![[SasuNaru] Apakah Kau Membenciku?](https://asset.asean.biz.id/-sasunaru--apakah-kau-membenciku-.webp)
malam telah tiba, angin malam saat ini begitu dingin mungkin sekarang akan memasuki musim gugur itulah sebab nya cuacanya menjadi sedikit lebih dingin dari biasanya, tapi walaupun cuaca pada malam ini begitu dingin terdapat 2 orang pria yang sedang berbaring di hparan rumput sambil menatap bulan dan bintang yang ada di langit.
"hei menma suhu pada malam ini begitu dingin, bagaimana kalau kita masuk saja? tanya Sasuke pada menma. tapi menma menggeleng kan kepalanya tanda ia tidak ingin masuk ke dalam.
"kenapa?"
"tidak ada hanya saja aku masih ingin berada di sini sambil menatap bintang dan bulan"
"hn, apa kau menyukai bulan itu?"
menma mengangguk dengan senyuman yang terpatri di bibirnya "iya aku sangat mmenyukainya, andai aku bisa pergi ke sana"
"oh? kau ingin pergi ke sana?" menma mengangguk tanpa menjawab pertanyaan dari Sasuke. "tenang saja suatu hari nanti aku akan membawamu kesana, tapi tunggu kita menikah dan tua bersama lalu setelah kita berdua mati nanti aku akan membawa mu terbang ke sana"
"ha? siapa yang ingin menikah dengan mu teme!"
"tentu saja dirimu" ucap Sasuke dengan senyumannya yang tulus dan itu sangat sangat sangat tampan. apalagi wajahnya terlihat lebih bersinar akibat wajahnya terpapar oleh cahaya bulan yang sangat indah.
"s…siapa yang ingin menikah dengan orang gila seperti dirimu"
"bukan kah aku sudah bilang kau lah yang akan menikahiku nanti dobe, jangan mencoba mengelak aku tau kau juga menyukai ku bukan?" ucap Sasuke dengan senyum jahilnya. yang membuat menma bergidik ngeri.
"kau terlalu percaya diri teme, aku tidak akan pernah menyukaimu walau apa pun yang terjadi dan sampai kapan pun" ucap menma dan itu membuat senyum Sasuke sedikit luntur, entah mengapa ia merasa sedikit sakit hati dengan apa yang di katakan oleh menma tadi. tapi dengan cepat ia mengubah ekspresinya dan kembali menggoda menma.
"oh? benarkah? jika suatu saat nanyi kau jatuh cinta pada ku bagaimana?"
"itu tidak mungkin teme~"
"baiklah, aku yang akan memutuskan jika suatu saat nanti kau jatuh cinta padaku maka saat itu juga kita akan menikah dan ingat itu adalah janjiku padaku"
"itu tidak akan pernah terjadi"
"itu akan terjadi, dan jika itu tidak terjadi maka aku sudah mati saat itu, jadi jika aku mat…"
tiba tiba saja Menma menutup mulut Sasuke dan membuatnya tidak dapat menyelesaikan kan ucapannya, ia benci, ia benci saat seseorang mengatakan jika dirinya akan mati itu membuatnya takut.
__ADS_1
"kenapa kau menutup mulutku?" tanya Sasuke yang merasa bingung. "lain kali jangan berkata seperti itu karena aku tidak menyukai nya" sekarang Sasuke akhirnya mengerti dan itu menimbulkan senyum di bibirnya yang tipis.
"tidak apa, kau tidak perlu takut karena aku pasti tidak akan mati, suatu saat nanti kita pasti akan menikah dan menua bersama aku tidak akan mati sebelum merasakan itu bersama mu jadi jangan khawatir ya"
ucapan Sasuke membuat Menma sedikit tenang tapi tetap saja ia terkadang sedikit gelisah akan hal itu.
"baiklah sudahi pembicaraan kalian, sebaiknya kalian masuk tidak baik berada di luar terus apalagi sekarang sudah malam jadi masuklah" ucap Itachi yang tiba tiba sudah berada di belakang kami dan dia datang bersama kisame kekasihnya.
"baiklah kalau begitu ayo kita masuk" ucap kisame dan Menma bersemangat tapi tidak dengan itaci ia terus memandang ke arah kegelapan malam. ia merasa bahwa seperti ada seseorang yang mengawasi mereka.
"apakah dia sudah mulai bergerak?" gumam Itachi.
"Itachi, apa yang kau lamunkan? ayo kita masuk?" pertanyaan kisame membuat Itachi tersadarkan dari lamunan nya dan ia hanya bisa menggeleng kan kepalanya dan tersenyum lembut pada kisame.
