
“ Apa kau bercanda Barthezi, Jangan mempermainkan nyawamu lho... lebih tuluslah, berapa?” Buggy merasa dipermainkan setelah mendengar kutipan uang dari Barthezi, dia berada di ambang batas kemarahannya.
“ Ahm.... bagaimana kalau satu jt beri, itu sudah tulus. Biarkan aku pergi dan kamu akan mendapatkan uangnya.” masih mencoba untuk membujuk Buggy , namun sayang Buggy telah memutuskan untuk mengirim Barthezi ke marine dan mendapat kompensasi bountynya yang berkisar dia angka 7 jt belly.
“ Gyahahaha.... kamu tidak tulus jadi pergilah.” setelah selesai mengucapkannya pisau Buggy dengan cepat mengiris kepala Barthezi. Dengan kejadian di depan mata sisa anak buah Barthezi langsung meninggalkan restoran tanpa ada yang melihat kaptennya lagi, sedangkan untuk pemilik restoran masih mengenakan ekspresi yang sama acuh tak acuh melihat kelakuan Buggy.
“ Berikan aku makanan.... hidangkan saja apa yang kamu miliki,” ujar Buggy sambil melirik pemilik restoran. Setelah memesan makanan Buggy memilih salah satu meja yang terletak dekat pintu keluar tak lupa dia menyeret mayat Barthezi yang nantinya akan dia uangkan.
Hanya dalam waktu singkat beberapa makanan keluar dari dapur restoran, mencium bau harum makanan membuat perut Buggy bersuara dengan keras. Hidangan terdiri dari daging, sayuran dan sup. Tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan seluruh hidangan lalu Buggy membayar tagihan sambil bertanya tempat untuk berjudi di pulau cork ini.
Setelah mengetahui lokasi dari rumah perjudian Buggy kembali ke kapal terlebih dahulu untuk meninggalkan mayat Barthezi, dan dia melanjutkan pergi ke rumah perjudian berharap dapat bertemu dengan Rayleigh.
Terlihat kerumunan orang berada di luar rumah perjudian, dan terlihat ada bentrokan diantara mereka. Buggy segera masuk ke dalam rumah perjudian, di dalam rumah hanya ada suara marah dan frustrasi. Namun dari seluruh tempat hanya ada satu meja yang menarik perhatiannya, di mana di meja tersebut ada sosok yang dia cari.
__ADS_1
Buggy berjalan mendekatinya dan dia menyenggol beberapa orang yang tengah berlalu lalang mencari meja judi. Salah satu orang yang disenggol Buggy merasa geram dan dia melemparkan tinjunya sayangnya Buggy menghindari dan mengabaikannya.
Segera Buggy tiba di meja tempat Rayleigh bermain dan dia memperhatikan Rayleigh yang serius saat dia bermain dan dalam sekejap mata Rayleigh menjadi marah karena kalah dalam bermain dan dia kehilangan cukup banyak uang.
“ Yo.. kakek, lebih baik anda sudahi saja permainan ini. Ini terlalu berlebihan bukan jika aku sampai membuatmu kehilangan seluruh uangmu,” ujar penjudi di depan Rayleigh , dia mengingatkan Rayleigh untuk menyudahi permainannya saat melihat Rayleigh hendak mengeluarkan sisa uangnya.
“ Kamu meremehkan kemampuanku, Tch... Tch... lebih baik kita buktikan saja di permainan selanjutnya. Aku pasti akan mengambil kembali uangku.... ayo lakukan.” Rayleigh tidak mengindahkan peringatan dari penjudi di depannya dan memilih untuk melanjutkan permainannya sambil menikmati alkohol di tangannya.
“ Lihat kan kakek lebih baik kamu pulang dan istirahat dan jangan kembali kesini lagi atau seluruh kekayaanmu akan hilang.” Penjudi di depannya membujuk Rayleigh untuk meninggalkan mejanya dan memintanya untuk pulang.
“Tch... kamu hanya beruntung saja, haish... uangku habis lagi lebih baik cari lagi saja hahahahaha.” Rayleigh tidak memikirkan perkataan Penjudi di depannya dan memilih untuk minum alkoholnya kembali sambil berjalan meninggalkan meja judi.
“ Rayleigh-san lama tidak bertemu.” Buggy menyapa Rayleigh yang akan meninggalkan meja judi, dia tidak percaya jika ketidakberuntungan Rayleigh terhadap judi masih sama seperti dulu dan tidak mengalami sedikit pun peningkatan.
__ADS_1
Mendengar suara yang familier dari belakangnya , segera saja Rayleigh mengetahui jika orang yang berbicara dengannya adalah Buggy setelah dia menoleh ke belakang dia memastikannya, melihat kondisi Buggy yang segar dan tampak sehat, wajah Rayleigh menunjukkan senyuman cerah. Dia tidak menyangka jika dia akan bertemu Buggy kembali setelah sekian tahun tidak melihatnya.
“ Buggy.... hahahaha lama sekali tak bertemu dan kamu telah menjadi pemuda yang gagah terlihat berbeda dengan dulu.” dengan nada bercanda, Rayleigh membalas sapaan Buggy. Bocah penakut yang selalu bersembunyi di balik punggungnya kini telah berubah menjadi pemuda yang cukup gagah.
“ Tidak ada yang berubah Rayleigh-san. Aku masih tidak sekuat Anda Gyahahahaha.... Rayleigh-san langsung saja aku membutuhkan bantuanmu.” Buggy tidak ingin menunda waktu lebih lama lagi sehingga dia langsung mengutarakan tujuannya menemui Rayleigh.
“ Oh.... bantuan seperti apa Buggy, jarang sekali kamu meminta hal seperti ini dulu. Jangan bilang kamu ingin aku membantumu untuk mendapatkan harta karun bukan, itu sama sekali tidak menarik perhatianku Buggy." Rayleigh menebak permintaan dari Buggy, dan dia menebak jika Buggy ingin bantuannya untuk mendapatkan harta karun sesuai dengan sifatnya yang haus akan harta karun.
“ Gyahahaha.... tidak Rayleigh-san, kalau itu aku bisa mencarinya sendiri. Aku mencarimu untuk membantuku berlatih tentang haki Rayleigh-san. Memang dulu Kamu ingin mengajariku tentang Haki namun aku menolaknya karena mencari harta karun lebih penting daripada berlatih". mengingat masa lalu dimana dia akan diajari haki oleh Rayleigh namun menolaknya, Buggy hanya bisa tersenyum masam saat menceritakannya kembali.
“Lalu.... apa alasanmu ingin mempelajari Haki Buggy, bukankan kamu hanya ingin mendapatkan harta karun saja dan tidak terlalu tertarik dengan ini." Rayleigh cukup terkejut dengan permintaan Buggy, dia tidak mengira jika orang seperti Buggy yang mementingkan harta karun dibanding yang lain akan mengajukan permintaan seperti ini sehingga memicu rasa penasaran Rayleigh akan alasan Buggy.
“ Begini Rayleigh-san , setelah mengalami kepahitan dikejar-kejar marinir aku merasa dengan kekuatanku saat ini akan sangat sulit menghadapi mereka dan tujuanku untuk mencari harta karun akan selalu dihalangi. Tapi semua itu akan berbeda jika aku mampu memahami Haki, aku pasti bisa mengarungi lautan mencari harta karun dengan tenang Rayleig-san,” ucap Buggy dengan jelas.
__ADS_1