Above The Kings

Above The Kings
Pertemuan


__ADS_3

Masa lalu Cleopatra


Cleopatra lahir dari orang tua bangsawan. Ayahnya adalah raja dan ibunya adalah wanita tercantik di negerinya saat itu. Ia memiliki dua kakak perempuan yang berbeda 5 tahun usianya dengan Cleopatra.


Kedua kakaknya itu memiliki potensi sihir yang lumayan besar. Berbeda dengan Cleopatra yang tidak bisa memakai sihir apapun. Tetapi, ia dianugerahi sepasang mata yang ajaib. Kekuatan tersembunyi seseorang dapat dilihatnya dengan jelas.


Meski begitu, ia sangat menginkan kekuatan sihir. Karena menurutnya, itu adalah hal terhebat yang bisa dilakukan manusia.


“Kakak, bagaimana sihir menurutmu?”, tanya Cleopatra.


“Yah.. Bagiku, sihir adalah kekuatan untuk menolong mereka yang lemah”, jawab kakaknya dengan senyuman manis.


Kata kata itu selalu diingat oleh Cleopatra. Kedua kakaknya sangat baik dan perhatian terhadapnya. Hingga, sesuatu yang mengerikan terjadi.


Cleopatra sekeluarga sedang mengadakan perjalanan ke negeri seberang yang kebetulan rajanya adalah teman ayahnya. Saat itu, Cleopatra masih berusia 12 tahun.


“Cleo, apa kau percaya Tuhan?”, tanya ayahnya di dalam kereta kuda.


“Hmm.. Bagaimana jika tidak?”, Cleopatra sedikit kebingungan.


“Walaupun kau tidak percaya, Dia tetap ada. Dia selalu menunjukkan eksistensinya melalui perantara makhluk ataupun langsung..”, jelas ayahnya sambil menepuk kepala Cleopatra.


Tiba tiba, langit menjadi mendung. Angin bertiup kencang dan petir menyambar daratan. Sesosok bayangan menghadang kuda yang dinaiki oleh pengawal di depan.


Sosok itu lalu membunuh mereka dengan kejam dan hanya menyisakan kakinya saja.


“Ayah, aku takut!”, Cleopatra memeluk erat erat ayahnya.


“Kalian berdua cepat keluar!”, suruhnya kepada kedua anak tertuanya.


Begitu mereka keluar, sosok itu membalikkan kereta kuda yang ditumpangi Cleopatra dan ayah ibunya. Sehingga mereka mengalami benturan keras yang menyebabkan luka di kepala.


“Ayah! Ibu!”, Cleopatra mencoba membangunkan mereka yang tak sadarkan diri.


Karena usahanya sia sia, Cleopatra pun merangkak keluar. Di luar, ia melihat kedua kakaknya sedang melawan sosok itu. Namun, sihir yang mereka miliki sama sekali tidak berefek kepadanya.


Kedua kakaknya itu tidak berkutik di hadapannya. Karena takut, mereka pun melarikan diri meninggalkan Cleopatra di sana dan tentu dengan perasaan bimbang.


“Tunggu.. Kenapa kau.. Berbohong padaku?..”


“Hei gadis. Kau menginginkan kekuatan, kan?”, sosok itu menghampirinya.


Benar. Dia adalah Entitas Iblis Ketiga. Ia menyerang keluarga Cleopatra karena tau akan hartanya yang melimpah.


“Sebelum itu, ada syaratnya..”, ia menghancurkan kereta kuda di belakangnya yang merupakan tempat dimana orang tuanya berada.


“Aku menginginkan kekayaanmu..”, memegang dagu Cleopatra.


Cleopatra tidak bisa berkutik. Ia sangat ketakutan melihat kekuatannya yang sangat besar.


“Aku akan memberimu waktu.. Jika kau mau, datanglah ke pegunungan di depan sana”, tunjuknya.


