
Di dalam suasana pabrik yang begitu sibuk dengan tugas setiap Divisi masing-masing, begitu pula Syafitri dan kawan-kawan di divisi pemasaran mereka sibuk dengan pekerjaan yang mereka kerjakan dikarnakan banyak pesanan yang datang dari segala penjuru dunia membuat mereka sangat teliti agar tidak membuat kesalahan sedikitpun yang akan membuat mereka merugi dan ujung-ujungnya di potong gaji jika membuat kesalahan dan tidak mendapatkan bonus.
Akan tetapi akihir akhir ini syafitri merasakan kejanggalan yang ada pada dirinya ia selalu cepat lelah dan pusing ditambah mual muah seminggu ini. Tetapi ia tidak menghiraukan itu ia hanya fokus dengan pekerjaan nua mungkin ia hanya sakit biasa seperti dulu-dulu yang akan sembuh seperti biasa dengan meminum obat yang di sediakan pihak perusahaan jikalau ada pekerja yang kurang sehat.
akan tetafi dugaan Syafitri salah. pusing yang ia alami saat ini tidakbseperti biasanya dan itu menjadi perhatian bagi Ratna ia melihat sahabatnya tersebut sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja, ia menyuruh Syafitri untuk beristirahat di ruangannya dan di periksa oleh dokter perusahaan. Akan tetap seperti biasa Syafitri tidak menghiraukan temannya itu dan terus memaksakan pekerjaannya dalam kondisi seperti itu.
Sampai pada akhirnya karna tidak bisa lagi menahannya Syafitri terjatuh dan pingsan. Karna itu membuat karyawan di devisi nya panik dan langsung mengerumuninya.
__ADS_1
dalam ruangan perawatan yang ada di perusahaan ia terbaring lemah. ia melihat sahabat terbaiknya menangis Ia merasa bingung dengan itu ia berdiri dan duduk di tepian ranjang dan bertanta kepada Ratna kenapa ia menangis toh!! ia yang sakit kenapa ia yang menagis sebelum melanjutkan pertanyaan nya Ratna segera memeluk Syafitri dengan erat dan berkata sbil sesegukan menahan gemuruh kesedihan bagai mana bisa Allah memberikan cobaan yang betubi-tubi kepada sahabat nya itu.
Syafitri merasa heran sambil melihat kearah sahabatnya itu. Akan tetapi sahabatnya itu berkata agar pitri sabar dan harus menerimanya lalu ia memberikan secarik kertas hasil pemeriksaannya tadi kepada Syafitri.
Bagai pedang yang membelah tubuhnya menjadi dua Syafitri membaca kertas tersebut dan menemuka bahwa dia sedang hamil tiga minggu. air mata nya mulai menetes menandakan kesedihan dan kepasrahan yang ia alami ia menangis meremas kertas tersebut.
Ratna apakah aku tidak pantas bahagia dengan apa yang aku inginkan. a aku hanya ingin hidup bahagia dengan orang-orang yang aku cintai dan hidup seperti orang lain t tetapi kenapa Allah tidak mengijinkan itu semua untukku Ratna...
__ADS_1
Sampai akhirnya nya berita tentang kehamilan Syafitri tersebar ke seluruh perusahaan dan berita itu pula sampai ke telinga Munif, ada persaan tidak rela bagaimana tidak wanita yang ia cintai dari dulu kini sudah ternodai oleh orang lain dan kini ia sedang mengandung, hatinya perih tetapi ia tidak bisa berbuat apa apa.
"Maafkan aku Syafitri gue memang lelaki pengecut, gue gabisa berada di sisi kamu ketika elo sedang hancur. malahan gue menambah luka hati kamu"
Dikediaman syafitri ibunya yang mendengar itu sangatlah sedih sedih yang takbisa tergambarkan lagi bagaimana hancurnya sang anak. Tetapi sebagai seorang ibu ia harus menjadi orang yang selalu ada di sebelahnya dan menjadi sandaran putrinya dikala hati anaknya hancur.
ia mendekati anaknya dan memberikan pelukan penguat antara jiwa dengan jiwa memberikan semangat dengan pelukan hangat. terdengar isak tangis dari kedua buah hatinya yang lain di balik gordeng usang ia melambai supaya bergabung memeluk kakaknya.
__ADS_1
"Jangan membenci nya nak!! jangan membenci mahluk yang tumbuh di dalam tubuhmu dia tidak berdosa biarkan dia hidup karna dia adalah titipan Allah untuk kita.
"Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin"....