Akai No Hana

Akai No Hana
Chapter 11.


__ADS_3

“Aku Barosa, Kapten. Sebelumnya aku hanya memiliki nilai bounty sebesar 3,5 juta belly dan bajak laut yang kubuat ini bernama Bajak Laut Merpati. Kami sekarang akan berada di bawah kuasamu, Kapten Buggy,” seru Barosa dengan teriakan keras untuk memberitahukan awaknya siapa kapten yang baru.


“Ya... kalau begitu... aku akan membiarkan kalian tahu pemimpinmu yang baru. Gyahahaha... aku Buggy... kalian bisa memanggilku Kapten Buggy, nah tugas pertama kalian ubah jolly roger ini, ubah mirip denganku oke... secepatnya,” seru Buggy seraya duduk di atas pagar pembatas sambil memperhatikan setiap gerakan para awak kapal.


Setelah duduk lama di pagar pembatas seraya melihat lautan luas, datanglah salah satu awak kapal yang membawa Jolly Roger dengan bentuk baru yakni tengkorak dengan hidung berwarna merah. Buggy cukup suka dengan Jolly Roger itu lantas dia meminta awak itu untuk segera memasangnya.


Kapal itu cukup luas dan mampu menampung puluhan orang, kapal segera bergerak dengan kecepatan yang bagus, Buggy mengambil sebotol bir dan menenggaknya dan memanggil Barosa untuk masuk ke dalam ruangan kapten yang berada di bawah anjungan kapal.


“Barosa... motivasi dari setiap bajak laut untuk berlayar pastilah ingin mendapatkan harta karun dari Raja Bajak Laut, bukan?” ujar Buggy dengan nada penuh misteri dan senyumannya menambah kesan kemisterian ucapannya.


“Tentu saja, Kapten Buggy. Sebenarnya apa yang ingin Anda bicarakan? Kenapa memberi pertanyaan yang sudah jelas adanya.” Barosa merasa cukup aneh dengan pertanyaan yang Buggy ajukan, dia merasa jika ada sesuatu yang janggal di sini dan mulai menerka-nerkanya.


“Aish... itu hanya basa-basi saja... aku hanya akan mengatakan tujuanku dengan mengambil alih kapal dan bawahanmu. Bagaimana aku harus mengucapkannya... Ah, iya itu... Barosa, aku mengambil kapal ini untuk membentuk sebuah Bajak Laut Besar yang akan menandingi berbagai kekuatan dan menguasai berbagai tempat. Tapi... yang terpenting ialah... mencari harta kekayaan, Gyahahahaha....” seru Buggy sambil memutar belatinya dan menatap Barosa dengan tajam dan tersenyum lebar.

__ADS_1


“Lalu tujuanmu menguasai segala hal... bukankah kau terlalu serakah Kapten Buggy? Dilihat dari manapun itu terlalu berlebihan, bahkan saat ini kau hanya memiliki kami sebagai bawahanmu,” seru Barosa yang merasa ucapan Buggy terlalu besar dan terkesan angkuh.


“Gyahahaha... mungkin itu besar... tapi aku tidak ingin jadi Raja Bajak Laut lho.... Jadi, aku rasa itu tidak seserakah yang kau bilang, Barosa. Tapi, ucapanmu memanglah tidak salah terutama kalimat terakhirmu itu memang yang paling benar, jadi aku akan mencari dan menaklukkan Bajak Laut lain.” Buggy tertawa lebar, segera dia bertanya juga tentang arah mana yang mereka tuju saat ini.


Barosa memberitahu Buggy, jika sang Navigator kapal mengarahkan kapalnya menuju sebuah pulau kecil untuk mengisi ulang seluruh persediaan sebelum melanjutkan perjalanan menuju pulau yang lebih besar lagi, pulau yang akan mereka tuju setelah pulau kecil ialah Pulau Hacua. Sebuah pulau yang indah dan menjadi salah satu destinasi para pelayar untuk berlabuh dan tinggal sejenak disana.


Mereka berlayar lebih dari 2 hari untuk tiba di pulau kecil itu dan selama mereka berlayar mereka tidak menemui hambatan apapun, saat tiba di pulau kecil dan tak bernama itu mereka segera mengisi persediaan makanan. Dimulai dengan mencari hewan liar, mengambil buah-buahan, dan memancing.


Mereka menetap di pulau kecil itu selama satu minggu dan mereka menerima pelatihan fisik dari Buggy, para awak kapal berlari mengelilingi pulau setiap pagi dan bertarung dengan Buggy di sore hari sedangkan Barosa terus dilatih untuk bertarung dengan Buggy dalam situasi hidup dan mati.


Barosa dilatih dengan sangat kejam oleh Buggy, tidak mengenal rasa lelah, dia terus ditempa siang dan malam selama satu minggu penuh dan Buggy sama sekali tidak menggunakan kemampuan khususnya, dia hanya mengandalkan kekuatan murni untuk menghajar Barosa selama satu minggu penuh.


“Ketahanan tubuhmu di atas orang rata-rata, Barosa. Itu sangatlah bagus dan bisa kau jadikan sebagai salah satu senjatamu, aku akan mengajarimu cara menggunakan Busho-shoku Haki saat tiba waktunya, kau harus memperkuat fondasimu dulu. Gyahahaha... betapa nostalgianya...” seru Buggy saat melihat Barosa yang terkapar tak berdaya setelah menerima pelatihan.

__ADS_1


Pelatihan yang mereka lakukan tidaklah serampangan dan acak namun memiliki manfaat yang besar dan mulai mereka rasakan saat berlayar meninggalkan pulau, dimana mereka merasakan sedikit peningkatan pada fisiknya yang semula mudah lelah menjadi tidak mudah lelah seperti sebelumnya.


Setelah satu minggu lamanya berlatih di pulau kecil tak bernama yang penuh dengan pohon buah dan hewan liar dengan hutan yang masih asri dan ada sebuah danau di tengah-tengah pulau, mereka segera berlayar.


Mereka berlayar dengan penuh semangat, di kapal mereka bergiliran mendapat pelatihan fisik dari Buggy, mereka digembleng tanpa henti hingga ambang batas, Barosa juga tidak bebas dia terus dihadapkan dengan pelatihan yang lebih kejam dari awak biasa, walau begitu mereka melakukannya dengan baik.


Di kapal sendiri memiliki beberapa awak yang pandai memasak dan di malam hari, setelah di pagi dan siang mereka mati-matian di tempa, di malam hari mereka bebas melakukan apapun dan kapal tetap berlayar semestinya.


Beberapa hari berlayar akhirnya mereka melihat sebuah kapal yang bergerak cepat menuju ke arah mereka dan layar yang berkembang di kapal itu memiliki lambang Marine, Barosa segera memberitahukan hal ini pada Buggy.


“Kapten... Kapten... di depan kita ada kapal Marine, dan... itu kapal milik Kapten Marjuan. Apa yang harus kita lakukan, Kapten,” ujar Barosa dengan tergesa-gesa dan gugup setelah masuk ke dalam ruangan Kapten.


“Gyahahaha... akhirnya... hari-hari yang membosankan ini akan berlalu, Barosa... persiapkan mereka... kita akan berperang.” Buggy tertawa dengan sangat lebar, dia bosan dalam beberapa hari karena tidak melakukan hal yang menyenangkan.

__ADS_1


__ADS_2