A Long Slepping

A Long Slepping
Berita tentang Amber


__ADS_3

Camilla terbangun dari tidur lelapnya, ia membuka jendela dan tersenyum pada burung yang sedang berbicara menggunakan bahasa mereka, kicauanya sangat indah dan membangkitkan semangatnya.


"Good morning, sweety. " Ucap Bibi Catrine kepada putrinya yang baru saja keluar kamar.


"Morning, mom. Dad dan Joshua ada dimana? " Tanya Camilla yang belum melihat keberadaan kedua lelaki itu.


"Mereka sedang mengobrol di luar. "


"Owh, apakah Joshua sudah siap? Apa aku bangun terlalu siang? "


"Tidak sayang, kamu bangun seperti biasanya. Lebih baik kita sarapan dulu supaya kalian tidak terlambat. Tolong panggil dad dan Joshua. "


"Baik, mom. "


Camilla pergi ke tempat kedua lelaki itu bercengkerama. Rupanya mereka sedang menikmati teh sambil asyik bercerita hingga tak sadar dengan kedatangannya.


"Bagaimana sekolahmu, Josh? sudah sepuluh tahun kamu tidak bersosialisasi ataupun melihat dunia luar. Bagaimana rasanya tertidur panjang?" Tanya Paman Erick sambil menyesap teh hangatnya.


"Bagaimana paman bisa tahu? Aku belum pernah menceritakan kepada paman. "


"Haha, Bibi Catrine sudah menjelaskan semuanya."


Joshua mengangguk sambil tersenyum kecil.


"Rasanya sulit untuk dijelaskan, semua itu bagaikan mimpi, saat itu aku merasa seperti berada di film thriller dan aku adalah tokoh utamanya, membayangkannya saja membuatku merinding kembali. Aku sudah merelakan mom pergi, tetapi jiwaku seakan masih merindukan mom. Tapi aku tahu kalau masa lalu tidak perlu selalu diingat, apalagi sesuatu yang membuatku merasa trauma. Aku hanya menjadikan itu menjadi pengalaman, meskipun pengalaman yang tidak menyenangkan. Sekarang aku memiliki hidup baru yang ingin kujalani dengan baik. "


Paman Erick mengangguk-angguk sambil menepuk pundak Joshua pelan. "Semangat, Josh. Aku, Catrine, dan Camilla bukan orang asing, kami adalah keluarga keduamu. Kamu bisa tinggal di rumah kami sampai kapanpun, sampai kamu menemukan keluargamu."


"Terimakasih, paman. "


Camilla yang menyimak percakapan mereka pun langsung bersuara. "Mom menyuruh kalian berdua sarapan. It's time to breakfast. Understand? "


"Sejak kapan kamu berdiri disitu? " Tanya Paman Erick sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Sejak kalian mengobrol, tapi aku tidak ingin mengganggu pembicaraan kalian. Sekarang bisakah kalian menghentikan obrolan kalian dulu? jangan sampai makanannya dingin. "


"Baiklah, kami akan kesana. " Balas Paman Erick yang sudah melihat putrinya tidak sabar.


Joshua hanya menggelengkan kepalanya sambil menyusul langkah Camilla didepannya.

__ADS_1


***


Setelah menyelesaikan sarapan dan selesai mandi, Camilla membuka pintu rumahnya dan melihat Alex yang sudah menantinya seperti biasa.


"Hai, morning my bunny. "


"Hai, morning Alex. "



"Apa kamu hanya memanggilku Alex? Kamu sudah menjadi pacarku, mengapa tidak menggunakan panggilan sayang? "


"Ehh, haruskah aku menggunakan panggilan yang sama?"


"Maksudmu? "


"Bunny? "


Alex tertawa mendengar Camilla yang mengucapkan bunny dengan suara yang sangat imut.


"Come on, my boo. Jangan meniru panggilanku, kamu bisa memberiku sebutan yang lain. Bagaimana kalau, darling? "


"Kamu akan terbiasa nantinya."


"Alex, kita tidak punya waktu banyak, kalau tidak berangkat sekarang kita akan telat. "


Alex hanya menghela napasnya dan mengikuti langkah Camilla. Joshua pun baru saja keluar dan langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Let's go! " seru Camilla.


Selama di dalam mobil, Camilla menikmati lagu yang diputar di playlist handphonenya, ia menggunakan headset agar suaranya jelas terdengar. Hingga tak terasa mereka telah sampai tepat waktu di sekolah.