Di saat seperti itu, muncul sesosok samar dari langit. Kedatangannya itu diiringi oleh cahaya dan suara suara seperti nyanyian malaikat.


“Tcih.. Dia lagi..”, sosok di depannya terlihat kesal.


Cleopatra terkejut begitu melihat sosok yang turun dari langit itu. Karena, kekuatannya memenuhi langit dan bumi atau bahkan tak terhitung.


Sosok iblis di depannya mundur beberapa langkah setelah melihatnya. Lalu, kedua sosok itu pun menghilang tanpa jejak.


Lalu, Cleopatra teringat akan perkataan ayahnya. Itu membuatnya menghela nafas. Kemudian, ia juga mengingat perkataan kakaknya tentang kekuatan untuk menolong yang lemah. Mengingatnya membuat Cleopatra sangat kesal karena kakaknya berbohong.


Dari situlah Cleopatra mulai menginginkan kekuatan. Segala cara ia lakukan demi mendapat kekuatan dari sang iblis. Baginya, kekuatan adalah anugerah untuk mengendalikan mereka yang lemah.


“Apa kau takut?”, Kazuto berlutut di depannya.


“Si-siapa kau?”


“*Rasanya, aku pernah bertemu dengannya.. Tapi dimana itu?”, pikir Cleopatra.


“Aku? Aku adalah kekuatan yang kau cari cari. Sebagai anti-sihir terkuat, kekuatanku ini bisa menundukkan semuanya!”, Kazuto membual.


“Singkat saja.. Aku Cleopatra, umurku 21 tahun. Tubuh ini berasal dari dunia ini, tetapi jiwaku bukan berasal dari sini”, Cleopatra berdiri untuk memperkenalkan dirinya.


“Eh?”


Akhirnya, Kazuto ingat bahwa dirinya sedang berada di dunia parallel, bukan di bumi. Dan yang ada di depannya juga berasal dari bumi, seperti Kazuto.


“Sudah berapa lama kau berada di sini?”


“Dua tahun lalu.. Aku juga tidak mengerti. Sepertinya, tubuh ini masih menyimpan keinginannya sedari dulu”


Kazuto terdiam mendengar itu.


“Dimana Nina?”, tanya Kazuto.


“Maksudmu si gadis itu? Dia ada di penjara bawah tanah.. Asal kau tau, membiarkannya berkeliaran adalah kesalahan besar”, bisik Cleopatra.


“Apa maksudmu? Memangnya kau tau apa?”, Kazuto membantah perkataannya.


“Kau tau Yumi? Itu adalah aku..”


“Hm? A-ah Yumi!?”, Kazuto terkejut.


Kazuto mengingat masa masa saat kelas 3 SMP. Waktu itu, temannya terus mendekatinya dan mencuri perhatian darinya. Itu adalah Yumi, teman sekelas Kazuto yang jatuh cinta padanya.


Yumi sering mengajak Kazuto untuk bercakap cakap di tempat sepi. Topik obrolannya tak lain adalah mengenai adanya 4 Alam. Waktu itu, Kazuto hanya menganggapnya sebagai lelucon.


Beberapa hari sebelum kelulusan, Yumi berencana untuk menyatakan perasaannya pada Kazuto. Namun, di hari kelulusan, Yumi dikabarkan menghilang. Mendengar kabar itu, Kazuto merasa sangat terpukul.


“Kazuto, aku mencintaimu..”, ucap Cleopatra dengan wajah tulus.


“Ahh! Dia mengatakan itu di depan Alcia!”, Kazuto panik.


Keadaan menjadi senyap. Tidak ada satu pun di antara mereka bertiga yang berkata kata lagi. Kazuto menjadi gugup di depan mereka berdua.


“A-alcia!.. Di-dia itu-”

__ADS_1


“Namamu, Yumi, ya?”, Alcia memanggilnya.


“Apa kau ingin aku membawakan kematian untukmu?!”, sambungnya.


“Ehh?!”, Kazuto terkejut.


