A Long Slepping

A Long Slepping
He So Kind


__ADS_3

Camilla baru saja selesai berbicara dengan pacarnya, saat tiba-tiba ayahnya pulang ke rumah setelah bepergian dari luar kota. Ia sampai lupa kalau lututnya masih terasa nyeri, saat dia mencoba berdiri untuk memeluk ayahnya, Joshua refleks menangkap tubuh Camilla sebelum gadis itu terjatuh.


Alex yang sudah mengulurkan tangannya, mengurungkan niatnya, karena Joshua yang sudah lebih dulu memegangi Camilan.


"Are you okay?" tanya Joshua sambil menuntun Camilla ke kasurnya lagi.


"Umm, ya, little bit. "


"Ada apa denganmu, sayang? " Tanya Ayahnya yang langsung menghampiri putrinya.


"I'm okay, dad. Tadi hanya terpleset di sungai, lalu kakiku terluka tapi Joshua sudah mengobatiku." Terang Camilla, agar ayahnya sedikit rileks.


Ayah Camilla mengusap lembut rambut putrinya dan mencium dahinya pelan. Dia selalu melakukan itu sejak Camilla kecil, yang membuatnya tumbuh menjadi anak yang penyayang, sama seperti orang tuanya.


"Be careful, jangan membahayakan diri sendiri dimanapun kamu berada. Ingat pesan dad. "


"Of course, dad. " Balas Camilla yang langsung memeluk ayahnya, ia harus mengakui bahwa ayahnya adalah ayah terbaik di dunia, karena sikapnya yang selalu hangat dan peduli dengannya.


"Oh, dad. Itu Joshua, bukankah kalian sudah lama tidak bertemu?" Camilla baru ingat bahwa ayahnya belum menyadari keberadaan Joshua sejak awal.


"Benarkah? Joshua, ini kamu? Apa aku tidak salah lihat? Kamu sudah sebesar ini." Ayah Camilla bergegas memeluk tubuh Joshua. Ia jelas sangat merindukan sahabat kecil putrinya itu.


"Apa selama ini paman baik-baik saja?" Tanya Joshua.


"Ya, tapi kamu tahu betapa sedihnya Camilla di hari kamu menghilang? Dia menjadi sering berbicara sendiri ke fotomu di dalam kamarnya." Tutur ayah. Camilla merasa malu karena rahasianya dibongkar oleh sang ayah.


"Dad, tidak perlu diceritakan. Waktu itu aku masih anak-anak, jadi pantas saja kalau merasa kesepian. "


"Apa kamu masih menyimpan fotonya?"


"Uhm, ya tapi aku sedikit malu melihat foto kita yang sedang memasak, aku terlihat sangat berantakan. "


"Aku tidak memaksa kalau kamu tidak ingin menunjukkannya sekarang. "


"Aku iri karena kalian memiliki foto bersama, aku adalah anak tunggal dan tidak memiliki sepupu. Jadi aku tidak punya kenangan bersama sahabatku, aku cukup kesepian waktu itu. " Kata Alex dengan wajah sedihnya. Alex yang kulihat biasanya sangatlah ceria, tetapi dia menunjukan sisi dirinya yang lain.

__ADS_1


"Bagaimana dengan teman-temanmu?"


"Dulu aku cukup pendiam, jadi tidak punya banyak teman. "


"Apa? Kenapa kamu baru cerita sekarang? "


"Saat itu kamu sedang sedih, aku tidak tega hendak membuatmu semakin sedih. Jadi aku mengarang cerita lucu agar kamu tertawa. Sekarang sepertinya kamu sudah membaik karena Joshua ada disampingmu. "


"Alex, jangan berpura-pura bahagia demi membahagiakan orang lain. Kalau kamu sendiri belum bahagia kenapa kamu bersusah payah menghibur orang lain? Andai waktu itu kamu lebih jujur, mungkin aku bisa menghiburmu sedikit. "


"Makasih, aku bisa ikut bahagia, kalau melihatmu bahagia, kamu ingat kalau aku sangat menyukaimu? "


"Alex, kenapa kamu bersikap baik seolah olah aku bisa membalas kebaikanmu itu? Bagaimana kalau aku tidak mampu membalasnya?"


"It's okay, asalkan aku punya kamu."


Joshua tersenyum paksa melihat keuwuan mereka, dia hendak berbalik untuk menenangkan perasaannya yang mulai cemburu.


