
Bagi seorang anak berusia tujuh tahun, kehilangan ibu dan kakak sangatlah menyakitkan. Jeremy tak percaya setelah mendengar kabar kematian ibunya lewat telepon yang diterima ayahnya dari seorang polisi.
"Maaf, apakah benar ini Edio Thompson?"
"Ya, benar. Ini siapa? "
"Kami dari pihak kepolisian pusat kota Dallas memberi informasi mengenai istri anda menjadi korban pembunuhan dan sepertinya dia tidak bisa diselamatkan."
"Apa?! Bagaimana dengan anak laki-laki saya? Dia dan istri saya ada di rumah malam sebelum kejadian itu, apa dia baik-baik saja? " Edio tak bisa menahan matanya yang sudah berkaca-kaca, berita itu tentu saja sangat memukulnya.
"Bisa jelaskan ciri-ciri anak anda? " Polisi itu berkata dengan nada simpati.
"Umurnya delapan tahun, berambut hitam dan namanya Joshua Thomson." Jelas Edio yang masih menahan gemetar di seluruh tubuhnya.
"Maaf, kami belum menemukan korban lain selain istri anda. Mohon tunggu kabar selanjutnya dari kami. "
"Apa pembunuhnya tertangkap?"
"Sayangnya kami kehilangan dia. Dia memang tersangka yang menjadi buronan kami, dan belum berhasil tertangkap saat ini."
__ADS_1
Pagi menjelang, Camilla terheran karena paman Edio dan Jeremy sedang memasukkan koper ke dalam bagasi mobil, lalu mobil pick up dan truk mengangkut barang -barang rumah tangga milik mereka.
"Morning Paman, morning Jer. Kalian mau pergi ke mana dengan barang-barang sebanyak itu?"
"Camilla, paman dan Jeremy akan pindah rumah ke New Meksiko. Kamu jaga diri baik-baik bersama keluargamu, ya. Titip salam untuk Erick dan Elcia."
"Benarkah? kalian pergi sekarang? lalu rumah ini?" Mata Camilla sudah berkaca -kaca. Ia tidak ingin berpisah dengan Jeremy setelah kehilangan Joshua.
"Rumah ini akan kami jual, sementara waktu rumah ini kosong. "
"Tapi, kapan kalian kembali untuk berkunjung ke sini?" Tanya Camilla, ia tak bisa menyangkal bahwa dirinya sangat sedih.
Sembilan tahun kemudian...
Camilla sedang bersiap-siap pergi ke sekolah. Dia sudah duduk di bangku SMA atau high school kelas 10. Hari ini adalah hari pertamanya masuk ke sekolah setelah liburan musim panas yang panjang. Saat dia sedang memakai sepatunya, dia melihat sesuatu yang berbeda. Rumah sebelah yang dulu ditinggali keluarga Joshua kini seperti sudah ditinggali oleh orang lain, karena lampu rumahnya menyala dan sebuah mobil terparkir di halaman rumahnya.
Tiba -tiba seorang pria berseragam sekolah SMA keluar dari rumah sebelah. Camilla berusaha mengetahui siapa pria itu. Mereka pun tak sengaja bertatapan, lalu Pria itu mendatangi Camilla dan mengajaknya berkenalan.
"Hai, namaku Alex. Aku pemilik baru rumah itu. Salam kenal, sekarang kita bertetangga, aku harus mengenal tetanggaku, kan?"
__ADS_1
"Hai, aku Camilla. Apa kamu sekolah di North Dallas High school?"
"Ya, bagaimana kamu bisa tahu?" Tanya Alex sangat takjub karena Camilla bisa mengetahui nama sekolahnya.
"I'm just guessing randomly."
"Waw, kamu berbakat menjadi peramal. "
Camilla tertawa pelan karena jokes yang dikeluarkan Alex.
"Aku sebenarnya juga sekolah di sana."
"Oh, wow, kebetulan sekali kita satu sekolah. Apa mau berangkat bersamaku? Ayo kita naik mobilku." Tawar Alex yang sudah memegang kunci mobilnya.
"Eh, aku tidak mau merepotkan. " Jawab Camilla, ia merasa tidak enak menumpang mobil orang lain.
"Aku tidak keberatan, kita sudah menjadi teman, bukan? kita juga satu sekolah, apa masalahnya?" Tanya Alex. Camilla berpikir ulang dan menyetujui ajakan Alex.
"Okay, sure. "
__ADS_1