“Hmp.. Aku tidak takut mati”, mereka berdua saling mendekat.


“Lupakan hal ini! Antar aku menemui Nina”, Kazuto mendorong mereka.


Kazuto merasa tenang karena Cleopatra adalah temannya sewaktu SMP. Dengan begitu, Kazuto tidak perlu mengkhawatirkannya.


Cleopatra mengantar mereka berdua untuk menemui Nina yang dikurung di bawah tanah. Cleopatra mengurungnya karena alasan tertentu.


“Kenapa kau tidak putuskan kontakmu dengannya?”, tanya Kazuto sambil berjalan.


“Jika aku memutuskannya, ia akan menghancurkan negeriku ini”, Cleopatra berhenti sejenak untuk menjawabnya.


Setelah itu, Kazuto tidak bertanya lagi. Ia kasihan kepadanya karena kontraknya dengan Entitas Iblis tidak bisa diputuskan begitu saja.


Sebagai gantinya, negeri Cleopatra terlindung dari semua bahaya. Namun, satu hari dalam sebulan, ia harus menyerahkan hartanya kepadanya. Dan itu berlangsung hingga sekarang. Tetapi, sampai saat ini, Cleopatra belum mendapat kekuatan darinya.


“Kenapa aku harus bertemu dengannya!?”, Nina menggerutu di sudut ruangan.


Nina kesal kepada Cleopatra karena telah menjadikannya sebagai Pencetus Dosa pertama di dunia ini atas suruhannya. Setelah itu, Cleopatra menyerahkannya kepada salah satu Entitas Iblis sebagai persembahan.


Untungnya, Nina hanya dijadikan pesuruh olehnya dan diberikan tugas yang sangat sulit, yaitu membawa Kazuto ke hadapannya. Tentu saja Nina tidak bisa melakukannya. Karena, ketika bersama tuannya, ia menyaksikan banyak penyiksaan dan pembunuhan. Nina tidak ingin Kazuto merasakan hal seperti itu.


Tiba tiba, pintu ruangan dibuka dari luar.


“Nina?”, Kazuto masuk.


“Kazuto?.. Kazuto!”, Nina berlari kepadanya dan langsung memeluknya.


“Tuanku!”, Alcia memasang posisi siaga.


“Ti-tidak, Alcia! Dia cuma temanku”, Kazuto menenangkannya.


Alcia bisa merasakan apa yang tidak Kazuto rasakan. Ia merasakan aura negatif dari dalam diri Nina. Tetapi, Kazuto tidak menyadari hal itu sehingga ia malah melindunginya.


“Emm.. Baiklah.. Maaf”, Alcia menuruti perkataan Kazuto.


Lalu, Nina menceritakan semua kejadian yang dialaminya hingga bisa sampai ke sini. Dan itu berlanjut menceritakan hubungan antara Cleopatra dengan dirinya.


“Aku mengerti..”, Kazuto mengangguk angguk.


“Jika.. Kau ingin.. Membunuhku.. Aku akan melakukannya dengan tulus..”, ucap Nina dengan raut wajah sedih.


“Apa? Tidak tidak. Aku tidak akan melakukan hal seperti itu..”


“Kazuto, jika kau bersedia melindungiku dan negeriku, aku akan menuruti semua keinginanmu”, Cleopatra tiba tiba berlutut di hadapannya.


Ia tidak punya pilihan lain selain meminta bantuan kepada Kazuto untuk melawan Entitas Iblis. Ini menjadi seperti perebutan negeri Cleopatra darinya dan Kazuto.


“Di-dia!?”


“Sialan!.. Aku merindukan kehidupan lamaku..”, Kazuto meneteskan air mata.


“Kazuto?”, Nina dan Cleopatra keheranan.


“Tidak.. Lupakan itu”, mengusap air matanya.


