Ajarkan aku lupa

Ajarkan aku lupa
bertemu Munif


__ADS_3

Syafitri sangat gembira mendapatkan ijin dari Setyo untuk bekerja kembali, Ia sangat bosan sekali di rumah hanya diam dan malas-malasan di rumah Setyo. Syafitri sudah mengabarkan kepada Ratna, bahwa ia akan kembali bekerja di perusahaan mendengar itu Ratna menjadi senang sekaligus Khawatir akan kondisi Syafitri yang sedang hamil dan di tambah lagi apa Syafitri kekurangan uang, padahal serumah dengan pemilik perusahaan mereka, Akan tetapi Syafitri mengatakan baik-baik saja dan jangan Khawatir karna ia akan bekerja di pendataan saja tidak seperti dulu.


Arhan juga mendapat berita bahwa Syafitri akan kembali bekerja di perusahaan, Ia langsung menghubungi Setyo dan menanyakan perihal tersebut. Setyo menjelaskan rencanananya kepada Arhan dan Arhan di minta untuk memperhatikan Syafitri dan sekitarnya. Arhan mengerti maksud Setyo, mungkin Setyo akan meyakinkan keraguannya.


Hari senin pagi tak seperti pagi-pagi dahulu yang di alami Syafitri, Ia akan menguatkan hatinya, menghancurkan penghalang dalam dirinya dan memulai lembaran baru "karna kehidupan harus di jalani dan keterpurukan harus dilupakan bukan diratapi" Syafitri memasuki gedung tinggi di kota itu yang akan menjadi kantor barunya karna ia di pindahkan ke kota agar ia tidak terlalu jauh dengan kediaman Setyo begitu juga dengan Ratna ia di pindahkan bersama Syafitri untuk melindunginya di dalam kantor.


Syafitri menatap nanar gedung kantor baru itu, Ia mengepalkan tangannya untuk memberikan semangat untuk dirinya. Ia bekerja seperti orang di perusahaan akanntetapi Syafitri tidak terlalu aktif bekerja dan tidak melakukan pekerjaan berat ditakutkan akan mengganggu kehamilannya.


Di dampingi Ratna, Syafitri sudah mulai terbiasa mengerjakan pekerjaan barunya di sini. Ia hanya mengontrol mesin produksi lewat monitor komputer dan merekap laporan keluar masuk barang peruasahaan setiap hari. Syafitri sangat menikmati pekerjaannya itu sampai-sampai ia sering lupa pulang dan selalu tidur di kantor, Setyo juga sudah dua minggu tidak mengabarinya karna ia sedang di negri sebrang.


Syafitri selalu memberi kabar kepada ibunya bahwa ia baik-baik saja, Dan kedua adik nya pun sangat gembira bisa bersekolah di sekolah paforit di kota yang berbasis asrama, Mereka bisa pulang sebulan sekali untuk menjenguknya.


Hentakan tangan menekan huruf dan angka di komputer, Syafitri sangat teliliti dalam pekerjaannya. Ratna mengajak nya untuk makan siang karna sudah hampir lewat jam makan siang, Syafitri yang mendapat ajaka dan teguran bahwa ia tidak boleh telat makan karna ada mahkluk di perutnya yang harus ia beri nutrisi lewat makanan.


Syafitri hanya garuk-garuk kepala karna ia sering lupa bahwa ia sedang hamil, ia selalu melupakan makan siang dan selalu lembur, dan mengesampingkan kesehatannya. Ia mengusap perutnya dan berjanji akan menjaganya sebaik mingkin sampai ia lahir dan dewasa kelak.


Ratna membawanya ke kantin petinggi perusahaan, yang membuat Syafitri merasa tidak nyaman karna ia selalu ke kantin para karyawan biasa untuk makan. Ratna menabok Syafitri bahwa ia sudah menjadi Staf di perusahaan dan para staf di sediakan kantin khusus.

__ADS_1


Di pojok kantin perusahaan sepasang mata melihat dua orang perempuan sedang tertawa gembira membahas sesuatu, Ia menatap seorang wanita yang ia rindukan selama ini. Hatinya bergemuruh melihat senyumnya akan tetapi ia melihat perut gadis itu sudah mulai membesar, akan tetapi hati tidak bisa di bohongi "Rindu tetaplah rindu tidak ada obat rindu selain bertemu":.


Syafitri menikmati makan siangnya itu dengan diselingi guyonan dan candaan dari Ratna, ketika mereka sedang tertawa karna mendengan dongeng dari rekan mereka Tangan Syafitri bergetar, ia menatap seseorang yang berdiri di belakang Ratna, Seorang yang ia sangat kenali dan selalu mengisi hatinya itu kini berada di hadapannya dan menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


A,a, Munif


Ratna yang melihat Syafitri bengong, mengikuti pandangannya. Ia kaget melihat siapa yang Syafitri liat, amarahnya sudah di ubun-ubun seakan-akan meledak seketika itu juga.


*Lo ngapain di sini laki-laki ga ada hati? menggagu suasana saja:"


enteng lo ngomong gitu hah!!!


Setelah lo ninggalin sahabat gue dan milih wanita yang lebih tinggi derajatnya hah!!! Apa lo ga malu?!!!!! Jangan ganggu Syafitri lagi, karna dia sudah ada laki-laki yang lebih baik daripada lo dan....


Udah Rat, malu tau diliatin orang-orang


Fit apa benar kamu sudah ada laki-laki lain fit?

__ADS_1


Iiiya


Dengerkan lo sekarang pergi dari sini!!!! Dan jangan ganggu SYAFITRI LAGI.


Fit aku mau ngomong sesuatu sama kamu fit, plis beri aku kesempatan fit, plis...


Enak aja lo mau kesempetan-kesempetan...


Udah Ratna...Yasudah ini kesempatan terakhir kita bicara A, jangan lama-lama karna aku mau bekerja kembali


Terimakasih Fit*


Syafitri membujuk Ratna untuk membiarkannya bicara dengan Munif berdua, ia berjanji tidak akan terbujuk rayuan dari Munif dan ia akan menjaga jarak.


Di negeri bruney darussalam Setyo sedang menatap layar laptopnya yang terhubung dengan kamera yang di pasang untuk mengikuti kemana Syafitri pergi dan bertemu dengan siapa. Dan kali ini rencananya aberhasil untuk mempertemukan Syafitri dan Munif. Ia ingin tau respon seperti apa ketika Syafitri bertemu dengannya apakah dia benar-benar sudah melupakan Nya.


Pertunjukan di mulai pinguin kecil ku hahaha...

__ADS_1


__ADS_2