![[SasuNaru] Apakah Kau Membenciku?](https://asset.asean.biz.id/-sasunaru--apakah-kau-membenciku-.webp)
Hari sudah menjadi sore menjelang malam
tetapi Sasuke belum juga menemukan satu anggota Akatsuki pun. mengingat apa yang di katakan nya pada Sakura pagi tadi dan akhirnya Sasuke memutuskan untuk kembali ke desa konoha dan melanjutkan pencariannya besok pagi.
pemuda itu kembali ke rumahnya dengan perasaan yang kecewa karena sejak tadi hatinya merasa sangat gelisah. Mengingat saat Sakura mengatakan bahwa Clan Akatsuki mendapatkan anggota baru. ia takut kalau anggota baru mereka adalah seseorang yang ia cari selama ini.
Tapi meskipun begitu Sasuke mencoba untuk berfikir positif dan memikirkan bahwa anggota baru clan itu bukan lah 'dia'
saat itu Sasuke langsung pergi mengambil handuk dan pergi menuju kamar mandi dan bertujuan untuk membersihkan diri dan merilekskan tubuhnya dengan air hangat yang membasahi tubuhnya.
selang beberapa menit Sasuke keluar dari kamar mandi dan mengeringkan badannya menggunakan handuk yang ia bawa tadi. memakai pakaian nya dan membaringkan tubuhnya ke kasurnya yang empuk
"apa yang sedang kau lakukan sekarang Naruto apa kau tidur dengan baik dan tidur di kasur yang nyaman sama seperti ku? kuharap kau hidup dengan nyaman di luar sana dan tunggulah aku, aku pasti akan menemukan mu.
Oyasumi Naruto"
……
Di sisi lain?
"eh, mengapa kau belum tidur Menma?" ucap seorang wanita cantik yang memiliki rambut berwarna lavender yang pendek dengan sanggul di bagian kanan kepalanya dan dihiasi dengan mawar kertas putih yang indah.
"ah, One-san aku tidak bisa tidur karena aku terus bermimpi aneh" lirih nya sambil menatap Konan dengan matanya yang memelas
"kau bermimpi tentang apa? apakah itu tentang mimpi buruk?" tanyanya pada Menma. tapi Menma menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"tidak, itu bukan mimpi buruk hanya saja itu mengganggu pikiran ku" mendengar itu Konan tersenyum lembut dan mendekati Menma, wanita itu duduk di kasur empuk milik Menma dan menepuk nya tanda Konan meminta Menma untuk duduk di samping nya. Menma yang mengerti pun duduk tepat di samping Konan
"kau bisa menceritakan nya pada ku, mungkin saja dengan kau bercerita tentang mimpi mu pada ku, mungkin itu bisa meringankan pikiran mu"
Pemuda yang miliki surai berwarna kuning dengan bentuk yang seperti kulit durian itu pun mengaguk, dan mulai menceritakan tentang mimpi nya pada Konan. Menma menceritakan tentang seorang pria yang terus memanggilnya dengan sebutan 'Naruto', pria itu terus memanggil nya dengan nama itu. awalnya pria itu berteriak dengan memanggilnya. namun, teriakannya itu perlahan menjadi lembut bahkan menjadi terlihat putus asa tapi saat Menma ingin melihat wajah pria itu, dia tidak bisa melihatnya karena wajahnya tertutupi oleh rambutnya yang berwarna hitam.
"kenapa dia memanggil ku dengan nama itu? bukan kah nama ku Menma?" tanya Menma dengan wajah polosnya dan itu membuat wajah Konan yang tadinya serius menjadi terlihat lebih santai sekarang bahkan Konan menujukan senyuman manisnya pada Menma. Lalu mengacak puncak rambut Menma yang halus dan lembut walau begitu rambutnya tetap saja berdiri.
pernah Konan mencoba untuk meluruskan rambutnya menggunakan pomade tapi itu hanya bertahan beberaoa menit dan setelahnya kembali seperti semula dan membuat Konan menyerah dengan rambutnya itu.