Kemudian, mereka pun bercakap cakap saling berbagi informasi untuk mengalahkan Entitas Iblis yang terikat kontrak dengan Cleopatra. Sekaligus berencana mengalahkan Entitas Iblis lainnya.


“Cleopatra, apa kau tau mengenai Entitas Iblis lainnya?”, tanya Kazuto.


“Tentu saja”


Di urutan pertama, yaitu Dierron, sang pemimpin Entitas Iblis dan merupakan raja iblis sejati di dunia ini. Kekuatannya jauh di atas iblis lainnya dan sering dijuluki Dewa yang Tersesat. Keberadaan tidak bisa diketahui secara pasti, yang jelas, ialah yang memberi perintah kepada keempat Entitas Iblis lainnya dan ia juga yang terikat kontrak langsung dengan Nina.


Kedua, Rhynus, dijuluki sang Pengendali. Walaupun di bawah Dierron, kekuatannya tidak kalah besar. Ia mampu mengendalikan apapun yang dilihatnya. Cleopatra menyebutkan, jika ia muncul, maka dunia ini berada di bawah kendalinya. Karena itu, Rhynus dikurung oleh Dierron di dimensi lain.


Ketiga, Ankhan, si Haus Harta. Kerakusannya akan harta, tidak pernah terpenuhkan, karena, harta adalah makanannya. Ialah yang memeras Cleopatra untuk memberinya harta dengan iming iming kekuatan untuknya. Kediamannya berada di perut gunung raksasa di perbatasan negeri Cleopatra.


Keempat, Rogue, si Katai Merah. Yang paling cepat di antara Entitas Iblis. Walaupun ia yang tercepat, Dierron dapat memprediksi gerakannya dengan bantuan penglihatannya yang membuat Rogue seperti melambat. Ia juga sempat bertarung dengan Alcia dan Alcia lebih unggul darinya.


Kelima, Napshom, si Misterius. Kekuatannya masih menjadi misteri dan bahkan Dierron pun tidak tau keberadaannya. Selain itu, ia seringkali berada di setiap tempat.


“Begitulah..”, sambung Cleopatra setelah menjelaskan semua itu.


“Sepertinya, yang aku tidak bisa menghadapi mereka secara bersamaan”, Kazuto berpikir setelah menyimak omongannya.


“Tidak, Tuanku! Itu tidak benar! Kau bisa dengan mudah mengalahkan mereka!”, Alcia tidak ingin Kazuto merendah.


“Tidak, Alcia. Jika peringkat empat atau lima, aku bisa menghadapinya.. Berbeda dengan tiga lainnya”, balas Kazuto.


Perkataannya itu menutup pembicaraan di malam itu. Mereka berempat terdiam karena kebingungan untuk membuat rencana. Tetapi, Kazuto ingin sekali membantu Cleopatra sebelum membantu Nina.


“Umm.. Cleopatra, apa kau punya kamar untuk kami?”


“Kau pikir aku miskin? Tentu saja ada”


“Alcia, kau temani Nina. Aku ada urusan dengan Cleopatra”, suruhnya.


Alcia bersama Nina pergi menuju kamar yang disediakan oleh pelayan. Sementara Kazuto mengikuti Cleopatra yang masuk ke kamarnya.


“Bagaimana kau bisa ada di sini?”, tanya Kazuto sambil duduk di sebuah sofa.


“Saat itu, sehari sebelum kelulusan, keluargaku dirampok oleh sekelompok orang”, Cleopatra sambil melucuti pakaian mewahnya.


“Sama seperti Akira!?”


“Orang tuaku dibunuh di tempat dan aku diculik oleh mereka.. Di suatu tempat, mereka mencabuliku lalu melemparku ke sungai yang arusnya deras”, mengenakan pakaian tidur.


Masa lalu yang dialaminya sungguh mengerikan. Hal itu selalu terbayang oleh Cleopatra hingga sekarang ini.


“Dan juga, kau boleh memanggilku Yumi”, merapikan rambutnya.

