Above The Kings

Above The Kings
Hukum


__ADS_3

Hari pernikahan pun tiba. Kazuto dan Akira didandani dengan sangat menawan satu sama lain. Selain itu, semua teman Kazuto menghadiri pernikahannya.


Ibunya, Sena, duduk di bangku paling depan bersama suaminya yang baru saja pulang kemarin lusa. Mereka terlihat sangat bahagia. Sebelum Kazuto naik ke panggung, ibunya bertanya padanya.


"Kenapa ibu tidak lenyap?", sembari memegang tangan Kazuto.


"Ada seseorang yang merubah hukum itu, ibu. Meskipun menurut ibu itu adalah sebuah ketetapan, tapi, apa jadinya jika sebenarnya Tuhan tidak menetapkan hal itu? Tidak ada yang tau apa yang direncanakan Tuhan, ibu", jawabannya itu cukup memuaskan ibunya. Ia pun membiarkannya pergi untuk menemui Akira di panggung.


Setelah resepsi pernikahan selesai, Kazuto berkumpul bersama teman lamanya. Mereka mengucapkan selamat kepada Kazuto. Kemudian, datanglah Hami yang telah menjadi wakil direktur perusahaan ayahnya.


"Yo.. Apa kabar?", bersalaman dengan Kazuto.


"Aku baik.. Bagaimana pekerjaanmu?", Kazuto bertanya balik.


"Yahh.. Cukup sulit. Apalagi kakakku yang memegang kendali. Mau tidak mau, aku harus membantunya..", balasnya disertai tawa.


Reunian itu membuat Kazuto nostalgia akan kehidupan sekolahnya. Sedangkan, Akira juga terlihat asyik bercakap cakap dengan beberapa teman masa kecilnya. Acara itu berlangsung hingga menjelang sore.


Setelah acara selesai, Kazuto berbaring di atas sofa karena kelelahan. Sementara, yang lainnya sibuk membereskan peralatan.


Di waktu yang bersamaan, Kazuto siuman dari pingsannya. Ia berada di dalam kamarnya dengan selimut menyelimuti tubuhnya. Tanpa ia sadari, Cleopatra sedang memperhatikannya sembari duduk di kursi.


"Kau baik baik saja?"


"Begitulah.. Setelah kejadian itu, aku tak merasakan apapun", jawab Kazuto menyingkapkan selimut.


Kemudian, Kazuto berjalan ke arah jendela untuk melihat senja. Di sanalah terpikirkan oleh Kazuto untuk melakukan hal yang sangat penting demi terciptanya kedamaian, yaitu menciptakan dunia baru hanya untuk orang orang tercintanya.


"Hei.. Bagaimana jika aku menciptakan dunia baru?"


Cleopatra tidak langsung menjawabnya. Ia menghampirinya lalu mengelus elus pundaknya.


"Selama kau bisa melakukannya, aku tidak keberatan"


Setelah disetujui oleh Cleopatra, Kazuto menyimpan rencana itu di dalam kepalanya untuk dilakukannya lain waktu.


"Apa yang kau pikirkan?", Akira memasuki kamar lalu menutup pintu.


"Ntahlah.. Pikirkanku sedang berantakan sekarang..", Kazuto duduk di kasur sambil memegang kepalanya.


"Sudahlah.. Untuk sementara ini, lupakan itu semua.. Kau pasti kelelahan.. Sekarang, tidurlah bersamaku", bujuk Akira membaringkan tubuhnya di belakang Kazuto.


"Kau benar.. Jika dipikir lagi, semua ini mungkin akan terulang kembali.."


Perjalanan panjang Kazuto mungkin tidak akan berakhir. Ia akan terus mengemban tugas tersebut sampai kapanpun. Itu bagaikan sebuah siklus yang terus berputar seperti itu, tidak akan terubah oleh apapun.


Bintang bintang di langit menemani malam Kazuto bersama Akira. Semua makhluk seakan akan menyaksikan momen bersejarah Kazuto yang ingin lepas dari tugasnya itu. Memang tidak bisa dipungkiri. Namun, Kazuto tidak ingin ada permainan ingatan masa lalu lagi. Ia sangat kelelahan memikirkan hal seperti itu. Sehingga pada malam itu, Kazuto melupakan itu semua dan bersenang senang bersama Akira.