"tidak ada, ayo kita masuk"
………
"hei Pain, sepertinya kita harus meningkatkan kewaspadaan atas Menma aku sedikit kawatir karena sepertinya 'dia' sudah mulai bergerak, aku tidak ingin dia mengambil rubah itu dari Menma, jika itu sampai terjadi maka akan berakibat fatal bagi Menma"
perkataan Pain membuat Itachi cukup lega dan tenang "baiklah aku akan menyerahkan nya padamu"
Pain mengangguk pasti "hm tenang saja"
setelah itu Pain memberi tahu semuanya tentang 'dia' yang sepertinya mulai bergerak kecuali Sasuke dan Menma.
di saat semuanya berkumpul di meja makan pain membuat peraturan baru.
"baiklah, berhubung kalian semua sudah berada di sini maka dari itu aku selaku ketua geng akatsuki mengatakan bahwa tidak ada siapapun yang boleh keluar dari markas ini tanpa seizin ku, terutama kau Menma kau tidak boleh keluar kecuali di temani oleh One chan atau Ne chan mu kau mengerti?" ucapnya pein dengan sangat tegas.
"demo, Ne chan, kenapa kita harus izin terlebih dahulu jika mau keluar?"
"tidak ada hanya saja kita harus sedikit waspada saja"
"hm kenapa apakah para hokage itu menemukan kita?"
__ADS_1
"tidak, tidak ada yang menemukan kita hanya saja aku hanya ingin meningkatkan keamanan itu saja"
"hm, baiklah kalau begitu"
"hm, kalau begitu bagaimana kalo kita keluar besok? aku bosen di sini terus, boleh ya boleh ya ne chan pliseeeee"
"kumohon, kumohon, ku-mo-hon, Ne chan, kumohon" Menma terus memohon dengan menampilkan kan baby eyes nya, itu adalah serangan yang sangat telak bagi mereka semua karena jika Menma sudah menggunakan jurus itu maka, runtuhlah sudah pertahanan bagi siapa pun yang melihatnya.
"b…baiklah kita akan pergi besok tapi, kita tidak boleh berlama lama kau mengerti? dan kau Sasuke deidara obito dan Sasori kalian jaga Menma dengan baik apa kalian mengerti?"
"ha'i ha'i kapten" ucap deidara semangat dengan tangan di pelipis nnya, dia sedang hormat pada Pain. dan yang lain hanya diam menyaksikan keimutan dari Deidara terutama sasori ia tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah karena Deidara.
"ah sial, awas saja kau Deidara malam ini kau tidak akan selamat" batin Sasori dan entah mengapa Deidara bisa merasakan aura yang mengerikan itu, bahkan bulu kuduk nya langsung berdiri, "hah, sepertinya malam ini sku tidak akan baik baik saja" batin Deidara tertekan.
"hm ada apa dei Ne chan? kenapa wajahmu terlihat pucat? tidak seperti sebelumnya"
"hm tidak ada Menma hanya saja seperti nya aku tidak akan selamat malam ini" ucap Deidara dengan senyuman yang tertekan.
"hm? Sasuke apa maksudnya?"
"tidak ada sayang, kau masih kecil dan belum seharusnya kau tau hal seperti itu,tapi kau akan tau jika nanti kita sudah menikah, kau juga akan sama seperti Deidara ne chan mu itu, tapi tenang saja aku akan lembut padamu"
"jangan pernah memanggilku sayang, itu membuatku geli"
ucap menma yang sedikit bingung dan kesal, ia bingung karena ia belum mengerti apa yang di katakan oleh Sasuke barusan (ekhem, bisalah masih bayi😊 watashi aja gemes)
"tidak apa, di masa depan, kau akan terbiasa, dengan hal itu sayang, mungkin satu saat nanti kau akan merindukan panggilan itu dari ku jadi mulai sekarang terbiasa lah supaya jika kau merindukan ku maka ingatlah kata itu, dan apa pun yang terjadi aku akan tetap berada di samping mu, kau mengerti dobe?"
"terserah padamu!" sinis Menma
"hm Sasuke kenapa kau berbicara seperti kau akan pergi?" tanya Sasori bingung
"hahaha tidak ada tapi entah mengapa aku hanya ingin mengatakan nya"
(oke sekian dulu yah, gomen watashi jarang up tapi insyaallah mulai sekarang nggak bakalan gitu lagi hehe, eh tapi watashi lupa watashi jodohin Deidara ama siapa ya? Sasori atau obito? tapi kalo obito, obito nya ama siapa?)
__ADS_1