__ADS_1


Kazuto terdiam setelah mendengar ceritanya itu. Mengingat, kejadian itu hampir sama seperti yang dialami Akira. Kazuto yakin semua kejadian itu pasti ada sangkut pautnya dengan kekuatan yang dimilikinya.


“Sungguh masa lalu yang mengerikan.. Tapi, kenapa sekarang aku menjadi Ratu Kebengisan?”, Cleopatra berbaring.


“Benar. Aku tidak menyukai siapapun kecuali orang orang tertentu, seperti kalian”, jawabnya sendiri.


Cleopatra terus mengoceh menceritakan kelebihannya sekarang. Kazuto menjadi tidak nyaman. Hal itu disebabkan bukan karena ocehannya, melainkan karena rencana Jibu.


Ia pun tertunduk kebingungan. Melihat itu, Cleopatra seketika terhenti.


“Aku.. Tidak bisa.. Seharusnya, bukan aku yang menerima kekuatan ini..”, keluhnya.


“Kazuto..”, Cleopatra menghampirinya.


“Kau ingat perkataanku waktu itu?”


“Tentu. Jika itu demi kebaikanmu, aku akan memberikannya dengan satu syarat..”


Kazuto mengangkat wajahnya menatap Cleopatra yang ada di depannya.


“Aku ingin..kau menerimaku”, pinta Cleopatra malu malu.


“Hmp.. Kau ini.. Aku mencintaimu juga.. Sebagai bukti pertemanan kita semenjak kecil”, Kazuto tersenyum lebar.


Cleopatra langsung memeluknya dengan air mata membasahi pipinya.


Keesokan harinya, Cleopatra menetapkan hari ini untuk memberikan hartanya. Jumlahnya sebanyak 4 kereta kuda. Namun, jumlah itu sangatlah sedikit di mata Ankhan, Entitas Iblis ketiga.


Cleopatra dan Kazuto sudah merencanakannya matang matang malam tadi. Alcia dan Nina pun bersedia mengikuti mereka.


“Apa kalian mengerti?”, tanya Cleopatra kepada mereka bertiga.


“Tentu”


Cleopatra pun berangkat sendirian memimpin barisan. Tidak ada pengawal yang ikut untuk menghindari pembunuhan yang tidak perlu.


Sepanjang perjalanan, Cleopatra terus memikirkan kejadian semalam. Ia tidak pandai dalam bercinta karena kemarin adalah pertama kali baginya.


“Kenapa aku..gugup waktu itu?”, gumamnya.


Akhirnya, sampailah di tempat tujuan. Cleopatra menghentikan lajunya di depan sebuah gunung raksasa. Terdapat sebuah gua raksasa di kaki gunung itu. Di mulut gua, terlihat kerangka manusia berserakan. Itu menjadikan gua itu menyeramkan bagi siapa saja yang melewatinya.


“Sebenarnya, sudah berapa kali aku kesini?”


Cleopatra memasuki gua itu diikuti oleh kereta kereta kuda yang membawa peti harta. Para kusir terlihat ketakutan ketika memasuki gua itu, karena tidak ada satu pun yang bisa kembali kecuali Cleopatra itu sendiri.


Dari kejauhan, terdengar tawa yang menggema di sepanjang gua. Mereka yakin bahwa itu adalah Entitas Iblis ketiga, Ankhan. Semakin masuk, semakin mendekati tujuan.


Sampailah mereka melihat gerbang raksasa yang bergambar tengkorak manusia. Itulah pintu masuk menuju kediaman Ankhan.


“Buka pintunya!”, teriak Cleopatra.


Pintu pun terbuka dengan sendirinya. Cleopatra dengan para kusir disambut oleh aura mengerikan dari dalam sana yang membuat bulu kuduk berdiri. Tetapi, Cleopatra sudah terbiasa dengan hal ini.


Begitu masuk, terlihat pilar pilar yang begitu besar berjajar di sepanjang jalan. Hingga terlihatlah nyala api di ujung pandang.


