Ajarkan aku lupa

Ajarkan aku lupa
Biarkan aku memelukmu


__ADS_3

Sudah dua bulan Syafitri berada di rumah Setyo Ia mulai merasa baik karna ia selalu membagi kabar dengan adiknya mengenai ibu mereka, ia merasa tenang setelah mendengar bahwa ibu dan adik-adiknya dalam kondisi baik-baik saja.


Syafitri Merasa bersyukur kali ini. dengan keadaan nya sekarang dan keluarganya, Satu bulan ini ia tidak melihat Setyo Kata kepala pelayan setiap pertengahan bulan Tuannya akan pergi ke jerman untuk meninjau bisnisnya yang ada disana. mendengar itu syafitri ada perasaan Kahawatir taktergambarkan. Entahlah ia juga tidak tau. ia selalu memandang langit membaca buku yang ada di ruang tamu Setyo ia menyadari bahwa buku yang ada di sana sudah jauh dari kemampuannya, padahal dirinya sudah sarjana ia sama sekali tidak mengerti maksud-maksud buku Setyo tentang bisnis dengan berbagai bahasa.


Ia tertawa dan terkesima tatkala membaca catatan kaki yang dibuat setyo di setiap bukunya ada sebuah motifasi yang membuatnya terenyuh "jika aku tidak bisa sekarang!!! maka aku akan gagal selamaya dan tidak bisa mendapatkannya" ia tersenyum sampai tertawa terpingkal-pingkal ketika membaca sebuah buku novel percintaan ia melihat di halaman bawah "Bahasanya sangat menggelikan di mulutku, membuat jiwa perjakaku tersakiti"


Ia menyentuh perutnya karna keram akibat tertawa karna membaca catatan-catatan yang di buat Setyo, ia berbaring lama di kursi panjang balkon rumah mewah tersebut ia juga tersenyum ketika melihat perutnya sudah mulai membesar dan mulai merasa sedih ketika mengingat kejadian itu. Syafitri mengepalkan tangannya seperti biasa ia selalu memberikan semangat kepada dirinya sendiri bahwa masalalu ada lah sebuah kisah yang akan tergantikan oleh kisah yang baru dan akan terlupakan jika terus melanjutkannya.


Sebuah mobil hitam dengan polet merah masuk ke pekarangan rumah besar itu, Ia memperhatikannya dari balkon akan tetapi setelah beberapa saat dari arah gerbang masuk sekumpulan orang-orang membawa kamera mengerumuninya ia tau bahwa itu adalah wartawan TV. mereka tidak bisa mesuk karna di hadang oleh para penjaga rumah.


Setyo keluar dari mobilnya dengan perasaan jengah dan kesal. karna para wartawan itu mengikutinya dari bandara sampai kantor. dan sekarang sampai rumahnya Ia berteriak-teriak supaya penjaga mengusir mereka karna ia tidak ingin di ganggu sekarang. Ia melihat ke atas dan melihat Syafitri memandangnya, Ia tersenyum lalu masuk ke dalam rumahnya.


Syafitri yang melihat Setyo berada di mobil itu merasa tidak karuan setelah melihatnya. dia tersenyum penuh arti kepadanya. Sudah satu bulan ia tidak melihatnya dan sekarang dia datang, hatinya gamang karna bingung ingin mengucapkan apa ketika Setyo menemuinya.


*Fit.. Kamu sedang apa hmm..


Eh hehe Set.. yo apa kabar*..


Setyo yang mendengar itu tersenyun karna Ia melihat kegugupan gadis itu dalam pandangannya sanhatlah menggemaskan melihat itu Ia mendekati Syafitri den memeluknya dengan lembut. ia mencium aroma Vanila yang membuat nya tenang seketika. Ia merasa aneh bagaimana hatinya yang semula kesal dan amarah nya meng gebu-gebu seketika sirna ketika melihat Nya wanita yang selalu mengganggu fokusnya di Jerman.


*Kamu wangi Fit..


eh hehe iyah... tapi kenapa kamu memeluku?


Biarkan aku memelukmu Fit, aku sangat lelah. Fit! Jampi-jampi apa yang kamu pakai hmm..Sampai aku tidak fokus dan terus memikirkanmu?

__ADS_1


A-a-akuu tidak memakai jampi-jampi tau


bohong.


sumpah


buktikan?


eh


Tuhkan, kamu pakai!!


Setyo melepaskan pelukannya dan melihat wajah Nya yang memerah menahan malu karna perkataannya tadi. Ia tersenyum dan Syafitri merasa malu di perhatikan Setyo wajahnya memerah Ia menjauh dari Setyo dan kembali duduk di sopa balkon dan menanyakan kabar setyo dengan ragu-ragu dan hati hati dan menanyakan kenapa banyak wartawan di luar.


Ihh.. jangan begini Kita bukan Muhrim tau...


Nanti juga muhrim, Halal lagi..


Aku ga enak sama si bibi, mereka neliatin tau


Justuru si bibi akan senang melihatku begini


Kenapa?


Ada deh hehe

__ADS_1


ih kamu mah.. perutku nanti keram Setyo!!!


Ga bakalan... kata dokter janin mu kuat dan para pelayan sudah memjagamu dengan baik dan selalu memberikan laporan tentang dirimu di sana. hanya sebatas tidur di paha kamu yang nyaman ini mah... hehe.. Gapapa kan.


Sayafitri menagis mendengar itu, Bagaimana orang yang akhir-akhir ini ia jumpai sangat memperhatikannya dan tau apa yang baik dan buruk untu dirinya, pantas saja para pembantu yang ada di rumah ini sangat menjaganya agar tidak setres. Itu karnanya.


"*Terimakasih"


Atas apa?


Semuanya.


ouh....memangnya itu geratis?


maksudmu?


harus bayar lah... Cium pipiku sebagai DP nya nanti ngelunasinnya pas nikah!! hehehe


Ih gamau Ah geli*..


Yasudah aku ga akan bangun sampai peritmu keram....


Mendengar itu Syafitri merasa kesal sendiri ia merasa terzolimi oleh orang ini, tapi bagai mana lagi!! Ia merasa kesal melihatnya hatinya yang lagi gugup orang itu malah tertawa disana. denganncepat menundukan kepalanya dan menahan rambutnya yang tidak terikat dan menyelipkannya ke telinga. dengan perlahan ia menunduk akan tetapi Setyo membalikan wajahnya agar berhadapan dan mecium bibirnya dalam.


Syafitri yang di perlakukan itu terpaku badannya tidak bisa bergerak entah mengapa. Tangan Setyo menahan tengkuk nya dan memperdalam ciuman mereka.

__ADS_1


__ADS_2