
Setelah kejadian kemarin sore Syafitri merasa gugup ketika bertemu Setyo, Mukanya memerah tatkala Setyo menciumnya dengan lembut tetapi menuntut dan membuatnya tidak karuan.
Seperti pagi-pagi biasa Syafitri membuat sarapan dengan para pelayan rumah Ia menyiapkan sarapan cirihas rumahnya di kampung yaitu pisang goreng sederhana. Ia berjalan membawa sarapan tersebut ke ruang tamu untuk di santapnya sembari membaca-baca buku seperti hari-hari sebelumnya ia menikmatinya.
Akan tetapi sebuah tangan menghampiri piring yang berisi Pisang goreng yang Syafitri buat dengan cepatnya makanan itu ludes habis tak tersisa. Syafitri menatapnya dengan kesal sambil mengomel akan tetapi dengan wajah tampa dosa Setyo malah ngomong pisangnya kurang manis.
mendengar itu Syafitri merasa kesal dengan omongannya kurang manis apanya ia menatapnya dan entah mengapa ia menangis tanpa sebab mungkin karna ia sedang mengandung jadi mudah sekali terbawa suasana.
*Kenapa kamu nangis?
Gak tau...
Oh..
Dasar....Berdosa sekali kamu kepada wanita yang cantik ini huhuhuhu*..
Mendengar itu Setyo tertawa geli bagaimana bisa seorang gadis bisa membuat nya bahagia walau dengan kata-kata konyol tersebut. Ia menghapus airmata itu ia mengerti bahwa wanita hamil akan lebih sensitif ketimbang biasanya.
Mereka menuju rumah sakit yang ada di kota karna kediamannya agak jauh dari rumah sakit. itu sebabnya Syafitri di larang menemui ibunya selain dengan dirinya mungkin ini waktunya ia memberikan waktu untuk Syafitri untuk bertemu ibunya dan melepas rindu setelah beberapa bulan diam di rumahnya.
Ketika memasuki rumah sakit terbesar di kawasan kota pasundan itu, semua orang memberikan salam hormat kepada Satrio seolah ia orang yang penting di sini Syafitri yang melihat itu hanya mengikuti dari belakang dan memperhatikannya ia menatap kepada orang yang memandangnya dengan pandangan aneh kepadanya.
Di lantai lima ruang ekslusif di rumah sakit itu Setyo menyuruh Syafitri masuk terlebih dahulu karna ia ada urusan sebentar, dan akan menemuinya satu jam lagi. Ia mengangguk dan langsung masuk dengan terburu-buru.
Ia tidak bisa menahan airmatanya ketika melihat ketiga orang yang ia rindukan selama beberapa kebelakang, ia langsung berjalan cepat dan menghambur memeluk ibu dan kedua adik nya. ia menangis Tersendu-sendu dan meminta maaf kepada mereka karna tidak berada di samping mereka.
__ADS_1
*Ibu maafkan aku
Jangan berkata begitu na, Seharusnya ibu yang harusnya minta maaf kepadamu.
Tidak bu!!! Syafitri sudah jadi anak yang durhaka kepada ibu
hus jangan ngomong sembarangan anak ibu gaada yang durhaka...
Nak
hmm
Selama ini kamu dimana? dan siapa pria baik itu nak?
Syafitri Selama ini baik-baik saja bu, Bahkan sangat baik. setelah kejadian itu Syafitri berada di rumah Pa Setyo Bos kita bu, Bos PT. Alaska Company. dan katanya dia sudah mengenal Syafitri dari semasa sekolah dulu.
Ti-tidak buk Fitri tidak di apa-apain
Bohong!!! itu mukamu merah kenapa?
engga bu.. sumpah
Yasudah kalau kamu tidak Apa-apa nak Ibu bersyukur mendengarnya. Apa bayimu baik-baik saja?
baik dia sangat baik di dalam sana*.
__ADS_1
Setyo memasuki bangsal rumah sakit Ia mendekati mereka sambil tersenyum hangat. Ia duduk di sebelah Syafitri dan berkata maksud nya membantu mereka karna dulu ia bertemu dengan ibu Syafitri hanya sebentar dan tidak bicara apa maksudnya ia melakukan ini.
Nak sebenarnya siapa kamu ini? kenapa kamu membantu kami selama ini. kami merasa bingung dan tidak enak.
*Maaf karna menunggu selama ini, mungkin banyak pertanyaan yang akan kalian ajukan kepada saya beberapa waktu kebelakang. Saya Setyo Bos perusahaan tenpat dulu ibu bekerja dan Syafitri.dan jujur saja saya melakukan Semua ini bukan untuk memanfaat kan kalian dan mengambil keuntungan dari kalian.
Saya sudah memperhatikan anak ibu bebarapa kali dan saya merasa tertarik dengannya karna dia adalah orang yang saya sukai dulu.
Ketika saya mendengar dia sudah mempunyai calon suami hati saya gundah bu, Akan tetapi saya selalu berharap bahwa dia adalah jodoh saya. dan finalnya padasaat insiden yang meninpa Syafitri dan membuatnya hamil jujur bu saya menolak karna setatus saya saat ini, Akan tetapi hati kecil saya berkata berlawanan bahwa mungkin ini jalan yang Tuhan berikan untuk memilikinya. Saya menguatkan hati dan fikiran saya untuk memutuskannya. dan hati kecil saya menyuruh saya untuk memperjuangkannya.
Dan pada waktu itu saya datang kerumah Kalian bermaksud untuk meminta Syafitri baik-baik akan tetapi pada saat itu warga sekitar mau mengusir kalian, Saya marah kepada mereka kenapa mereka melakukan semua itu hanya karna takut menjadi kesialan.
Saya membawa kalian ke sini dan memeriksa keadaan Syafitri, Ia mengalami guncangan mental dan saya memutuskan membawa nya ke rumah saya karna kata dokter ia harus berada di kawasan tanpa setres dan mentauh dari berbagai masalah.
Itu sebabnya Saya menemui mu bu tetapi saya pada saat itu ada urusan mendadak dan saya harus ke jerman pada waktu itu. Tapi setelah saya mendapat kabar bahwa kalian baik-baik saja saya merasa lega.
Nak entah kami harus mengucapkan apa untuk berterima kasih kepadamu, Kami tidak pinya apa-apa selain nyawa akan tetapi itupun tititipan.
Tidak bu jagan berterimakasih, Cukup ijinkan saya menjadikan putri mu untuk saya jaga dan bahagiakan unbtuk menemani saya sampai tua nanti.
Eh bu...bu kan begitu nak, apa kamu serius dengan ucapan mu Ibu kira kamu dulu bicara itu hanya bercanda.
Tidak bu saya tidak bercan da Saya serius dengan ucapan saya.
Tapi ibu tidak berhak untuk memutuskan sepenuh nya akan tetapi keputusan nya ada pada Syafitri karna dia yang akan menjalaninya*.
__ADS_1
Mendengar itu Setyo tersenyum semringah dan ia langsung melihat Syafitri, Syafitri menunduk dengan muka memerah karna menahan malu karna dipandang oleh nya. ia hanya mengangguk tanda setuju karna Setyo sudah berterusterang kepada ibunya dan ibunya telah menyetujuinya.
Setyo membawa mereka ke rumahnya yang didiyami nya dan Safitri dan akan membawa Syafitri Menemui Ibunya di rumah utama.