Impiannya mungkin saja terwujud. Untuk menciptakan dunia baru yang diinginkannya, Kazuto hanya perlu minta izin kepada Tuhan untuk menghendaki hal itu atau lebih tepatnya berharap keinginannya itu sudah ditetapkanNya sejak dulu.


Dalam tidurnya, sosok mutlak Kazuto berhadapan dengan cahaya maha terang. Ia bercerita tentang keinginannya itu di hadapanNya dengan penuh rasa pengharapan.


"Baiklah.. Ku beri satu kesempatan untukmu sebagai pemimpin.. Tapi ingat! Kau akan menghadapi musuh baru, mereka bisa berupa iblis ataupun manusia.. Hadapilah mereka", suruhNya.


Keinginan Kazuto terkabulkan. Tempat tinggal Cleopatra digabungkan dengan rumah Kazuto sehingga mereka tidur dalam satu kamar. Sementara, Kazuto menjadi satu dengan semua ingatannya. Itu menjadikannya mengetahui mulai dari penciptaan alam semesta hingga sekarang tanpa terlewat satu detik pun.


"Inilah aku, sang Entitas Kuno yang maha hebat!", teriaknya.


Tidak ada manusia selain keluarga Kazuto, penghuni negeri Cleopatra, dan penghuni istana Kazuto. Mereka keluar dari tempatnya masing masing untuk mencari tau apa yang sedang terjadi.


Keadaan alam saat itu sangatlah subur. Tidak ada polusi sekecil apapun. Benar benar dunia yang didambakan oleh Kazuto.


Di tengah malam itu, Akira terbangun.


"Kazuto?", mencari carinya.


"Kazuto, siapa wanita itu?", menunjuk Cleopatra yang sedang tertidur.


Tak lama, Kazuto memasuki kamar. Ia memasang wajah gembira karena keinginannya telah terwujud.


"Tidurlah.. Besok aku akan menceritakan semuanya", mencium kening Akira.


Esok harinya, Akira dan Cleopatra bangun secara bersamaan. Lalu, mereka menatap satu sama lain dengan penuh kewaspadaan.


"Wah.. Kedua istriku sudah bangun..", Kazuto membuka pintu.


Beberapa saat kemudian, Kazuto mengumpulkan semua penduduk di tanah lapang yang luas. Ia ingin menjelaskan semuanya kepada mereka. Karena, diantara mereka pasti ada yang bertanya tanya.


"Dengarkan aku! Kalian berada di sini adalah keinginanku! Dunia baru yang belum terjamah ini adalah milik kalian! Jika tujuan kalian baik, gunakanlah semuanya dengan baik!", tegasnya di hadapan semua orang yang terlihat sedikit tersebut.


"Hore! Hidup Raja! Hidup Raja!", teriak mereka.


Semuanya terlihat senang. Mereka diberi kebebasan oleh Kazuto untuk menggunakan sumber daya yang ada. Kecuali, jika dipakai untuk sesuatu yang bersifat jahat, Kazuto akan langsung turun tangan.


"Tapi! Dunia ini baru saja menetas.. Dan musuh kita pun baru saja menetas! Ancaman yang lebih mengerikan mungkin saja datang secara tiba tiba. Karena, aku ingin kalian menjaga kedamaian dunia ini!", tegas Kazuto lagi.


"Dengan kekuatan kami yang seperti ini, adakah peluang untuk menang melawan mereka yang lebih kuat daripada kami?", tanya salah satu prajurit Cleopatra.


"Hm.. Karena itu, aku membawa mereka", Keenam Jenderal Kehancuran berdiri di belakang Kazuto.


Permainan baru akan dimulai. Saat ini, Tuhan melihat bagaimana Kazuto menggunakan kesempatannya untuk melakukan hal yang belum pernah ia lakukan.


"Akulah raja di atas para raja! Kazuto, sang Entitas Kuno!", teriaknya.


Mereka semua bersorak sorak menyebut namanya. Kazuto kemudian menghampiri keluarganya yang berada di depan rumahnya.


