
Berlayar sambil melatih Kenbunshoku Haki, Buggy mulai menunjukkan sedikit peningkatan. Setelah beberapa hari berlayar mereka tiba di pulau Rusukania, walaupun harus menghadapi Sea King, setiap Sea King yang menyerang kapal selalu dikalahkan Rayleigh.
Ketika kapal diserang Buggy selalu dalam pelatihan sehingga dia tidak tahu dengan kejadian-kejadian itu. Begitu tiba di Pulau Rusukania, Buggy memberikan pilihan pada setiap awak kapal dimana mereka diberi pilihan berupa tinggal untuk berlatih atau pergi untuk berlayar.
Mayoritas dari awak kapal memilih untuk meninggalkan Pulau Rusukania meski harus menempuh bahaya, mendengar suara mereka yang begitu bulat, Buggy tidak marah dan dia sedikit memiliki senyum masam di wajahnya.
Dengan suara yang sedikit serak dan parau Buggy berkata, “Ya... mau bagaimana lagi... ini keputusan kalian, jika nanti kita dapat bertemu lagi... Aku akan membawa kalian lagi.” Mendengar Buggy mempersilahkan pergi, para awak kapal segera meninggalkan sebuah sekoci yang lengkap.
Pulau Rusukaina adalah sebuah pulau di Calm Belt yang berada di barat laut Amazon Lily. Ini adalah pulau yang keras yang memiliki empat puluh delapan musim yang berubah setiap minggu.
Saat mereka berdua tiba di sana, cuaca yang mereka rasakan sangat dingin namun tidak ada salju yang turun. Mereka bergegas untuk masuk ke dalam hutan dan masuk lebih dalam hingga mereka ada di pusat hutan.
Tak perlu menunggu waktu lama untuk Buggy kembali merasakan pelatihan keras yang Rayleigh berikan. Meski telah melewati pelatihan di kapal, Buggy masih belum bisa dengan sempurna menghindari setiap pukulan Rayleigh, dan dia berada dalam kondisi mata tertutup.
Semalam suntuk mereka berlatih dan kepala Buggy memiliki beberapa benjolan baru, dia tampak sangat menyedihkan. Mereka berdua rehat untuk memakan daging hasil tangkapan Rayleigh, dengan hanya dibakar saja tanpa dibumbui mereka berdua menghabiskan daging itu dengan lahap.
__ADS_1
“Buggy kau mengalami peningkatan kali ini, dari setiap 10 pukulan yang aku lancarkan, kau berhasil menghindari 5 dari 10 pukulan, meningkat 2 hindaran dari saat di kapal.” Rayleigh mengevaluasi kinerja Buggy dalam pelatihan hari ini sambil menggigit sepotong daging.
“Peningkatan apanya, Rayleigh-san. Aku masih terus menerima pukulanmu dan itu sangat menyakitkan... SIALAN!! Aggh... Rayleigh-san aku yakin, aku akan menghindari setiap pukulanmu besok.” Buggy dengan geram menyatakan keseriusannya.
“Ya... itu semangat yang bagus... aku menunggunya, Buggy. Tapi... hari ini saja kau terus menerus menerima pukulanku... apa itu tidak sakit,” seru Rayleigh dengan senyumnya yang lembut, dia melihat Buggy makan sambil sesekali memegang kepalanya.
Di malam hari mereka berdua tidur dengan tenang tanpa adanya gangguan dari hewan liar, namun beberapa kali semak-semak bergoyang dan deru angin di malam hari cukup mengganggu, tak heran jika ada beberapa hewan liar yang bersuara dan memberikan suasana mencekam.
Buggy terlelap dalam mimpi indahnya begitu juga Rayleigh hingga mereka terbangun ketika pagi telah tiba, namun pagi yang mereka temui tidaklah biasa dimana terasa sangat panas hingga membuat kulit mereka tampak di rebus. Buggy berkeringat dengan banyak, dan keringatnya membuat baju yang ia kenakan menjadi basah kuyup.
Rayleigh hanya tersenyum ketika menanggapi keluhan Buggy namun tangannya tidak berhenti untuk mengayunkan tongkat pemukul yang terbuat dari kayu. Sekali menghindar dan berlanjut dengan teriakan rasa sakit menjadi lantunan melodi yang terdengar dari pelatihan mereka.
Buggy terus berulang melatih tubuhnya dan refleksnya selama lebih dari tiga bulan, dan Buggy merasa dia mengalami peningkatan yang signifikan. Selama tiga bulan itu Buggy hanya melatih Kenbunshoku Haki dan belum memasuki Busho-shoku Haki.
Dalam kurun waktu tiga bulan Buggy telah merasakan berbagai cuaca ekstrem di pulau Rusukania, dimulai dari badai, cuaca yang sangat panas atau dingin, hujan es hingga petir yang terus menderu dengan sombong setiap waktu.
__ADS_1
Tubuh Buggy sendiri mengalami perubahan dengan otot yang lebih jelas dan membentuk tubuhnya menjadi lebih atletis. Buggy merasa pelatihannya dalam tiga bulan itu membuahkan hasil yang baik, dia mampu untuk menghindari seluruh pukulan Rayleigh hanya dalam waktu tiga bulan saja, dan dia masuk dalam pelatihan Busho-shoku Haki.
“Rayleigh-san, sekarang aku cukup mampu untuk menggunakan Kenbunshoku Haki bukan? Hahaha... jadi kita bisa masuk ke yang selanjutnya.” Buggy cukup yakin jika dia sudah bisa menggunakan Kenbunshoku Haki dan dia meminta untuk melakukan pelatihan selanjutnya.
Rayleigh hanya mengangguk dan menunjukkan tangannya kemudian dia memukul tangannya di udara namun dari arah kepalan tangannya sebuah pohon retak dan jatuh. “Ini adalah Busho-shoku Haki... lebih mudahnya semangatmu lah yang menjadi bahan bakar dari Haki ini, semakin kuat semangatmu maka akan semakin baik Hakimu. Tentu saja itu semua dilalui dari banyak pelatihan dan pertempuran.”
Dari jauh mereka berdua melihat seekor singa yang berukuran besar tengah berlari dengan sangat kencang, singa itu meraung dengan keras dan mengarahkan pandangannya pada Rayleigh. Singa itu berlari ke arah Rayleigh dan melihatnya sebagai mangsanya.
Rayleigh dengan mudah menghindarinya dan menahan cakaran singa itu dengan tangan kosong, bukannya tangan Rayleigh yang hancur melainkan cakar singa itu yang patah.
“Ya kaulah lihat Buggy... inilah kekuatan Busho-shoku Haki, Haki yang bisa menjadi perisai untuk melindungi tubuhmu bisa pula kau jadikan sebagai tombakmu... Haki ini sangat efektif ketika digunakan untuk melawan pemakan buah iblis tipe Logia.”
Buggy memulai pelatihannya dengan semangat yang menggebu-gebu, sayang semangat itu menghilang setelah dia berlatih selama satu minggu. Beberapa kali dia mengeluh dengan beratnya pelatihan itu hingga tubuhnya tak bisa ia gerakkan di malam hari akibat terlalu lelah.
Mereka terus berlatih siang dan malam setelah tubuh Buggy terbiasa dengan kerasnya pelatihan itu, beberapa kali Buggy harus memuntahkan darah karena tak kuasa menahan beban yang ia terima dan Rayleigh sama sekali tidak berbelas kasihan ketik melatihnya.
__ADS_1