AIR MATA SYURGA HANUM

AIR MATA SYURGA HANUM
Hasil Pemeriksaan Hanum


__ADS_3

**Dari tanggal 19 sampai tgl 02 kalo di hitung berarti empat belas hari dua minggu.nggak nyangka udah lama nggak up terasa masih tiga hri.


Kenapa yah ? ntah lah author nggak tau,kagak ada alasan.antara tidak dan ia.


Author lanjutkan lagi.mohon jangan bosan membaca nya.


Selamat membaca


----------------


Di Rumah sakit labelle**


Di waktu yang bersamaan,Hanum mengecek kondisi nya dengan Dokter Hanna di rungan yang berbeda dari sebelum nya.Hanum melakukan Ronsen tubuh nya karna gejala yang sering dia alami sekarang sudah semakin sering ia rasakan.


Dokter Hanna menatap Ronsenan di layar yang sudah tertera di sana.Dr.Hanna memperhatikan nya dengan seksama dan fokus


Pemeriksaan telah selesai.saat ini mereka sedang duduk berhadapan.


Dokter Hanna terlihat tidak sanggat baik.ada hal sesuatu yang telah terjadi pada ronsenan nya.diam nya Dr.Hanna membuat Hanum heran dan bertanya-tanya.


"Bagaimana dengan hasil nya Dok...saya baik-baik saja kan"

__ADS_1


"Hanum,aku akan sanggat menyesal bila memberi tau mu! Dengan berat hati aku harus mengatakan nya"ujar Dr.Hanna dengan wajah sedih dan helaian napas berat keluar dari mulut nya.


"Kenapa Dr. harus menyesal,beri tau saja apa yang terjadi pada ku!"Hanum yang sudah sanggat penasaran dengan hasil ronsen nya.


"Sebenar nya...kamu di ponis kan kanker Rahim"


"Apah!!"Hanum terkejut dengan jawaban yang keluar dari Dr.Hanna otak nya seketika berhenti berputar mendengar kalimat di ujung ahir.seperti batu besar yang mencoba menghantam dada nya dan sekarang sudah terasa sesak,sulit sekli bernapas.


"Ia Hanum,ada penyakit kangker Rahim di tubuh mu,dan sekarang sudah memasuki tahap ganas...dari pemeriksaan tadi seperti nya kamu sudah lama mengalami penyakit ini.karna kamu tidak terlalu memperhatikan nya maka kamu tidak pernah tau kalo kamu menderita kangker stadium ahir"


Sulit di percaya,Hanum tidak menyangka kehidupan nya akan seperti ini.menderita penyakit di tenggah baru merasakan kebahagiaan,dan baru mengandung sang buah hati.lolos sudah air mata Hanum mendenggar penuturan dari Dr.Hanna kata-kata itu sanggat menguncang kan diri nya dan membuat hati nya sanggat sakit,sulit menerima kenyataan bahwa dia tidak sehat. perasaan nya saat ini benar-benar hancur.sambil memeluk perut yang sudah terlihat membuncit.


"A-apa yang harus aku lakukan Dr. apa anak ku akan baik-baik saja.apa penyakit ku ini tidak akan membahaya kan diri nya"


"Apah!!!....pengangkatan Rahim.tidak mau Dr. aku tidak mau melakukan nya aku sanggat mengigin kan anak ini.aku tidak mau ada sesuatu yang terjadi kepadaa nya.anak ini adalah titipan tuhan untuk ku,aku tidak mau membuang nya begitu saja."seru Hanum yang sudah menanggis memohon pada Dr.Hanna


"Tapi Hanum ini demi keselamatan hidup mu!...ini belum terlambat.dan aku tidak yakin kamu akan sanggup menahan nya,ini terlalu sulit. aku kasihan pada mu!"


"Aku mohon Dr.tolong jangan paksa aku untuk pengangkatan Rahim.ini adalah kesempatan ku mempunyai seorang anak aku tidak mau menyia-nyia kan nya. apa lagi dia sudah lama tinggal di perut ku! aku tidak mau kehilangan dia"


"Baiklah...kalo itu memang keputusan mu,aku juga tidak bisa memaksa karna itu adalah hak mu.saran ku,kau harus tetap kuat menjalan kan nya"

__ADS_1


Dr.Hanna sedih sekali harus melihat Hanum hidup dengan penyakit seperti ini.bagaimana pun mereka sudah lama berkenal dan menganggap Hanum sebagai keluarga nya.dia tidak bisa berbuat banyak untuk membantu Hanum.pada Dasar nya dia tidak memeliki kuasa untuk mengankat penyakit seseorang.yang bisa melakukan itu adalah sang maha pencifta.tugas nya hanya menanggani dan menguranggi rasa sakit.


****


Di dalam mobil Hanum hanya diam sambil memeluk perut nya dengan erat.sedikit pun tidak ia longgar kan pelukan nya seolah tidak ingin kehilangan bayi nya.


Air mata Hanum kembali mengalir begitu saja saat mengenag perkataan Dr.Hanna tadi dia tidak akan pernah melakukan yang nama nya pengangkatan Rahim dia harus melahir kan anak nya ke dunia.jika Rahim nya di angkat itu sama saja dia mati dalam hidup.tidak memiliki keturunan.


Mungkin saja Allah memberi nya kesempatan untuk menyelamat kan nyawa mereka berdua.


Aku harus bisa melahir kan bayi ku! aku tidak mau kehilangan dia dan aku harus membuat mas Farhan bahagia dengan memberi kebahagiaan ini


.


.


.


.


.**Jangan lupa tinggal kan jejak like setelah membaca di bawah ini.vote serta cinta kepedulian reders

__ADS_1


Maaf jika ada penyampaian nya tidak pas.kata-kata nya juga tidak pas atau ada yang salah maklum kan saja,Author nulis nya di tenggah malam mata terasa perih tidak terlallu fokus....ngantuk dan sukit di buka.heheheh**...


__ADS_2