
Setyo membawa keluarga Syafitri kerumahnya yang sebelumnya di diami Syafitri, Ia berencana membawa Syafitri untuk menemui ibunya di rumah utama dan akan tinggal beberapa hari di sana karna beberapa tahun ini ia jarang sekali pulang mungkin belakangan terahir ia pulang dan akan membawa calon istrinya kepada ibunya.
Suasana rumah menjadi lebih hangat tatkala ibu dan adik-adik Syafitri berada sisana biasanya hanya ada obrolan pelayan dan ketikan komputer saja yang terdengar Sekarang suara tawa kedua adik Syafitri Mendominasi di rumah itu. Setyo merasa terharu tatkala melihat senyum yang tulus yang keluar dari mulut mereka dengan kondisi segala kekurangan dan apa adanya serta masalah bertubi-tubi.
Adik Syafitri yang bernama rena menceritakan semua kisah perjuangan Syafitri dan ibunya merawat dia dan adiknya Reni dengan tidak di dampingi sesosok ayah tapi mereka tetap bersyukur dan bahagia. Ia menyadari bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya bukan selalu dengan banyak uang dan kekuasaan akan tetapi bagaimana kita menikmati hidup itu dan bersyukur atas apa yang Allah berikan, Setyo tersenyum pahit Ia sampai tidak bisa menikmati hidup dan tidak bisa tersenyum dengan tulus selama ini lantaran ia hanya berfokus dengan ambisinya yang besar dan lupa bagai mana cara menikmatinya.
Ia menatap Syafitri dengan perasaan takjub, bagai mana wanita selemah itu pura-pura tersenyum dengan apa yang ia alami selama ini. Ia bersumpah bahwa tidak akan ada kesedihan dan kepahitan hidup yang akan di alami Syafitri dan keluarga selagi Setyo ada di antara mereka.
Ia terus bercengkrama dengan Rena dan Reni dan memberi motivasi kepada mereka agar menjadi orang yang tidak gampang menyerah dalam menggapai cita-cita dan ambisi.
Tak terasa gelap pun jatuh, di ujung malam Syafitri terbangun lantaran merasa tidak enak badan, Ia menuju dapur untuk mengambil air Di ruang tamu ia melihat seseorang masih belum tidur dengan pandangan masih menatap layar Laptop de tengah cahaya rembulan dan ia mengetahui bahwa itu adalah Setyo, Syafitri melihat itu melewatinya dengan pelan takut Ia mengganggu aktifitas Setyo ia memanaskan Air untu ia minum akan tetapi
Bi ambilkan aku kopi, jangan pake gula ya.
Syafitri yang mendengar itu Terkejut Ia langsung menjawabnya dengan kalimat pendek karna Setyo mengira ia pembantu.
Syafitri membawa kopi permintaan Setyo dan menyerahkannya Setyo langsung mengambilnya tampa melihat siapa yang membut kopi tersebut, Ia meminum nya dan ia mersa kopi nya berbeda dengan yang biasa nya
*Bi kenapa kopinya manis kan saya mintanya tampa gula? nanti saya ngantuk.
Kenapa kamu belum tidur mas Setyo*?
Mendengar itu setyo langsung terperanjat dengan suara yang tidak asing di telinganya itu.
*Fit kenapa kamu ada disini? dan kenapa belum tidur!?
ko kamu yang balik nanya sih, kenapa kamu belum tidur?
Biasa.
kenapa biasa!!? itu tidak baik bagi tubuhmu Stetyo.....
kau seperti Ibu ku fit haha.. seperti biasa aku selalu susah tidur. entah mengapa fit, pas masa aku berada di atas aku selalu lupa bagai mana cara mengekspresikan pencapayanku ini aku selalu membayangkan bahwa jika aku memiliki segalanya aku akan bahagia. Tapi itu hanyalah omong kosong aku selalu merasa kosong dan selalu kurang dengan semuanya ambisiku sangat tinggi fit berbeda dengan yang di katakan adikmu mengenai keluargamu, aku selalu iri melihat kalian yang tertawa lepas meski aku tau banyak masalah yang kalian hadapi fit*.