"Kalian adalah yang paling ku sayangi", memeluk mereka.


"Ternyata benar. Kau adalah ayahku", ujar ibunya.


"Ibu, ayahmu adalah diriku di masa lalu. Sekarang, aku adalah anak kandungmu. Jadi, aku ingin ibu memperlakukanku selayaknya anak!", pinta Kazuto sambil menangis.


Beberapa hari berlalu begitu saja. Para pengikut Kazuto mulai merasa bosan. Mereka seakan akan rindu dengan kehidupan lamanya. Datanglah seorang rakyat kepada Kazuto yang sedang berada di depan rumahnya ditemani Akira dan Cleopatra.


"Tuan, saya punya permintaan.. Apakah saya bisa kembali ke kehidupan saya yang dulu?", tanya nya sembari berlutut.


Kazuto terdiam beberapa saat. Sementara, Cleopatra merasa tidak enak akan perkataannya itu.


"Dasar tidak tau diri! Apa yang kau pikirkan!? Apa yang kurang dari kehidupanmu sekarang!?", tegasnya.


Pria itu ketakutan karenanya. Lalu, Kazuto menenangkan Cleopatra dan berdiri mendekati pria malang itu.


"Masuklah ke dalam portal ini..", Kazuto membuat sebuah di depan rumahnya portal.


"Kau akan menuju ke tempat yang kau pikirkan.. Masuklah", sambungnya.


"Te-terima kasih, Tuan Raja..", pria malang itu masuk ke dalam portal.


Portal itu akan menuju ke tempat yang diinginkannya tanpa kecuali. Kazuto menbuat portal itu karena terpikirkan juga olehnya jika semua penghuni alam ini pasti memiliki kebutuhan yang tidak ada di sini, seperti kehidupan lamanya.

__ADS_1


Itu bukan perjalanan waktu, melainkan menapaki diri seseorang yang berada di kehidupan lamanya. Dengan kata lain, dua orang yang sama tidak akan bertemu. Hanya alam sadarnya yang bergabung.


Beberapa orang merasa puas karena mereka bisa bolak balik ke kehidupan lama dan kehidupan sekarang. Kazuto terlihat senang. Ia memegang tangan Akira dan Cleopatra sembari duduk melihat mereka.


Malam hari, saat mereka berdua sudah tertidur. Kazuto memutuskan untuk berdiam diri di atap rumahnya. Melihat pemandangan dua kastil yang berdekatan dengan beberapa penjaga di sekitarnya membuat Kazuto merasa tenang.


"Dunia ini memang sempurna.. Tapi, entah kenapa, aku merasakan ada yang kurang", gumamnya.


"Semua kenangan petualanganku, terbawa hanyut oleh derasnya kedamaian ini.. Aku merasa.. Aku harus menceritakannya kepada keturunanku kelak. Kalaupun tidak begitu, aku ingin mereka mengetahui tentang sejarahku.."


Kazuto terus menerus menatap langit sampai penghujung malam. Ketika cahaya fajar menyinari wajahnya, ia pun beranjak dan segera turun dari atap.


Pagi harinya, ia memutuskan untuk berkeliling di sekitar wilayah kerajaan. Nampak situasi yang damai antarmasyarakat. Hingga Kazuto melihat seseorang yang tengah duduk di bawah pohon. Berniat mengajaknya ngobrol, Kazuto menghampirinya.


"Kau sedang apa?", tanya Kazuto.


Pria berambut pendek itu tidak menjawab. Dari tadi, ia menutup matanya sambil menghela nafas berkali kali seperti seseorang yang ditimpa permasalahan.


Tiba tiba, ia berdiri dan membuka matanya. Terkejutlah Kazuto setelah melihat matanya itu, karena, satu berwarna biru dan satu lagi berwarna merah.


"Siapa kau!?"


Ia langsung memukul Kazuto begitu saja hingga membuatnya bertekuk lutut. Darah bercucuran dari mulutnya. Merasa Tuannya dalam bahaya, Marcus langsung muncul di sampingnya.


"Hoo.. Anak buahmu?", pria itu menyiapkan kepalan tangannya.


