Ada Aku

Ada Aku
B


__ADS_3

Seorang gadis kecil berlari, kadang berjalan sambil melompat. Dia memeluk satu kaleng kelereng dengan erat. Siang itu dia memenangkan banyak kelereng dan tangan kecilnya dengan semangat memungut kelereng milik teman-temannya.


Dia tersenyum mengingat sumpah serapah teman-temannya karena kalah bermain dengannya. Bahkan seorang teman menangis karena kehilangan banyak kelereng. Gadis kecil dengan rambut dikuncir itu tertawa bahagia.


Dia tak peduli dengan emak yang akan menyambutnya dengan omelan atau bahkan sabetan sapu lidi pada punggung kakinya, karena pulang melewati jam makan siang. Gadis kecil itu sedang menikmati kemenangannya.


Sekarang gadis kecil itu telah dewasa. Dia sedang duduk di pinggir pantai, tertunduk dengan mata yang basah. Dia ingin kembali ke masa kecilnya, menikmati setiap kemenangan kecil dalam hidupnya.


Gadis itu merasa kalah, kehilangan pekerjaan dan seorang kekasih. Dia ingin berteriak putus asa pada dunia, tetapi dia tahu dunia tak akan mendengar. Gadis itu teringat teman masa kecilnya yang berteriak ketika kalah bermain dan dia hanya tertawa mengejek.

__ADS_1


Disusutnya air matanya, kepalanya ditegakkan. Kali ini dia menatap dengan pongah pada langit, “Dengar! Aku belum kalah ! Tak perlu mengejekku!


Seorang gadis kecil berlari, kadang berjalan sambil melompat. Dia memeluk satu kaleng kelereng dengan erat. Siang itu dia memenangkan banyak kelereng dan tangan kecilnya dengan semangat memungut kelereng milik teman-temannya.


Dia tersenyum mengingat sumpah serapah teman-temannya karena kalah bermain dengannya. Bahkan seorang teman menangis karena kehilangan banyak kelereng. Gadis kecil dengan rambut dikuncir itu tertawa bahagia.


Dia tak peduli dengan emak yang akan menyambutnya dengan omelan atau bahkan sabetan sapu lidi pada punggung kakinya, karena pulang melewati jam makan siang. Gadis kecil itu sedang menikmati kemenangannya.


Sekarang gadis kecil itu telah dewasa. Dia sedang duduk di pinggir pantai, tertunduk dengan mata yang basah. Dia ingin kembali ke masa kecilnya, menikmati setiap kemenangan kecil dalam hidupnya.

__ADS_1


Gadis itu merasa kalah, kehilangan pekerjaan dan seorang kekasih. Dia ingin berteriak putus asa pada dunia, tetapi dia tahu dunia tak akan mendengar. Gadis itu teringat teman masa kecilnya yang berteriak ketika kalah bermain dan dia hanya tertawa mengejek.


Seorang gadis kecil berlari, kadang berjalan sambil melompat. Dia memeluk satu kaleng kelereng dengan erat. Siang itu dia memenangkan banyak kelereng dan tangan kecilnya dengan semangat memungut kelereng milik teman-temannya.


Dia tersenyum mengingat sumpah serapah teman-temannya karena kalah bermain dengannya. Bahkan seorang teman menangis karena kehilangan banyak kelereng. Gadis kecil dengan rambut dikuncir itu tertawa bahagia.


Dia tak peduli dengan emak yang akan menyambutnya dengan omelan atau bahkan sabetan sapu lidi pada punggung kakinya, karena pulang melewati jam makan siang. Gadis kecil itu sedang menikmati kemenangannya.


Sekarang gadis kecil itu telah dewasa. Dia sedang duduk di pinggir pantai, tertunduk dengan mata yang basah. Dia ingin kembali ke masa kecilnya, menikmati setiap kemenangan kecil dalam hidupnya.

__ADS_1


Gadis itu merasa kalah, kehilangan pekerjaan dan seorang kekasih. Dia ingin berteriak putus asa pada dunia, tetapi dia tahu dunia tak akan mendengar. Gadis itu teringat teman masa kecilnya yang berteriak ketika kalah bermain dan dia hanya tertawa mengejek.


__ADS_2