A Long Slepping

A Long Slepping
The summer time


__ADS_3

Musim salju telah berhenti, berganti dengan summer yang ditunggu-tunggu. Musim panas adalah musim libur panjang, hal yang selalu dilakukan keluarga Edio Thompson adalah memancing di sungai pada akhir pekan.


Suhu udara di kota Dallas sekitar 29 derajat celsius, mereka baru tiba di sungai yang jaraknya lumayan dekat dari rumah, pukul 06.27 matahari baru saja terbit dari arah timur, kehangatan bisa dirasakan dari sengatan matahari yang mengenai kulit.


Edio Thompson bersama kedua anak laki-lakinya Joshua dan Jeremy, serta Camilla anak tetangga yang sering bermain dengan mereka kembali merasakan pemandangan alami yang mereka nantikan setelah sungai itu membeku pada saat musim salju.


Jeremy dan Joshua berlari menuju ke arah tepian sungai lalu membuka kaos dan sepatu mereka, melepas tas berisi pakaian ganti setelahnya kedua anak itu langsung melompat masuk ke dalam air sungai yang dingin dan beratus deras. Mereka tidak takut karena kedalaman dari sungai itu hanya setinggi perut.


"Sudah kuduga airnya akan sedingin batu es, tubuhku sampai menggigil sekali." Jeremy memeluk tubuhnya sendiri yang kedinginan.


"Tapi bukankah menyenangkan? meskipun sedikit menyiksa." Kata Joshua menanggapi.


Sedangkan Edio mempersiapkan alat untuk memancing, dia memilih tempat yang dihuni lebih banyak ikan. Camilla sendiri membawa makanan ikan serta alat pancing sederhana miliknya, ia mulai menaburkan makanan ke dalam air sungai untuk memancing ikan berkumpul dan datang ke lokasi memancingnya.


"Cam, ayo bergabung dengan kita! " Seru Jeremy mengajak Camilla bergabung.


"Tidak, aku tidak boleh berenang, selama ini ibuku memperbolehkanku ke sungai untuk memancing, bukan berenang." Tolak Camilla.


"Aku tahu kau tidak bisa berenang, tapi ini tidak dalam." Joshua ikut menyakinkan.

__ADS_1


Camilla melihat ke dalam sungai untuk memastikan keamanan tempat itu. Ia tidak mau tenggelam ataupun terpeleset jika harus melewati bebatuan yang berlumut di beberapa bagian sungai. Joshua datang ke arahnya lalu mengulurkan tangan tanpa diminta. Camilla menggenggam tangan Joshua lalu berhati-hati saat hendak mencebur ke dalam sungai.


"See? Aman, kan? Kau tidak akan tenggelam, kemungkinan kecelakaan disungai ini hanya terseret arus kalau sedang deras, kita beruntung karena hari ini arusnya tenang. " Jelas Joshua.


"Tapi airnya dingin sekali, ini gila! " Camilla menyentuh air itu dengan kedua tangannya, lalu merasa tubuhnya seperti ditusuk-tusuk.


"Kau harus membiasakan berenang di suhu dingin, supaya tidak kaget. "


"Kau tahu aku tidak suka berenang. " Camilla berkata dengan mulut yang bergetar karena menahan tubuhnya yang seperti membeku.


"Karena kau tidak pernah berlatih. "


"Ya, tapi lebih tepatnya karena airnya membuat beberapa bagian tubuhku kebas, seperti mati rasa. Ugh, aku tidak kuat Josh. " Wajah Camilla pucat, beberapa bagian tubuhnya memerah dan dia mulai menggaruk tubuhnya yang muncul bintik-bintik merah.


"Tunggu disini. " Ujar Joshua sambil berlari ke arah tasnya yang berisi handuk, pakaian ganti dan jaket yang lumayan hangat.


"Pakai handukku dulu, Cam. Jangan sampai kau sakit, terus jaketku juga harus dipakai. " Joshua memberikan itu pada Camilla.


"Thanks, sepertinya aku akan pulang saja."

__ADS_1


"Ya, biar kuantar."


"Kenapa? rumah kita dekat dari sini, lagipula kau masih ingin berenang, kan? " Kata Camilla sambil mengernyitkan dahi.


"Aku khawatir kalau kau sakit, aku yang menyuruhmu untuk berenang, aku juga yang harus bertanggung jawab. " Jawab Joshua, Camilla mengedikkan bahu, lalu Joshua berteriak pada ayahnya memberitahu akan pulang. Edio hanya mengangguk tanpa bertanya apapun.


***


"Camilla alergi dingin, itu sebabnya dia tidak boleh berenang lama-lama apalagi di air dingin. Tubuhnya akan langsung bereaksi akibat alergi itu. " Bibi Elcia baru memberitahu saat Camilla sudah terlanjur membuat dirinya dalam keadaan yang tak diinginkan.


"Itu alasannya bibi tidak pernah mengizinkannya berenang? " Tanya Joshua, tak bisa dibohongi kalau ia merasa bersalah telah mengajak tanpa mengetahui sahabatnya itu memiliki alergi.


"Bibi sudah memperingatkannya, entah kenapa dia masih melanggar."


"Kalau sudah tahu yang akan terjadi kenapa kamu tidak jujur saja Cam? kalau kamu berkata jujur aku tidak akan memaksamu ikut berenang. "


" Ya, itu salahku."


"Salahku juga, tapi tidak ada gunanya menyalahkan keadaan yang sudah terjadi. Kamu sudah minum obat alergi, kan? " Joshua mengingatkan.

__ADS_1


"Iya, tadi ibu memberiku itu. "


"Baguslah, istirahat dan pastikan tubuhmu tetap hangat memakai selimut. "


__ADS_2