Karena kesal, Marcus hendak menghajarnya. Tapi, Kazuto menghentikannya. Pria itu kemudian mendekati Kazuto.


"Yang ada di depanmu adalah Napshom, sebagai perwakilan Entitas Iblis. Bersiaplah, dua hari dari sekarang, pasukan kami akan menyerangmu", bisiknya.


Kazuto terkejut setelah melihat Napshom secara langsung. Kiranya, semua Entitas Iblis sudah tidak ada. Sepertinya, musuh Kazuto sudah ditentukan pada saat ini, yaitu Entitas Iblis. Dengan suruhan Kazuto, Marcus memberitahu jenderal yang lainnya untuk segera mempersiapkan semuanya.


Karena mendengar kabar angin dari Kazuto bahwa akan terjadi peperangan, semua penduduk negeri menjadi panik. Mereka yakin tidak akan bisa melawan makhluk makhluk kuat seperti mereka.


Keesokan harinya, Cleopatra jatuh sakit. Ia menderita demam tinggi yang membuatnya hanya bisa berbaring di tempat tidurnya.


"Kenapa kau tidak memberitahuku sejak awal?", Kazuto terlihat cemas akan kondisinya itu.


"Aku tidak ingin membebani pikiran dan hatimu..", ujar Cleopatra dengan nada lemah.


Lalu, Kazuto membiarkannya beristirahat sendirian. Ia segera memantau keadaan militer yang siap bertempur nanti. Mereka dikomando oleh Tetra dan Hyashin sebagai pasukan penghambat musuh.


Tiba tiba, Kazuto mendapat bisikan,


"Pada akhirnya, manusia tetaplah manusia"


Kazuto mencari cari sumber suara tersebut. Sadarlah Kazuto bahwa suara itu berasal dari Tuhan. Saat itu, ia belum mengerti apa maksud perkataanNya itu.


Satu hari berlalu. Tibalah saatnya pertempuran antara Entitas Iblis dan pasukan Kazuto. Kedua pasukan itu sama sama memiliki kekuatan yang dahsyat. Agar tidak merusak lingkungan kerajaan, Kazuto memilih tempat yang agak jauh dari sana.


Sebelum berangkat, Kazuto meminta Lucia untuk tetap menjaga Cleopatra yang masih sakit.


"Baik, Tuanku.. Saya akan tetap disini untuk menjaganya"


Kazuto berpamitan kepadanya setelah berpamitan kepada Akira di rumahnya.


Pasukan dalam jumlah besar dipimpin oleh Tetra yang terdiri dari para ksatria dan monster bawahan para Jenderal. Mereka tidak gentar sama sekali ketika melihat pasukan musuh yang terlihat kuat.


"Hmp.. Pasukanmu terlihat lemah!", teriak Dierron di depan pasukannya yang sangat banyak.


Kazuto pun maju ke depan untuk menunjukkan jiwa kepemimpinannya.


"Kau juga lemah! Tidak ada yang kuat di dunia ini!", balas Kazuto.


Kedua pasukan sama sama kuat. Mereka saling menyerang, menembak, menghancurkan musuhnya masing masing.


"Kau datang juga..", Kazuto merasakan kehadiran Dierron di dekatnya.


"Semua ini dilakukan hanya untuk merebut tahta yang kau pegang!", tegas Dierron.


Dierron bermaksud untuk merebut semua kekuatan yang dimiliki oleh Kazuto termasuk hak Entitas Kuno miliknya. Dengan itu, Dierron bisa menguasai semuanya secara instan.


"Kau tidak akan bisa mengalahkanku", Kazuto bersiap menghadapinya.


Mereka berdua pun saling mengadu kekuatan untuk membuktikan siapa yang lebih pantas menyandang gelar Entitas Kuno. Energi energi masif keluar dari mereka berdua.


Melihat itu, Marcus ingin sekali membantunya. Namun, Napshom menghalanginya. Kelima Jenderal yang ada di sana mendapatkan lawan yang sepadan. Marcus melawan Napshom, Alcia melawan Rhynus, Hyashin melawan Ankhan, Lubis melawan Rogue. Sedangkan, Tetra menghadapi pasukan andalan musuh di barisan depan.


