Akai No Hana

Akai No Hana
Chapter 2.


__ADS_3

Selama satu tahun Buggy memiliki kehidupan yang nyaman tanpa ada gangguan dari marinir, dia sangat menyukai keadaan saat ini namun hasratnya akan harta memunculkan kembali semangat petualangnya, tapi dia merasa jika ini bukan waktu yang tepat untuk kembali berlayar. Buggy kembali menanam sayuran dan kemudian dia berlatih pernafasan.


“Buggy, apakah ada sayuran segar untuk hari ini. Rumah makanku kehabisan sayuran nih, tolong sisakan sayuran segar untukku ya.” seorang penduduk wanita dengan pakaian normal mendatangi rumah buggy dan ingin membeli sayuran yang dia tanam.


“Baik, nona Joan aku akan mengirimnya nanti. Seperti biasa kan." menghentikan kegiatannya sejenak Buggy menanyakan sayuran yang dipesan oleh Joan pemilik rumah makan di pulau ini.


“Iya, seperti biasa Buggy. Berikan yang segar-segar atau lihat saja nanti." Jjoan mengatakannya dengan nada bercanda “Iya, nona Joan.”


Setelah melihat joan meninggalkan kebunnya Buggy mulai mengayunkan cangkulnya dengan gerakan seperti mengayunkan sebuah pedang.


Selama lebih dari 6 jam Buggy membersihkan kebun dan menanaminya kembali. Buggy mengingat 10 tahun perjalanannya setelah kematian kapten Roger.


Mengingat bagaimana dia mengembara dan memperkuat dirinya dengan berlatih pedang serta penggunaan senjata lainnya hingga dia dapat menciptakan sebuah bom yang dia beri nama Bugyy-dama.


Mencoba menguasai kekuatan buah iblis hingga kini dia mampu dengan mudah mengendalikannya meskipun dia merasa masih mampu mengembangkannya.


Menatap langit berwarna merah bercampur warna oranye, buggy mulai merencanakan masa depannya dia tetap ingin bertualang untuk mengumpulkan harta dan pastinya dia ingin memiliki kekuasaan.

__ADS_1


Tiga tahun kemudian kejadian paling menggemparkan muncul di pulau yang Buggy tinggali. Sekelompok bajak laut menampakkan kakinya ke pulau ini dan mulai menjarah desa serta melakukan kekacauan, pembunuhan dan pemerkosaan dilakukan.


Buggy yang melihat adanya bunyi kegaduhan dari desa segera lari menuju pusat desa untuk melihat keadaan di sana.


Ketika buggy sampai di pusat desa dia melihat sekelompok bajak laut yang akan memperkosa penduduk desa, buggy geram melihat sosok yang dia kenal akan diperkosa oleh bajak laut , dengan sigap Buggy melempar pisau yang dia bawa sedari tadi. Dengan akurasi yang tinggi pisau yang buggy lempar dengan tepat mengenai kepala perompak.


Melihat kawannya jatuh bersimbah darah kelompok perompak geram dan menyerang Buggy sambil berteriak dengan buas. Buggy dikepung delapan orang perompak, dia menggaruk-garuk kepalanya dan mengatakan sesuatu pada kelompok perompak itu.


“Aiih... sudahlah tenang kawan... tenanglah tidak usah berkelahi..... lebih baik kita duduk dan minum saja ok.”


“Berani sekali berbicara seperti itu setelah membunuh kawan kami, apa kamu tidak tahu siapa kami huh.” dengan mata melotot dan suara keras


“Huh... beraninya.....” sebelum perompak itu selesai berbicara sebuah pisau melayang dan menusuk ke tenggorokannya. Melihat Buggy membunuh salah satu dari mereka, sisa dari perompak yang mengepung langsung menyerang buggy.


Buggy menghindari pedang yang mengarah ke kepalanya dan membalasnya dengan menendang perut , perompak itu terhempas ke belakang tak sadarkan diri.


“Aaah.. bosan... “ buggy bergerak dan menyerang sisa perompak, menendang perut , bahu , kepala lalu melemparkan pisaunya, dengan mudahnya buggy merobohkan perompak – perompak itu.

__ADS_1


Setelah Buggy menolong wanita yang terbaring di tanah dengan tampang terkejutnya, dia lari untuk melihat kapten dari bajak laut ini dan akan mengalahkannya siapa tahu dia bisa mendapatkan uang dari bounty yang dimiliki kapten bajak laut ini.


Melihat kekacauan di depannya Buggy merasa marah, meskipun dia seorang bajak laut dia memiliki keterikatan dengan para penduduk di desa ini . tanpa berbicara Buggy melemparkan semua pisau yang dia bawa dan mengarahkannya pada para perompak, enam tubuh perompak jatuh dikala Buggy melemparkan pisaunya.


Buggy lari, menendang salah satu perompak . menendang perompak kedua tepat di dagunya dan dia menendang sebuah angin, tendangan ini dia lakukan untuk mengirimkan sebuah bom yang dia biat dan dia simpan cukup lama.


“ Buggy- Dama. Hehehe ini hanyalah petasan kalian akan menikmatinya.” Dengan bercanda dan tampang mengejeknya Buggy mengirimkan Buggy-Dama ke para perompak. Lalu muncullah ledakan yang menghempas dan membunuh para perompak.


Kapten bajak laut memandang bawahannya yang jatuh tersungkur dan kehilangan kesadaran geram. Membawa satu pistol dan memiliki tinggi hampir tiga meter kapten bajak laut menembaki Buggy terus menerus tanpa henti.


“Oi..... jangan menembak tidak lihat apa ada sosok tampan ini.” Buggy menghindari setiap peluru yang mengarah pada tubuhnya, salah satu peluru hampir mengenai kepalanya namun Buggy hanya melepaskan kepalanya dan memegangnya.


“Sudah kubilang jangan menembakku..... “ ujar Buggy sambil tersenyum mengejek mata yang melengkung ke atas dan sunggingan senyum mengejeknya membuat Kapten Bajak Laut itu semakin marah.


“Sialan... dasar badut..... hidung merah... beraninya meremehkan aku .... “ sebelum kapten bajak laut itu selesai berbicara, Buggy telah berada disampingnya dan mengayunkan pisaunya ke arah leher kapten bajak laut itu.


“Jangan pernah memanggilku hidung merah... atau kalian mati.” Sembari mengucapkan kalimat itu dia mengancam sisa dari kru bajak laut ini.

__ADS_1


Sisa kru hanya diam ketakutan mereka tidak mengira jika kapten yang mereka takuti terbunuh begitu mudahnya oleh seorang badut.


"Jika aku ingin pergi berlayar maka aku perlu kapal dan awak tentunya, tapi aku harus mencari Rayleigh-san dulu untuk mempelajari Haki. Yah... aku harap dia masih ada di pulau itu. Meskipun aku sudah mengerti sedikit tentang haki dari penjelasan Rayleigh-san , namun aku belum mempelajarinya. Baiklah ini akan jadi perjalanan yang menarik." Buggy memikirkan Rayleigh.


__ADS_2