Mendengar itu hatinya terenyuh bagai mana bisa seseorang yang ia kagumi sewaktu bekerja bahwa orang yang memiliki perusahaan ini adalah orang yang kaya raya dan ia mengklaim pasti orang itu bahagia akan tetapi persfektif nya salah. Ia duduk di sebelah Setyo dan mengusap punggungnya dengan lembut Setyo yang mendapat perhatian tersebut menatap Syafitri dengan tersenyum kecil.
Setyo setyo membaringkan tubuh nya di sopa dan kepalanya berada di paha Syafitri, ia melihat wajah itu yang di sinari rembulan sangatlah indah, ia tidak pernah menyangka bahwa senyuman tulusnya bukan karna pencapayan yang penuh ambisi akan tetapi dengan melihat wajah yang sederhana itu, wajah yang manis dengan pancaran yang berbeda dengan wanita-wanita yang hanya mendekatinya karna harta dan pencapayan.
__ADS_1
Kenapa kamu melihatku seperti itu!!! aku jadi takut tauu ih..
Emm hehe enggak enggak akan di apa-apan kok...
iyah
Fit
hmm
apa kamu punya mimpi atau impian
punya...
apa
Membahagiakan ibuku dan adik-adik ku dan membuat mereka bangga, Tapi semua itu telah sirna dengan sekejap Set...
Ya aku mengerti, aku mendengar nya dari adikmu tadi sore jangan lagi mengingat semua itu lagi fit karna sekarang ada aku di sisimu.
hmm
kenapa kamu melakukan semua ini kepadaku Set aku merasa gamang Set aku merasa ragu dengan semua ini, meski kamu sudah mengatakannya beberapa waktu lalu.
Jawaban ku hanya satu fit yaitu Kamu. Dan jangan menanyakan apapun lagi yang akan meragukan hatimu fit, dan kamu harus ingat!! sekali aku memutuskan aku tidak akan menarik kata-kataku, karna itu yang aku pegang selama ini.
iiyah
ehh..ee.. ngomong-ngomong apa kamu punya impian?
Impian ku sudah terwujud SYAFITRI.... apa kamu tidak melihatnya
ih kok ngegas sih..
iya lah.. kamu kelamaan di pabrik jadi otakmu yang dulu pintar sekarang kegeser ke bawah hahaha
ih... engga tau mana ada kalau kegeser mana ada aku jadi mahasiswi terbaik di saat wisuda hehe
__ADS_1
Sombong ye udah mulai sombong hahaha
terserah kamu lah aku capek
Set..
emm
Apa tidak ada gadis yang deketin kamu atau yang kamu suka gitu selain...
Banyak..
Hah
Ia banyak, tapi aku gatertarik
Kenapa?
entahlah...kamu tau ga ada anak mentri kalau ga salah Kata si arhan, itu cewek sombongnya ga ketulungan tau, pas si Arhan mau ngejodohin aku sama dia, dia ga sudi sampai mencaci maki aku orang miskinlah orang yang pura-pura kaya lah pada saat itu aku pake baju biasa. Tapi setelah bapanya bilang aku adalah salah satu pemilik perusahaan terbesar di asia dan yang merekomendasikan ayahnya untuk jadi mentri dia sampai-setiap hari datang kesini tau dan meminta aku jadi kekasihnya hahahha
Terus kamu terima!?
kalau aku jawab iya...
Ih aku serius ....
engga lah mana aku tertarik hehe.. aku lebih tertarik sama wanita pendek agak gendutan dan makannya kaya setan
Ouh....apa ih!!!itu kaya aku, mana ada aku makannya kaya setan huhuhu
aku ga nyebut itu kamu hahaha...
Karna malam semakin larut dan terbuai dengan rasa kantuk yang menyelimuti entah mengapa Setyo merasa nyaman dan tertidur di pangkuan Syafitri begitupula Syafitri ia tertidur dengan posisi duduk dan bersandar ke sopa yang nyaman.
pagi hari Ibu Syfitri terbangun dan menuju kedapur ingin menyiapkan Sarapan dengan para pembantu tetapi pandangannya tertuju ke sopa, Ia tersenyum melihat anaknya tertidur pulas dengan begitu damai di temani dengan Setyo yang juga tenang di pangkuan anaknya.
Mungkin disini kamu akan mendapatkan kebahagiaan mu Nak.
__ADS_1