
Dua bulan lagi akan ada acara peluncuran produk baru dari perusahaan, Para karyawan dari semua bidang disibukan dengan tugas masing-masing begitupula dengan Syafitri dan rekan kerjanya di bidang pendataan. Mereka harus fokus dengan data yang mereka catat di komputer agar sesuai dengan laporan divisi lain.
Jam sudah menunjukan pukul lima sore para karyawan sudah bergemuruh bersiap pulang. Akan tetapi tidak dengan beberapa karyawan di beberapa bidang, mereka harus terpaksa lembur untuk menyelesaikan pekerjaan mereka begitupun Syafitri, ia masih berkutik dengan laptopnya.
Ia menghela napas.tangannya mengusap perut buncitnya dan mengucapkan beberapa kata doa untuk menyemangati hidupnya agar selalu semangat menghadapi keadaan. Ia menatap layar Telepone. tidak ada kabar dari Setyo semenjak ia menelponnya minggu lalu entahlah? Mungkin ia sibuk!!! Atau mungkin... Syafiyri meringis ketika membayangkan bagaimana sibuknya Setyo mengelola perusahaan sebesar ini sendiri.
Ratna menghampiri Syafitri yang sedang melamun dan seyum-senyum sendiri sambil menatap layar HP nya.
*Ada yang rindu yeee hehehehe
Ih...Ratnaaaa ngagetin aja kamu!!! Gimana kalu anaku kaget dan keluar sendiri*??
Mendengar celotehan nya Ratna tertawa terbahak-bahak tidak habis pikir apakah temannya itu bego atau gimana masa bayi dalam perut bisa keluar sendiri.
Ia menabok Temannya itu yang masih mengelus-ngelus perutnya sambil mengucapkan mantra dari nenek moyang yang di ajarkan ibunya dulu waktu hamil muda.
*Kamu ga pulang fit?
__ADS_1
Nanti Rat ini sedikit lagi tanggung
Yasudah. kalau begitu, aku duluan ya
iya hati-hati dijalanya Rat!!!
iya...kamu juga pas pulang hati-hati*
Syafitri kembali menatap layar laptopnya untuk menyesaikan pekerjaannya. Akan tetapi di balik bilik yang lain seorang wanita dari bagian OB sedang memperhatikannya dengan pandangan yang sulit diartikan ia melihat ke arah sekitar yang sudah mulai ditinggalkan para keryawan lain.
Supir yang selalu menjemputnya sudah setian menunggunya dibawah untuk menjemputnya kerumah setyo. Ia berjalan keluar akan tetapi ketika ia ingin memencet lift tiba-tiba tidak bisa di buka dan ada tulisan "sedang diperbaiki". Syafitri menghela napas karna ia harus melewati tangga dengan kondisi sedang hamil.
Syafitri bersenandung ketika mulai menuruni tangga satu persatu. Suasana sunyi terasa di malam hari para karyawan sudah mulai sepi hanya ada beberapa OG dan OB ber keliaran membersihkan ruangan sambil memutar musik yang terdengar juga olehnya.
Ia menuruni tangga itu perlahan dan sampailah di tangga terahirnya. akan tetapi, sayup terdengar suara seseorang memanggilnya dari belakang. Ia menoleh dengan cepat akan tetapi sebelum ia menoleh orang itu sudah mendorongnya dengan cukup keras sampai Syafitri berteriak dan jatuh terguling kebawah.
Pandangannya buram perutnya seperti kebas tak berasa, darah membanjiri sekitarnya bibirnya kelu untuk mengucapkan sesuatu dalam derayan airmata menahan sakit ia hanya bisa memohon agar ada orang yang menolong nya dan bayinya.
__ADS_1
Di Bruney, tepatnya kantor PT. Alaska Company Setyo sedang berada di sebuah pertemuan penting dengan para petinggi perusahaan pendukung. Akan tetapi perasaan nya tidak enak seperti ada sesuatu di luarsana "entahlah mungkin ini hanya perasaan saja". Setyo yang semula membiarkan itu dan melanjutkan pertemuannya tiba-tiba Arhan mendobrak pintu ruang pertemuan dengan terengah-engah karna ia berlari dari lantai bawah menuuju ruangan rapat.
Setyo yang melihat arhan ngos-ngosan merasa bingung. Para tamu penting yang hadir di sana juga merasa keberatan dengan tingkahnya. Bagaimana pertemuan yang sepenting ini yang berada di ruangan VVIP bisa ada orang yang masuk tanpa izin.
Arhan berjalan dengan gugup sambil mengepalkan tangan. Ia merasa berat untuk menyampaikan berita itu karna masalah ini berkaitan dengan seseorang yang selalu ada dalam hati bosnya. Ia menatap setyo dengan tatapan seperti kepasrahan dan seperti seseorang yang menguatkan.
Setyo yang ditatap seperti itu menjadi semakin bingung?,
*Ada apa Han kenapa kamu sampai begini hah??
Setyo Sa-Syafitri masuk kerumahsakit karna jatuh dari tangga*.
Seperti sebuah martil yang menghantam dadanya. Ia berdiri dan berteriak dengan keras," "Kenapa ini bisa terjadi" Ia berjalan meninggalkan pertemuan itu dan mengatakan "pertemuan ini selesai". Orang-orang yang ada disana melongo kenapa acara sepenting ini diakhiri dengan berita sesaat.
Setyo menyuruh Menyiapkan penerbangan saat ini juga kalau bisa ia akan menyewa satu pesawat agar bisa beranggkat detik ini juga menuju kota bandung. Arhan yang mendengar itu langsung menyiapkan semuanya dengan cepat.
"Bertahanlah pinguin kecil, bertahan lah"
__ADS_1