
Setelah kejadian di kantin itu, Munif sering sekali mendatangi Syafitri di bilik kantornya yang membuat Syafitri risih dibuatnya. Munif selalu memberikan barang-barang kesukaan Syafitri dulu. seperti coklat yang selalu ia berikan ketika Syafitri pulang kerja.
Ratna yang melihat tingkah Munif kepada Syafitri menjadi kesal, bagaimana bisa seseorang yang sudah bertunangan menggoda mantannya yang sedang hamil.
Seperti hari senin ini, sudah ada bunga mawar dan beberapa coklat di meja Syafitri. Ya," itu dari Munif yang memberikannya lewat Arni teman kerja Syafitri yang berada di divisi pendataan.
Syafitri hanya bisa memijat plipis nya melihat itu, sudah banyak sekali hadiah yang di berikan padanya dua minggu terakhir ini dari Munif. Tidak seperti dulu ia akan selalu bedebar jika Munif memberikan sesuatu ataupun kata-kata manis lewat SMS. Akan tetapi Sekarang bagai makan tanpa lauk, "Hambar" Syafitri tersenyum kecut.
Kriniiiinggkk!!!!!!Suara panggilan masuk ke dalam handpone nya memunculkan gambar hijau bertuliskan "*Si ceroboh ini calon suamiku*" Wajahnya seketika tersenyum malu, bersemu merah kedua pipinya.
Kapan aku mengganti namanya jadi
Seperti ini? Haduh !!!! Ada apa denganmu Syafitri, kenapa kamu jadi malu seperti ini sih.
*Ha,halo?..
Kenapa lama sekali mengangkat teleponnya penguin kecil? Apa kamu tidak merindukan calon suamimu ini hmm?
Eh, hehe maap tadi aku ada pekerjaan sedikit.
Pekerjaan apa?
ih, ada deh kenapa kamu meneloponku di jamkerja?
Aku rindu.
__ADS_1
A,apa?
Aku rindu kepadamu. SYAFITRI....
.....
Kenapa kamu diam.? Apa kamu tidak merindukanku?
I,iya
Iya apa?
Aku juga rindu, CEROBOHHHH.
Syafitri langsung mematikan sambungan itu, entah kenapa ia sangat malu mengatakan itu wajahnya memerah menahan malu ia menutup mukanya dengan map biru di mejanya. Entah mengapa ia dulu jika mengucapkan itu kepada Munif seperti ucapan biasa akan tetapi ketika ia mengucapkannya kepada Setyo, ia selalu seperti ini. Malu berjampur jadi satu.
Syafitri sudah menyadarinya dari dulu bahwa ia sudah mulai menyukai Setyo.
Saat-saat mereka tinggal di atap yang sama, membagi kesedihan dan kekurangannya. Hatinya sudah terisi kembali oleh seorang pria yang kaku terhadap apa itu cinta, bagaimana mengekspresikannya.
Syafitri tersenyum. mungkin itu kekurangan Setyo pria dengan segudang rahasia dan ia hanya bisa memasuki sedikit isinya saja. Kadang, ia selalu bertanya terbuat dari apa orang ini, kadang datang dan pergi tanpa ada kabar sedikitpun, tapi, sekali membuat kabar membuat hatinya tidak karuan.
Seperti sekarang ini, entah sudah berapa minggu Setyo pergi dah hanya memberi kabar secarik kertas yang bertuliskan
..."Aku akan pergi untuk beberapa waktu. Jangan menanyakan aku sedang apa, dan jangan berpikiran aku berselingkuh hahaha. aku akan selalu merindukan mu penguinku jaga diri baik-baik jangan terlalu rindu yah, karna itu berat. Kalau kamu kesepian, Aku ijinkan kamu selingkuh sama mang ujang saja. hehehe"...
__ADS_1
Syafitri selalu tertawa sendiri ketika ia membacanya., Ia selalu menyimpannya di dalam buku catatan kecilnya, Buku yang selalu menjadi korban dikala ia dilanda keraguan dalam hatinya. Buku itu selalu menjadi kanvas untuk menyimpan segalanya.
Ia memasukan bunga dan Coklat kedalam kardus di sebelah kursinya, sudah bayak sekali bunga-bunga layu disana. Sudah tidak terhitung jumlahnya bunga itu disana sejak beberapa minggu terakhir ini.
Ratna yang melihat itu tersenyum. Ia sangat takut jika sahabatnya itu kembali kepada Munif lagi dan terbuai oleh semua pemberian lelaki itu. Akan tetapi ketakutannya sirna. Setelah melihat itu ia selalu mengabarkan nya kepada Arhan dan Arhan mengabarkannya kepada Setyo.
Di ruang tunggu Sel tahanan, Amel sedang mengadu ke ibunya jika Ia tidak betah berada di tempat ini. Amel selalu merengek dan menanyakan Munif yang sudah tidak datang menjenguknya beberapa minggu ini.
Ia berfirasat bahwa Munif sedang dekat dengan seseorang. Dan firasat nya benar tatkala ibunya memperlihatkan Foto-foto Munif sedang berdua dengan orang yang ia sangat kenal di kantin restoran. Amel sangat murka dibuatnya, Ia berteriak prustasi bagaimana bisa wanita kotor itu masih di sukai Munif?.
Ibunya Amelpun sangat marah sekaligus benci kepada Syafitri. Karna dia yang menyebabkan anaknya seperti ini.
*Aku membencinya ibu!!!!
Ibu juga Amel
Aku ingin sekali membuatnya menderita. Seharusnya dulu aku membunuhnya agar dia tidak bisa mendekati Munif lagi.
Tenang saja nak kita akan membuatnya menderita, ibu sudah membuat rencana untuk mencelakai wanita kotor itu.
benarkah ma?
Tentu saja sayang. Ibu sudah membayar orang untuk mencelakainya di sana agar dia tau rasa, Bisa-bisanya dia membuatmu mendekam di penjara ini.
Memang mama adalah orang yang selalu aku andalkan. "Tunggu saja kamu Syafitri Aku tidak akan membuatmu kembali lagi kepada Munif dan akan membuat hidupmu selalu menderita*"
__ADS_1