kan suasana yang hening.


"maaf,kalau boleh tau siapa nama anda nona?" tanya laki-laki tersebut


"zania" jawab zania ketus


"oh kenalkan,nama saya arza" ujar arza.


sedangkan zania hanya menatap hamparan gunung-gunung dari luar jendela tanpa mempedulikan arza yang memberitahu namanya.


sepanjang perjalanan setelah acara perkenalan yang tak terlalu di gubris oleh zania pun berakhir saat mereka sudah sampai di rumah sakit tempat zania bekerja.


"terima kasih bantuan nya tuan..." ujar zania lupa dengan nama arza


"arza,nama saya arza nona zania" ucap arza sambil tersenyum yang sama sekali tak dilihat oleh zania yang sudah lebih dulu pergi dari mobil arza.


sedangkan arza hanya tersenyum tipis melihat ada gadis yang cuek dan tidak peduli kepadanya,karena selama ini arza tidak pernah di diamkan saat dia sedang berbicara.


*hm,gadis yang menarik,zania"


hallo reader author up setiap hari ya novel ini tapi kalau author nya lagi mood kalau gak ya author pikir-pikir dulu,soalnya susah bikin cerita begini bingung.

__ADS_1


__ADS_2