
Sudah satu minggu Syafitri berada di rumah Setyo, Ia masih memikirkan nama-nama teman sekelasnya dulu yang bernama Setyo akan tetapi ia malah pising sendiri karna ia tidak tau atau tidak ingat dengan nama Setyo dulu.
Ia berbaur dengan para pelayan yang ada disana menanyakan Tentang Setyo kepada mereka. Ia baru tau bahwa setyo menggunakan nama tengahnya di sekolah dulu yaitu aji. Ia duduk di balkon lantai dua dan mengingat ngingat semasa sekolahnya dulu bahwa dulu Setyo atau Aji yang ia kenal kekarang jauh berbeda.
Ia tertawa sendiri ketika ingatannya teringat pada bocah yang bernama aji yang di kenal sangat cuek dan tertutup bahkan jikalau ada kegiatan sekolah ia selalu tidak hadir dan selau membuat alasan yang mendadak. Ia mengerti bahwa dulu Setyo sedang membagun bisnisnya dan meninggalkan semua masa-masa kesenangan di sekolahnya.
Sebuah tangan menyentuh pundaknya dan ia menoleh ternyata setyo Ia tersenym manis kepadanya itu membuat Setyo serasa di terjang gelombang air laut yang membuncah menerjang terumbu karang mukanya bak kepiting rebus Ia memalingkan wajahnya karna tidakmau Syafitri melihatnya. melihat kelakuan Setyo Syafitri faham bahwa setyo tersipu dan ia bingung kenapa ia lalu menanyakannya tapi setyo memberi alasan bahwa di luar tadi panas.
Syafitri yang mendengar itu tertawa geli melihat kelakuannya yang tidak pandai berbohong kepada wanita ia memahami mungkin Setyo jarang berdekatan dengan wanita, itu yang ia dengar dari pelalayan bahwa ia lah wanita pertama yang Setyo bawa dan dekat dengannya.
Apakah dulu namamu Aji yang suka duduk di bangku belakang dan sering bolos karna banyak alasan dan sering tidak ikut acara-acara di sekolah.
Bagai mana kau tau?
__ADS_1
Dari bi fauziah hehe
Ia dulu aku memakai nama tengahku aji ardawinata.
Apakah kamu yang dulu menyelamatkanku dari Arif and Gank ketika mereka membawaku ke hutan karna mengira bahwa aku merebut munif dari adiknya Arif?
Hmmm bisa di bilang lah..
Kenapa kamu menolong ku
ih...Serius lah
Karna aku-suka- kamu .
__ADS_1
Jleb wajah syafitri merona bagai kepiting rebus, bagai mana tidak perkataan yang sederhana dari mulut sekaku setyo itu bisa membuat hatinya berdegup kencang berkali-kali. Tidak seperti dengan pacarnya dulu yang setiap saat mengatakan perasaan nya akan tetapi hanya sebatas ucapan di mulut dan kenyataannya omong kosong. akan tetapi berbeda bengan Setyo Ucapannya begitu dalam, bukan seperti angin yang melintas dari telinganya tetapi bagai hujan deras yang membuat nya menggigil.
Ia menatap setyo dengan intens tidak ada eksperesi apapun setelah tidak terjadi apapun. berbeda dengan dirinya kelabakan.
Kenapa kamu melihatku begitu fit? apa kamu udah jatuh cinta.
Ih narsis....
Dulu ketika aku melihatmu pertama kali saat kita MOS (masa orientasi siswa), aku sudah menaruh perasaan terhadapmu fit, Tapi aku sadar aku ini bukan apa-apa aku orang miskin, tidak setampan orang orang yang mengejarmu dulu aku merasa tidak pantas dengan mu, tapi perasaan tidak bisa di bohongi kala itu aku selalu memerhatikanmu dalam diam, dan aku membenah diri supaya aku bisa pantas sengan mu aku memulai membangun bisnisku aku meningkalkan masa kesenangan sekolah dulu. sampai-sampai aku di panggil kepala sekolah karna sering bolos dan tidak mengikuti acara penting sekolah. Finalnya dulu ketika aku memulai kuliah bisnisku mulai menggurita dan pada saat itu aku keluar kuliah dan terus mengembangkannya sampai sekarang.
Kenapa aku jadi banyak bicara haha..
Mendengar kisah yang diceritakan Setyo menbatnya merasa bersalah dulu ia selalu bodo amat dan hanya fokus belajar dan fokus kepada satu lelaki yaitu Munif.
__ADS_1
Syafitri mulai menerima kenyataan ini dan mulai berbagi keluh kesahnya kepada setyo dia mulai menceritakan kisahnya dulu berjuang untuk bertahan hidup untuk mengejar cita-citanya. Mereka membagi pengalaman pahit mereka di meja balkon rumah sambil melihat matahari mulai tenggelam.