“Hm.. Kau datang juga, ya”, seseorang muncul dari kegelapan.


“Lama tidak bertemu, Ankhan”, Cleopatra turun dari kereta kudanya.


Semakin mendekat, penampilan Ankhan semakin jelas. Ia memiliki dua tanduk kecil di dahinya dan terdapat bongkahan rubi di antara kedua matanya. Itu menandakan dirinya yang paling menginginkan semuanya.


“Hmp? Cuma segini?”, Ankhan mengecek kereta satu per satu.


Setiap kereta yang dihampirinya, ia langsung menghabisi kusir yang ada di situ tanpa belas kasih. Itu bukan lagi sebuah masalah besar bagi Cleopatra.


"Ayolah.. Apa yang kurang dariku?", Cleopatra kesal.


"Hmp.. Kau penuh dengan kekurangan"


Cleopatra tidak membalas. Ia terdiam karena merasa takut dan malu. Ankhan tidak pernah berlaku kasar padanya. Hanya saja, ucapannya itu sangat realistis bagi Cleopatra.


"Aku memaklumi hal itu karena sedari dulu manusia adalah makhluk paling lemah dan penuh dengan kekurangan. Berbeda dengan kami para iblis yang memiliki kekuatan untuk melakukan apapun", Ankhan mendekatinya.


Sesuai rencana, Kazuto mengintip semua kejadian itu dari dalam kereta. Ia mengaktifkan kekuatan tak terlihat dan tak terdeteksi miliknya. Ia memegangi tangan Nina dan Alcia.


"Kepalaku mulai pusing!", pikirnya.


Kemudian, ia menempelkan kekuatannya itu kepada Alcia dan menyuruhnya untuk mengikatkan rantai di leher Ankhan.


Dengan santainya, ia mengikatkan rantai itu pada lehernya. Ankhan tidak menyadari hal itu. Ia bahkan tidak bisa mendeteksi keberadaan mereka bertiga.


"Mungkin sudah saatnya kau menyerahkan milikmu itu..", Ankhan mengelus elus leher Cleopatra.


Ikatan rantai pun diperkuat hingga batas maksimal.


"A-argh! A-apa i-ini?!", rantai itu mencekiknya dengan sangat kuat.


Lalu, mereka bertiga menunjukkan dirinya di hadapan Ankhan yang tercekik itu. Karena puas, Cleopatra menertawainya. Ankhan berusaha melepaskan rantai itu, tetapi tidak bisa karena dipegang oleh Alcia.


"Kau sudah kalah, Entitas Iblis!", Kazuto mendekatinya.


"Hmp.. Kau pikir aku bisa dikalahkan semudah ini?", balas Ankhan dengan sombong.


Tiba tiba, tubuhnya melebur menjadi pasir. Kazuto dan Cleopatra terkejut melihat hal itu.


"Hahaha.. Kau tidak akan bisa membunuhku!", gema suara di bawah tanah.


Kazuto tertawa tawa mendengar perkataannya sombongnya itu. Ankhan mengakui kalau dirinya lebih kuat dibandingkan Kazuto. Tapi, di balik itu, Alcia sudah melakukan sesuatu.


"Sebaiknya kau kemari, Ankhan. Aku akan memberimu pilihan", Kazuto melihat kesana kesini.


Atas perintah Kazuto, Alcia menunjukkan hal yang sudah dilakukannya terhadap Ankhan, yaitu mengambil inti jiwanya. Alcia mengangkatnya tinggi tinggi untuk ditunjukkan kepada Ankhan.


"Mustahil!", Ankhan akhirnya muncul di hadapan mereka.


Ankhan merasa panik ketika melihat inti jiwanya dipegang oleh Alcia. Yang mana itu merupakan komponen terpenting di dalam dirinya dan bisa diambil oleh seseorang yang menurutnya lemah.

__ADS_1


__ADS_2