Bibi Catrine sudah pulang ke rumah, ia membawakan makanan yang sangat lezat dari sebuah restoran mahal, kemudian memanggil anak-anak ke ruang makan.


Joshua menghampiri ruang makan dan mengambilkan beberapa makanan untuk Camilla. Setelah itu Joshua membawa piring berisi makanan ke kamar Camilla.


"*Thank you, Josh. You're really care to me."


"No problem*, kamu hanya perlu istirahat untuk mengistirahatkan tubuhmu, supaya lukamu cepat sembuh. "


Baru setelah memastikan Camilla makan dengan baik, Joshua segera menuju ruang makan untuk memakan jatuhnya. Sedangkan Alex masih setia menunggu Camilla di kamarnya.


***


"Alex, mengapa kamu bisa mudah jatuh cinta pada orang yang baru saja kamu kenal? "


"Cinta tidak mempedulikan kapan, dimana, dan dengan siapa kamu akan jatuh cinta. Cinta hanyalah perasaan sayang dan nyaman pada orang yang kamu cintai. "


"Bagaimana kalau orang itu meninggalkanmu begitu saja?"

__ADS_1


"Itulah cinta, perasaan manis dan pahit yang datang bergantian, seperti hujan dan pelangi yang berada di waktu yang dekat. "


***


Angin semilir menerbangkan rambut lebat mikik Joshua, matanya yang lentik berkedip karena tiupan angin yang sejuk.


Setelah puas memandangi malam, Joshua berniat akan mengecek keadaan Camilla. Dia pun segera berjalan ke kamar gadis itu. Sesampainya disana ternyata Camilla sudah tertidur nyenyak, namun lampu kamarnya masih menyala dan pintu kamarnya belum ditutup. Sepertinya Camilla lupa menutup pintunya sebelum tidur karena gadis itu kelelahan. Apalagi gadis itu juga kelupaan memakai selimut tebal padahal AC di kamarnya sangatlah dingin.


Joshua masuk ke dalam kamar Camilla dan melihat foto mereka berdua sewaktu kecil. Joshua tersenyum kecil melihat tawa di wajahnya yang berumur delapan tahun itu. Kemudian matanya beralih ke wajah gadis yang sedang tertidur itu.



Joshua merasakan detak jantungnya mulai berbunyi seperti suara ketukan palu yang keras. Tangannya sangat ingin mengusap wajah gadis itu, tetapi dia menahan keinginannya itu.


Saat Joshua selesai memandangi wajah Camilla, tiba-tiba pesan notifikasi mengalihkan perhatiannya.


"Selamat malam, my bunny. Sampai ketemu besok. Jangan lupa mimpikan aku, baby." pesan Alex yang membuat Joshua iri karena Alex bisa dengan mudah mengirimkan kata-kata romantis.


"Bunny, apa kamu sudah tidur? mengapa kamu tidak membalas pesanku? "


Joshua tersenyum iri, bahkan Alex sudah memiliki panggilan kesayangan untuk Camilla.


"Get well soon, baby. I miss you, maaf kalau terlalu lebay. Tapi aku memang selalu merindukanmu setiap waktu, i'm not lie, I'm serious. Padahal setiap hari aku selalu liat kamu, tapi aku gak bisa membohongi diri sendiri kalau aku bisa kangenin kamu setiap detik. Aku sendiri bingung kenapa aku sangat bucin, but i'll be honest, i love you so much, my bunny. "


"Dia sudah tidur. Dari Joshua. "


Dalam waktu singkat Alex membalasnya lagi.


"Owh, aku tidak menyangka kamu yang membalas pesanku. Apa kelinciku tidur nyenyak? Mengapa kamu belum tidur, Josh? "


"Ya, dia sangat lelap. Aku bosan tidur, kurasa aku tidak akan tidur lagi. "


"Really? Alright, good night, bro. Oh, boleh aku minta tolong fotokan Camilla yang sedang tidur? Jujur, aku ingin melihat wajahnya sekarang juga. "


Joshua menahan tawanya karena permintaan aneh Alex. Dia tahu, memang kalau orang dimabuk cinta akan berkelakuan seperti ini. Joshua tidak ingin menunda, dia segera mengambil gambar Camilla dan mengirimkannya kepada Alex.

__ADS_1


__ADS_2