Di sisi lain, Akira terlihat khawatir akan keadaan Cleopatra. Ia pun segera pergi ke istana untuk melihat kondisinya saat ini. Di kamarnya, ia mendapati Lucia sedang mengusap tubuhnya dengan lap hangat.


"Bagaimana keadaannya?", tanya Akira.


"Suhunya belum kunjung turun. Sepertinya ini akan memakan waktu lama untuk sembuh..", balas Lucia sambil terus mengusap tubuh Cleopatra.


"Akira.. Kau belum.. Merasakannya?", lirik Cleopatra kepadanya dengan nada rendah.


"Ah itu.. Belum.. Kurasa belum saatnya", Akira menyeret sebuah kursi untuk duduk di dekatnya.


Pertempuran semakin memanas. Untungnya, pasukan Kazuto sudah mendominasi. Sebagian musuh dapat dikalahkan dengan mudah oleh mereka berkat bantuan dari Tetra.


Marcus pun berhasil memojokkan Napshom dalam pertarungan tangan kosong. Ia mendapati banyak luka dan mulai kelelahan.


"Kau hebat juga..", Marcus memujinya.


"Sudah lama aku tidak mendapat pujian dari lawanku..", ujar Napshom.


Sementara, Kazuto dan Dierron imbang. Kekuatannya setara antara mereka. Tidak hanya itu, luka lukanya pun sama persis.


"Aku akan menghabisimu!"


"Tidak akan pernah!"


Kekuatan yang digunakan mereka silih berganti. Mulai dari sihir, senjata hingga tangan kosong mereka gunakan. Efek yang dihasilkannya pun dahsyat, sehingga menghembuskan angin yang kuat.


Di satu saat, Kazuto sedikit lengah. Ia melihat ke langit sekejap karena seperti ada bayang bayang Entitas Cosmos di sana. Mendapat kesempatan, Dierron memusatkan kekuatannya dalam satu serangan. Dilubangilah dada sebelah kanan Kazuto olehnya.


"Kau lengah!", teriaknya.


Kazuto terdiam kesakitan. Darah terus mengalir dari luka besarnya itu. Anehnya, ia tidak bisa beregenerasi seperti sebelumnya.


"Kenapa..aku..tidak.."


Tubuhnya mulai kehilangan keseimbangan. Ia pun terduduk di depan Dierron yang terlihat puas. Dalam kondisinya yang seperti itu, Kazuto ditendang olehnya hingga terpental.


"Tuan Kazuto!", teriak Marcus dari kejauhan.


"Beraninya kau berpaling!", Napshom memukulnya tepat di bagian wajahnya.


Semua Jenderal dan pasukannya melihat kepada Kazuto yang terluka. Mereka semua tertunduk dan kehilangan semangat bertarung. Karena kelengahan itu, monster monster musuh dapat menumbangkan mereka dengan mudah.

__ADS_1


Mereka semua mengira Kazuto sudah dikalahkan oleh Dierron. Tapi, yang sebenarnya tidak seperti itu. Kazuto sedang mengumpulkan kekuatannya untuk melawan balik Dierron.


Tak lama, ia kembali bangkit.


"Tidak ada kekalahan bagiku!", teriaknya dengan maksud membangkitkan semangat pasukannya.


"Hmp.. Jika Tuanku berkata begitu, aku juga tidak boleh kalah", Marcus kembali menghadapi Napshom yang ternyata di luar dugaannya.


Tidak ada lagi keraguan dalam hati mereka. Mereka yakin Kazuto akan menang melawan kejahatan.


Pertempuran kembali berlanjut. Kali ini, dukungan dari Kazuto membuat semangat pasukannya semakin membara.


Di istana, keadaan Cleopatra semakin parah. Lucia memanggilkan para maid andalannya untuk mengobatinya dengan sihir. Akira juga terlihat panik karena itu.


"Cleopatra, bertahanlah!"


"Ehm.. Tidak apa.. Aku baik baik saja..", bualnya. Padahal saat itu kondisinya begitu kritis.


Cleopatra semakin hilang kesadaran. Detak jantungnya melambat dan suhu tubuhnya mendadak turun drastis. Ia juga terus menerus batuk disertai darah.


