
“Kapten... arah barat laut ada sebuah kapal bajak laut dengan Jolly Roger yang baru,” ujar seorang prajurit dari geladak utama pada Kapten Marjuan yang berada di Anjungan kapal, lalu sebuah suara yang dalam datang dari Kapten Marjuan, “Apa perlu aku berteriak... itu adalah tugas kalian untuk menghancurkan para bajak laut sialan itu.”
Para prajurit segera masuk ke dalam posisi mereka, membawa sebuah senapan dan beberapa di antara mereka mulai mempersiapkan meriam. Seluruh meriam diarahkan dengan akurat menuju kapal Buggy. Kapten Marjuan juga ikut serta berada di geladak utama kapal, dia membawa kapak besar.
Jarak antara dua kapal semakin dekat dan Buggy beserta awak kapalnya juga telah siap untuk melakukan sebuah serangan, mereka menyiapkan beberapa meriam dan menembakkan meriam ke arah kapal Marine. Empat meriam diaktifkan di waktu yang sama, dari pihak Marine sendiri juga menembakkan meriam.
Tembakan meriam tidak memenuhi target dan meleset, beberapa bola besi juga dihancurkan oleh kedua belah pihak. Kedua kapal terus mempersempit jarak dan akhirnya berbenturan, Buggy segera masuk ke kapal marine, dia menggunakan kemampuan khususnya untuk membelah tubuhnya.
Dengan Bara-bara no Teleport, Buggy berhasil masuk ke dalam Kapal Marine dan tanpa menunggu bawahannya, dia menyerang para prajurit. Hanya dengan kemampuan fisiknya saja banyak prajurit yang jatuh bersimbah darah, senapan yang mereka pegang sama sekali tidak berfungsi.
Buggy bergerak dengan lincah, dia melompat dan mengayunkan belatinya dengan gesit. Para prajurit jatuh satu per satu setiap kali Buggy mengayunkan belatinya. Dia tidak berhenti meski telah terkepung, Buggy terus bergerak menghindari peluru yang mengarah padanya dan menyerang para prajurit dengan melempar belatinya.
Barosa dan 30 awak kapal masuk ke dalam kapal Marine, mereka berteriak dan mengayunkan pedangnya, mereka menyerang setiap prajurit yang menghalanginya. Barosa bergerak leluasa di dalam kapal, dia mengayunkan pedangnya sampai membuat para prajurit menghindarinya, lantas Kapten Marjuan mengambil tindakan dengan mengarahkan senjatanya ke Barosa.
__ADS_1
Barosa menggunakan salah satu prajurit sebagai perisainya saat Kapten Marjuan mengayunkan senjatanya, prajurit itu mati dengan sebuah luka bekas sabetan sebuah kapak, Barosa bergegas memberikan sebuah serangan pada Kapten Marjuan begitu prajurit yang ia gunakan jatuh ke geladak.
Kapten Marjuan menghindari serangan dengan memiringkan tubuhnya lantas mengayunkan kapaknya, Barosa menahannya lalu menendang Kapten Marjuan. Dia mengayunkan pedangnya begitu Kapten Marjuan terdorong, kekuatannya cukup membuat Kapten Marjuan merasakan bahaya.
Kapten Marjuan terus menghindari serangan Barosa dan dia dengan gusar menghindari setiap ayunan pedang yang secepat kilat dari Barosa. Empat gerakan ayunan pedang Barosa layangkan, setiap ayunannya mendesak Kapten Marjuan dan membuat Kapten Barosa terus mundur hingga menabrak dinding.
Saat akan memberikan serangan terakhir, Barosa dihadang oleh beberapa prajurit yang memiliki keterampilan lebih baik daripada prajurit biasa. Saat Kapten Marjuan hendak menyerang Barosa yang dikerumuni para prajurit, Buggy melemparkan belatinya dengan cepat dan secara akurat masuk ke dalam kaki Kapten Marjuan.
Para prajurit tersentak diam saat melihat pimpinannya jatuh dengan lemah dan mengucurkan darah dari kepalanya, Barosa memanfaatkan kesempatan itu untuk menebas para prajurit yang mengerumuninya. Buggy tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung memerintahkan seluruh awak kapal untuk tidak menyisakan satu prajurit pun.
Selepas itu, Buggy meminta para bawahannya untuk mengambil seluruh senjata dan persediaan kapal, dan menjarah segala hal yang bernilai termasuk meriam dan pelurunya. Buggy mengambil mantel yang dikenakan Kapten Marjuan, sebuah mantel yang menunjukkan identitas seorang Marine. Buggy mengambilnya karena memiliki desain yang bagus dan cocok dengan dirinya, tak luput dirinya juga mengambil topi sang kapten.
Saat kembali ke kapalnya, Buggy merasa jika bawahannya berkurang dan saat dirinya menghitungnya, dia merasa sangat kesal karena kehilangan 10 bawahan dan mereka hanya berjumlah 20 saja sekarang.
__ADS_1
“Apa saja yang kita dapatkan, Barosa?” tanya Buggy yang penasaran dengan hasil jarahannya, Barosa pun membalas pertanyaan Buggy dengan gembira, “Kapten... kita mendapatkan persediaan makanan untuk 1 bulan penuh termasuk bir dan Wine, lalu senjata dingin seperti pedang dan kapak, senjata api standar yakni Musket.
Musket sendiri telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat digunakan terus menerus, tidak hanya satu kali saja. Selain itu mereka juga mengambil Grape Shot, isi dari meriam yang mereka gunakan yakni Carronade.
Mereka juga menemukan beberapa harta yang cukup banyak dengan jumlah hampir 2 juta belly, tidak hanya itu mereka juga mengambil poster para bajak laut dan buronan dengan berbagai macam bounty, Buggy sangat senang dengan seluruh keuntungan ini dan mereka segera berlayar menuju Pulau selanjutnya untuk mendapatkan awak kapal baru.
Buggy sendiri berharap agar mereka bertemu sebuah kelompok Bajak Laut sehingga dirinya dapat menyerap awak kapal di kelompok itu dan mendapatkan uang dari bounty yang dimiliki sang kapten.
Berlayar selama dua hari penuh di lautan, sama sekali belum terlihat sebuah kapal atau pun pulau, dalam mengisi kekosongan waktu, Buggy kembali melatih bawahannya secara bergiliran dan terus berlayar. Latihan yang Buggy berikan sangatlah sulit dan kejam, mereka tidak diberi waktu beristirahat setelah berlatih seharian penuh dan langsung melanjutkan pekerjaan mereka.
Setelah berlayar hampir satu minggu penuh, akhirnya mereka tiba di sebuah pulau yang berpenduduk dan di pulau itu cukup banyak kapal yang berlabuh dan memiliki Jolly Roger, Buggy melihat setiap Jolly Roger yang ada dan mencari di poster yang sebelumnya dia ambil, Buggy ingin menemukan kelompok Bajak Laut dengan Bounty yang tinggi.
“ Tidak... bukan yang ini, tidak... tidak... mereka terlalu murah, hanya berada dalam kisaran 5-10 juta belly, tidak adakah yang lebih tinggi dari ini. Sialan... mengapa hanya sosok lemah seperti ini yang berada di sini, bagaimana aku dapat meningkatkan bawahanku jika semua yang kuambil hanya sampah?” gumam Buggy yang terus membolak-balikkan poster bajak laut.
__ADS_1