"itu hanya mimpi jadi kau tidak perlu terlalu memikirkan nya, cepatlah tidur karena besok kita akan pergi ke desa selanjutnya dan bersenang-senang seperti di desa sebelumnya"
Menma mengangguk dengan senang dan bergegas untuk tidur tapi saat Konan ingin keluar dari kamar Menma.
Menma menarik lengan jubah milik Konan, Konan berbalik dan saat melihat Menma dengan puppy eyes nya Konan tersenyum
………
tok tok tok
terlihat seorang yang memakai topeng berwarna oranye tengah membangunkan seorang Anak lugu, polos, unyu, chubby, kawai yang masih tertidur pulas di kasurnya yang hangat dengan selimut tebal nya.
"oy Menma waktunya bangun! oy! MENMA!!" teriak pria bertopeng itu atau sebut saja namanya Tobi, Tobi memiliki usia yang sedikit lebih tua dari Menma jika Menma berusia 16 thn maka Tobi 18 thn yah hanya berbeda 2 thn saja.
BRAK!!
__ADS_1
karena dengan membangun kan Menma dari balik balik pintu dan dia juga tidak bangun akhirnya Tobi memaksa masuk dan melihat anak itu masih saja tidur dengan menutup telinganya dengan bantal miliknya.
"hey BOCAH! WAKTUNYA BANGUN DAN SARAPAN! APA KAU TIDAK INGIN PERGI HARI JNI?! baiklah jika kau tidak mau maka dari itu kau tidur saja dan tidak perlu bangun! kami akan pergi bersenang-senang di desa yang akan kita tuju kali ini" setelah mengatakan itu Tobi langsung keluar dari kamar Menma dan tersenyum jahil pada Menma yang masih berada di kasurnya.
saat Tobi sudah berada di luar dan menutup pintu. Tobi merapatkan telinganya ke pintu dan mendengar keributan di dalam dan dia pun tersenyum puas 'haha kau harus di bangunkan dengan cara seperti ini jika tidak sampai besok pun kau pasti tidak akan bangun' batin Tobi yang merasa sedikit puas.
"di mana dia?" tanya Pain pada Tobi "dia sedang Bersiap-siap"
"si bungsu itu selalu saja terlambat saat bangun tidur, apa mimpinya begitu indah?" bingung nya sambil memakan sarapan yang di siapkan oleh Konan untuk mereka semua.
"jangan memakan makanan mu dulu, kita harus menunggu Menma baru kita akan memakan sarapannya" ucap Pain menatap Deidara yang sudah memakan sedikit sarapan miliknya.
"baiklah baiklah" ucap Deidara dengan malas
"dia terlalu di manjakan oleh kalian semua, makanya dia menjadi seperti itu" ucap Hidan dan membuat Konan, Pain, Deidara, Sasori,Tobi, Kisame bahkan Itachi dan Kakuzu, juga menatap Hidan yang tadinya santai sambil menunjukan senyuman sinisnya sekarang terdiam dan melihat mereka semua yang menatapnya.
"apa?apakah aku salah berbicara ?" ucap Hidan sembari ngangkat kedua tangan dan bahunya.
"kami memanjakannya karena kami menyukai sifatnya yang lugu,polos, unyu,cubby, dan kawai seperti itu, jika kau iri bilang saja" ucap Deidara dan di angguki oleh anggota yang lainnya dan itu membuat Hidan berdecak kesal.
"lihatlah dia, jika melihatnya pasti mbuat hati menjadi tenang rambut kuningnya dan mata nya yang berwarna seperti lautan samudra yang indah, membuat hati menjadi senang apalagi saat dia mengenakan jubah itu, akh aku sangat ingin mengigit pipinya itu, boleh kah?"
tanya Deidara tanpa mengalihkan pandangan nya dari Menma yang sedang berjalan menuju ke tempat mereka sekarang.
"tidak!" ucap mereka semua dan membuat Deidara terkejut.
__ADS_1
"oh ayolah aku hanya bercanda kalian tidak perlu menatap ku seperti itu, aku tidak akan memakannya"jelas Deidara tapi sepertinya mereka menganggap ini serius
"lihat saja jika kau berani melakukan hal itu maka jangan salahkan aku jika aku mencabut seluruh gigi mu itu" ucap Pain dengan tegas