Di medan pertempuran, para Jenderal terus mendesak lawannya. Marcus sudah berhasil mengalahkan Napshom dengan menghilangkan kedua lengannya yang membuatnya tak bisa berkutik.


Ia kemudian membantu Hyashin yang berada di dekatnya melawan Ankhan.


"Sesuatu akan terjadi..", ucap Ankhan sebelum bertarung.


Tak perlu waktu lama, mereka berdua berhasil mengalahkannya. Marcus mencekiknya sambil menanyakan keberadaan ketiga makhluk superior di atasnya.


"Siapa atasanmu!?"


"Lebih baik aku mati.."


Marcus terus menanyakannya. Karena tidak kunjung menjawab, akhirnya ia membunuhnya. Agar Ankhan tidak meregenerasi, Marcus menghancurkan tubuhnya hingga tak bersisa.


Bersamaan dengan itu, Cleopatra sekarat. Detak jantungnya melemah dan semakin lemah. Lucia panik melihatnya seperti itu. Ia mencoba menyalurkan tegangan listrik dari tangannya ke dada Cleopatra. Namun tidak ada reaksi sama sekali.


Akira mulai meneteskan air mata. Karena, melihat Cleopatra seakan akan melihat Luxyus dengan sifat yang berkebalikan. Sudah banyak momen yang dilaluinya bersama Luxyus.


"Sebenarnya, aku memiliki ikatan batin dengan Ankhan.. Jika aku seperti ini, pasti terjadi sesuatu padanya", jelas Cleopatra diiringi dengan batuk.


"Kenapa? Kenapa harus seperti itu?! Ankhan adalah iblis, kenapa kau harus terikat dengannya?!", tanya Akira dengan sedikit memarahinya.


"Ankhan adalah..kekasih pertamaku di sini.. Bahkan, aku sempat meminta seorang anak kepadanya, tapi, ia menolak karena kasihan melihatku yang saat itu masih remaja..", air mata membasahi pipinya hingga ke telinga.


Akira tertunduk diam. Sementara, Lucia terus berusaha meningkatkan detak jantungnya yang kian melemah.


"Akira, sampaikan pesanku kepada Kazuto. Katakan kepadanya, aku akan menemuinya lagi nanti.. Terima kasih kalian berdua telah menjagaku..", ucap Cleopatra dengan suara semakin lemah.


Setelah mengatakan itu, detak jantungnya berhenti. Lucia menghentikan usaha menyalurkan listriknya itu. Kemudian, ia berkata,


"Dia..sudah tiada.. Aku juga merasakan energi lainnya sudah mati di dalam tubuhnya.."


Lalu, Akira mengelus elus pipinya yang lembut sembari tersenyum. Ia pun sempat mencium dahinya seolah olah menyuruhnya untuk beristirahat.


"Lucia, bersihkan tubuhnya sebersih mungkin. Aku ingin Kazuto melihatnya sendiri", suruhnya sambil meninggalkan kamar.


Di medan pertempuran, sebagian besar pasukan musuh sudah dikalahkan. Kelima Jenderal pun sudah mengalahkan semua Entitas Iblis dengan kekuatan penuh mereka.


Sementara, di pertarungan Kazuto dan Dierron, menunjukkan perbedaan yang menonjol. Dierron kehilangan satu tangannya dan dijadikan tidak meregenerasi oleh Kazuto. Kondisi Kazuto terlihat baik baik saja.


"Kau hebat, Entitas Kuno.. Sekarang aku yakin, kau lah yang memimpin para Entitas Cosmos, para leluhur kami. Tapi, aku belum puas dengan kekuatanmu. Tunjukkanlah padaku kekuatanmu yang sesungguhnya!", Dierron mengakui kehebatan Kazuto yang memiliki gelar Entitas Kuno.


Setelah beberapa saat, pasukan musuh pun habis tak bersisa. Semuanya mati dibunuh oleh para pengikut Kazuto. Tinggal tersisa Dierron yang tergeletak di depan Kazuto dengan penuh luka.


"Bagaimana? Apakah Entitas Cosmos akan membantumu? Jika tidak, mengapa kau tidak melakukan sesuatu?", tanya Kazuto.


