
Jam delapan malam para pegawai gedung megah itu sudah mulai sepi dengan suara bising manusia. Begitupula di palkiran hanya ada seorang sopir keluarga yang selalu setia menunggu seseorang.
Akan tetapi lelaki tua itu mengerutkan keningnya yang sudah mulai keriput akibat termakan usia, ia merasa aneh malam ini.
Kenapa Nona Syafitri belum keluar juga padahal sudah jam delapan malam
Akibatnya dengan perasaan yang bercampur aduk antara khawatir dengan bosnya itu ia masuk ke gedung perusahaan itu, akan tetapi baru beberapa langkah ia mendengar teriakan dari seorang wanita.
AAAAAAAAAAAA!!!!!!!! ADA ORANG YANG JATUH DARI TANGGA!!!!! TOLONGGGG!!!!TOLONGGH!!!! SIAPAPUN!!!!!
Ia berlari sebisa mungkin dengan tubuh tambunnya itu yang masih terlihat kekar di usia nya yang sudah berkepala lima. Ia terbelalak ketika melihat majikannya yang ia hormati sedah terbaring tak sadarkan diri dengan bersimbah darah.
Tidak banyak bercakap seperti dalam sinetron ia langsung membawa majikannya itu menuju mobil hitam nya. Ia memacu kuda besinya membelah jalanan kota kembang menuju rumah sakit milik Setyo yang cukup dekat dari sana.
Dadanya terpacu, jiwa mudanya membara seperti seorang pembalap handal meluak-liuk diantara jalanan yang cukup ramai. Suara kelakson takpernah ia berhenti menekan. "Takut" ia sama sekali tidak takut dengan apapun. Ia hanya punya satu tujuan bagai mana membawa wanita ini yang sudah seperti anaknya kerumah sakit dengan cepat tepat dan selamat.
TIIIIIIIIIIIJJD!!!!TIIIIIIIIIIIIIID !!!!!!MINGGIR INI DARURAT PERSETAN!!!!!!!
Air matanya mengalir tanpa seijinnya, ia membayangkan bagaimana seorang gadis cantik yang selalu menyapanya dengan senyum manis setiap pagi nya dan selalu mengingatkannya dengan anak nya yang sudah meninggal cukup lama. Mungkin sudah seumuran dengannya, dan ia sekarang tergeletak antara hidup dan mati.
Hatinya serasa ter'iris pisau yang sangat tajam di pelupuk hatinya. "tidak ada hubungan darah, hanya kelembutan hati yang Syafitri berikan kepadanya".
Di gerbang rumah sakit ia tidak menghiraukan bunyi peluit satpam yang nyaring di telinganya. Ia menabrak portal pembatas.
PRIIIIIIITTTTR!!!!!!
BRUAK!!!!!
__ADS_1
INI DARURAT MINGGIRRRRRRR!!!! BANGASAT KAU MINGGIR DULU BODOH!!!!
Dengan suara besar nya yang sangat mengintimidasi ia menyingkirkan halangan jalan mobilnya yang membawa majikannya.
Dengan baju berlumuran darah ia memanggil para perawat untuk membawa Syafitri ke ruangan VVIP dan memberitahu bahwa dia adalah calon istri dari Setyo aji ardawinata pemilik rumah sakit ini.
Para perawat dan dokter yang ada disana di buat terkejut dan syok dengan yang di ucapkan supir itu, Dokter itu tau betul siapa yang mengucapkan itu dia adalah salah satu orang keercayaan Setyo yang selalu mengantarnya memeriksakan ibunya kesini. Mereka tidak ragu lagi memberikan pelayanan terbaik.
Ia menelpone Setyo akan tetapi ia tidak menganggkatnya mungkin ia sedang rapat. Kemudian ia menghubungi Arhan dengan cepat. Dengan suara ngos-ngosan ia memberitahukan semua yang terjadi.
Setyo yang sudah sampai di bandara nasional Bruney darussalam langsung menyewa satu pesawat dengan keberangkatan saat itu juga.
CEPAAAAAATTTT KEPARATTT ISTRIKU SEDANG SEKARAT!!!!!! APA KALIAN INGIN DI PECAT HAH!!!!
Hatinya bergemuruh menahan segalanya antara menyesal dan merasa tidak bisa menjanya dengan baik. Ia hanya mementingkan pekerjaannya ketimbang Syafitri. Otomatis Arhan dan para pilot menjadi amukan nya.
*Apa kamu bisa cepat sedikit!!!!!! Hah!!!
i,iya tuan ini sudah kecepatan maksimal tuan.
Sudahlah setyo sabarlah sedikit sebentar lagi sampai
Ahkh ini sangat lama han..Kenapa ini bisa terjadi han???
Entah lah bos, semua sedang di selidiki dengan cepat, sepertinya ini bukan kejadian kecelakaan tetapi ada orang yang mau mencelakai Syafitri bos..
BRENGSEK!!! Siapa yang berani melakukan itu kepada wanitaku, akan ku habisi dia*.
__ADS_1
Mobil mereka memasuki area parkiran "RUMAH SAKIT HARAPAN " Ia keluar dan berjalan cepat memasuki rumahsakit itu. Ia menggebrak meja resepsionis dengan kasar.
*Dimana ruangan Istriku????
Tu,tuan maksud anda Pasien dengan nama Syafitri?
Iya siapa lagiii!!! Dimana???? Hah!!!
Di lantai dua Tu,tuan No 123 ruangan VVIP.
Cepat han*!!!!!
Setyo memasuki kamar itu, Dengan mata yang memerah, baju berantakan ia menatap beberapa orang yang mengerumuni bangsal tempat seorang wanita berbaring dengan di kelilingi ibunya dan kedua adiknya yang terus menangis.
Ia berjalan lunglai mendekatinya. Aminah yang melihat anaknya datang dengan keadaan seperti ini membuatnya sangat sedih, wanita yang anaknya cintai sekarang sedang dalam kondisi kritis akibat kecelakaan itu.
Ia menggenggam tangan anaknya itu untuk mendekati Syafitri yang masih belum sadar, ia menyentuh wajah pucat Syafitri sambil berderai airmata.
Maafkan aku penguin kecil, Si ceroboh ini tidak bisa menjagamu dengan baik. Maaf!!!Maaf.
Pandangannya menuju ke perutnya, seketika matanya membelalak tatkala perut yang selalu buncit itu kini tidak ada. Ia tergagap menatap semua orang di sana.
*Di mana? Dimana bayi Syafitri?. Mah? Rena, Reni? Dimana? Jangan katakan kalau....
Hiks, hiks Iya Setyo. Bayinya tidak bisa di selamatkan akibat kecelakaaan itu, para dokter sudah semaksimal untuk mempertahankan keduanya. Hiks.. Akan tetapi bayinya sudah meninggal di dalam dan terpaksa harus mengangkatnya.
Hiks maafkan aku Syafitri maaafkan aku*.
__ADS_1