***


Ruang kelas begitu gaduh sebelum pelajaran dimulai. Namun, beberapa saat kemudian berubah menjadi sangat sunyi seperti suasana di perpustakaan. Hal itu karena wali kelas datang bersama kepala sekolah yang terkenal sangat galak. Jarang sekali kepala sekolah datang ke kelas ini kalau tidak ada masalah serius atau berita penting. Semua murid menatap lurus kedepan, bersiap mendengarkan pengumuman dari kepala sekolah yang bernama Mister Bill, tetapi beberapa anak memanggilnya Mister bald atau Mister hairless, karena kepalanya yang plontos atau botak.


"Hari ini ada seorang murid yang tidak masuk sekolah, Amber Carolline, kalian tahu apa alasannya? " Tanyanya kepada semua anak.


Tidak ada yang menjawab, hanya gelengan kepala dan sisanya diam membisu.

__ADS_1


"Siapa teman dekat Amber? " Lanjut Mister Bill yang belum mendapatkan jawaban yang jelas.


Dua anak perempuan mengangkat tangannya ragu-ragu.


"Kalian tidak mendapat kabar apapun dari teman kalian? "


Kedua anak itu menggeleng serempak.


"Orang tua Amber mengatakan kalau semalam Amber belum pulang ke rumah dan mereka sedang berusaha mencari tahu dengan bantuan polisi. Kalau ada yang melihat ataupun mengetahui dimana Amber, segera memberitahu saya di ruangan saya. Terimakasih atas waktunya, saya permisi. Tolong jangan buat kegaduhan sampai kasus ini selesai dan Amber di temukan. "


Saat Mister Bill hendak melangkah pergi, seorang anak perempuan bernama Casy mengangkat tangannya.


"Excuse me, sir. Aku melihat Amber kemarin sore, dia belum dijemput oleh orang tuanya dan dia sedang mengobrol dengan Linda. Aku yakin tidak salah lihat, setelah itu Amber masuk ke dalam mobil Linda dan mereka langsung pergi. Aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya, yang jelas terakhir kali Amber pulang bersama Linda. " Terang Casy melaporkan.


Seketika seluruh kelas menjadi gaduh karena semuanya berprasangka buruk terhadap Linda, kecuali Camilla, Joshua, dan Alex yang hanya diam saja karena belum begitu yakin apa yang sebenarnya terjadi.


"Wah, Linda. Apa kamu menculik Amber? Sebenarnya apa tujuanmu?" Tanya teman dekat Linda yang menyangka Linda melakukan sesuatu yang buruk terhadap Amber.


"Linda memang misterius, dia seperti monster yang mengerikan. Dia bahkan sangat jarang bicara di kelas, dan sifatnya mirip psikopat. " Ujar yang lain.


"Jaga mulut kalian teman-teman! Belum tentu Linda melakukan sesuatu yang buruk, mengapa kalian mudah sekali memfitnah orang lain tanpa memastikan hal yang benar?" Tanya Camilla yang merasa kasihan dengan sahabatnya.


"Casy, ikut saya ke kantor, dan kamu Linda!" perintah kepala sekolah, lalu segera pergi meninggalkan kelas.


Begitu Mister Bill pergi, kelas menjadi riuh kembali.


"Apa menurutmu Linda melakukan sesuatu yang buruk ke Amber? Amber kan sangat kaya, apa dia mengincar hartanya? Linda sialan! " Umpat sahabat Amber.


"Sejak dulu aku tidak menyukainya karena dia sangat dingin dan tertutup. She is a psyco, right? " Tambah yang lain sambil tertawa mengejek Linda meskipun orangnya tidak ada disana.


"Apa menurut kalian membicarakan orang lain dan menuduh orang lain sangat menyenangkan? Belum tentu Linda melakukan sesuatu yang jahat, kan? Atau bisa saja bukan Linda yang melakukannya. Bagaimana jika kalian yang dituduh? Apa kalian tidak akan tersinggung? "


"I'm sorry, Cam. Kalau Linda teman dekatmu apa itu berarti kamu tahu semua hal tentang dia? Bagaimana kalau dia menyembunyikan sesuatu darimu?"


"Aku yakin dia tidak akan menyembunyikan apapun."


"Are you sure? "


"Ya! "

__ADS_1


"I really appreciate your efforts that have defended your friends. But we are just upset and worried if something happened to Amber."


__ADS_2