Mereka berdua dikelilingi oleh pasukan Kazuto yang telah memenangkan pertempuran.


"Tidak.. Entah kenapa, aku tidak bisa marah lagi. Padahal, aku ingin menjadi iblis yang lebih kuat agar bisa membunuh kalian semua!", geram Dierron.


Itu karena, sambil menyerangnya, Kazuto juga menyerap kekuatannya sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya Dierron tidak memiliki kekuatan lagi dalam tubuhnya. Walaupun ia memiliki senjata ampuh yaitu memanggil para Entitas Cosmos, ia tetap tidak bisa melakukannya jika kekuatannya habis.


"Tunjukkan rahasiamu!", suruh Kazuto dengan tegas.


Kazuto mengancamnya dengan semua pasukan yang mengelilinginya. Tidak ada jalan keluar untuk Dierron.


"Tidak"


Karena kesal, Kazuto hendak membunuhnya. Sebelum ia melakukan itu, Dierron melakukan sihir pemanggilan. Kazuto terhenti karena melihatnya.


"Dia adalah manusia penting bagiku", Nina keluar dari sihir pemanggilan Dierron.


Kemudian, tangannya diikat oleh rantai yang membuatnya tidak bisa berkutik. Kazuto merasa kasihan melihat Nina seperti itu.


"Kazuto!..", teriaknya meminta tolong.


Namun, Dierron menghadangnya dan mengancam untuk membunuhnya. Kelima jenderal geram melihat aksi Dierron itu yang menjadikan manusia sebagai sandera.


"Diam! Ku perintahkan kalian diam!", teriak Kazuto kepada semua pasukannya.


"Bagaimana? Kau akan membiarkannya mati? Atau kau akan menyelamatkannya?", tanya Dierron.


Kazuto tidak berkutik. Ia melamun memikirkan cara untuk menyelamatkan Nina dari genggamannya.


"Waktu habis, Kazuto"


Ledakan angin yang sangat kencang menghempaskan semua yang mengelilinginya, termasuk Kazuto. Dierron mencari kesempatan untuk melarikan diri.


"Gunakan kekuatanmu!", Dierron menyuruh Nina untuk menggunakan kekuatan teleportasi.


Nina pun dibawa oleh Dierron entah kemana. Kazuto tidak bisa menyelamatkannya sama sekali. Target terpenting dari pertempuran ini tidak bisa dikalahkan olehnya.


Kazuto pulang dengan keadaan kesal. Ia berjalan dengan cepat dan tidak mempedulikan pasukannya. Marcus ingin sekali menghiburnya, tetapi Tetra menyuruhnya diam.


Begitu sampai di istana, ia langsung menuju ke kamar Cleopatra beristirahat. Ia hendak melihat kondisinya saat ini.


"Cleopatra!", panggilnya dari depan pintu.


Setelah pintu dibuka, ia melihat Akira, Lucia dan beberapa maidnya tertunduk sedih di hadapan Cleopatra yang sudah tak bernyawa.


"Akira, ada apa?", tanya Kazuto dengan sedikit panik.


"Dia...", Akira menggelengkan kepalanya.


Akhirnya, Kazuto pun mengetahui bahwa Cleopatra sudah meninggal.


"Tidak.. Tidak! Yumi!", Kazuto menggoyang goyangkan Cleopatra dengan maksud membangunkannya.


"Dia sudah tiada sejak 2 jam yang lalu.. Dia berpesan bahwa akan menemuimu lagi suatu saat, Kazuto", jelas Akira sambil mengelus pundak Kazuto yang sedang berduka.

__ADS_1


Mungkin, itu adalah hari sial dan tragis bagi Kazuto. Dimana, ia gagal mengalahkan kejahatan dan kehilangan sosok yang dicintainya.


Malam hari, Lucia membuat replika Cleopatra yang kemudian dimumikan untuk disimpan di istana. Sedangkan, Cleopatra dikuburkan dengan layak di dekat istana. Kazuto menghias tempat peristirahatan terakhirnya itu dengan berbagai jenis bunga sebagai bukti cintanya padanya.


__ADS_2