
Buggy menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari kandidat lain yang akan ia bawa menjadi bawahannya, terus mencari tanpa henti, Buggy tidak dapat menemukan orang yang memiliki kemampuan hebat. Dari poster buronan pun hanya Tomonori saja yang menarik perhatiannya sedangkan yang lain terlalu biasa.
Dengan memperhatikan para bajak laut yang tengah berpesta ria bahkan ada yang merekrut anggota baru, Buggy jadi mengerti bagaimana lemahnya kelompoknya. Awalnya dia tidak ingin memperluas bawahannya karena kapal yang ia miliki masih berukuran kecil. Hanya dengan bantuan Barosa dan 30 awak kapal. Buggy mengamati kelompok bajak laut untuk mencari kandidat lain demi menambah kekuatannya.
Walaupun banyak dari mereka yang memiliki potensi untuk bertambah menjadi kuat, Buggy tidak tertarik dan dia kembali ke kapalnya untuk melanjutkan perjalanannya. Buggy tidak ingin terlalu lama berada di Pulau Danba, dirinya ingin segera berlayar untuk menemukan beberapa kelompok bajak laut yang lebih kuat dari miliknya.
Saat berada di dermaga kapal, Buggy melihat Barosa yang memerintahkan awak kapalnya untuk mengangkut persediaan pangan kapal, lantas Buggy masuk ke geladak kapal dan ke ruangannya untuk menentukan arah selanjutnya. Buggy bersama salah satu awak kapalnya yang mengetahui cara membaca peta dan menjadi navigatornya.
Di dalam ruangannya, mereka berdua terus berdiskusi hingga sebuah suara kegaduhan terdengar dari luar ruangan lalu Buggy pergi untuk melihatnya. Ketika dia berada di luar dan melihat penyebab kegaduhan, dirinya tersenyum lebar dan tidak khawatir karena penyebab kegaduhan adalah pertarungan antara Barosa dengan Tomonori.
Mereka berdua beradu senjata cukup lama dan di momen ini Buggy bisa mengetahui seberapa cakap mereka berdua. Barosa dengan pedangnya dan Tomonori yang hebat dalam menggunakan kapak sebagai senjata utamanya, mereka berdua terus bergumul dan menjadi pusat perhatian oleh penduduk yang berada di dermaga.
Buggy sendiri tidak memiliki niatan untuk melerai mereka dan terus mengamati sambil tertawa dan menenggak sebotol bir yang ditemani sepotong daging, makanan itu dibawa oleh salah satu awak kapalnya. Buggy sangat menikmati pertarungan mereka, sesekali dia mengubah pandangannya menjadi serius, bukan dirinya tidak menghargai mereka berdua namun dari pertarungan ini dia mulai memikirkan posisi yang akan dimiliki Barosa dan Tomonori. Kecepatan Tomonori lebih baik dari Barosa namun kekuatannya berada di bawah Barosa, begitu pertarungan menjadi semakin tidak terkendali, Buggy pun melerai mereka.
__ADS_1
“Sungguh penampilan yang bagus, kalian berdua cocok untuk menjadi seorang kapten tapi kalian tidak akan bisa menandingiku... Hahahaha... kalau begitu kalian sudahi perkelahian ini dan masuk ke geladak kapal karena kita akan berlayar hari ini,” seru Buggy sambil membanggakan kekuatannya.
Barosa langsung masuk ke kapal meninggalkan Tomonori sendiri, dia tidak memikirkan perkataan Buggy karena memang itulah kenyataannya, di samping itu dirinya merenungkan kekuatan yang ditunjukkan Tomonori. Barosa yakin jika pertarungan terus dilanjutkan kemungkinan dia memenangkan pertarungan itu sangat kecil karena dia tidak bisa mengimbangi kecepatan Tomonori.
“Bagaimana denganmu, Tomonori? Apa kau sudah memutuskan untuk bergabung denganku atau kau kemari untuk membalaskan dendam bawahanmu? Jika kau memutuskan bergabung... cepatlah naik karena kami akan meninggalkan pulau ini,” seru Buggy yang mempertanyakan keputusan Tomonori. Dia tidak yakin akan keputusan apa yang Tomonori buat setelah melihat pertarungannya dengan Barosa.
Tomonori membisu, dia tidak memberikan respons pada pertanyaan yang Buggy ajukan dan dirinya langsung melompat masuk ke kapal, tatapannya masih tidak ramah ketika melihat Buggy ataupun Barosa. Dirinya merasa jika mereka berdua adalah lawan yang patut untuk diperhitungkan terutama Buggy, dia merasa tidak bisa mengalahkannya dengan cara apapun.
Perjalanan mereka terlalu tenang tanpa adanya rintangan berarti dan di hari-hari yang damai itu Buggy melanjutkan penelitiannya untuk menyempurnakan Buggy-dama dan terus berlatih untuk memperkuat tubuhnya. Berhari-hari tanpa adanya kejadian yang mengkhawatirkan, Buggy berhasil memperkuat Buggy-Damanya.
Dalam hari-hari yang damai itu Barosa dan Tomonori diajari haki oleh Buggy. Mereka dilatih untuk dapat menggunakan Busho-shoku Haki, dari pelatihan itu Barosa berkembang lebih cepat dari pada Tomonori, namun Buggy memaklumi hal ini, di samping itu Tomonori tidak kalah cepat dalam menyerap ajaran Buggy.
Mereka berdua terus memperdalam pengetahuan yang Buggy ajarkan selama kapal berlayar, berhari-hari mereka berlatih dan dari setiap pelatihan, mereka merasakan adanya perbedaan di dalam tubuh mereka terutama kekuatan. Selain mengajari dua orang tersebut, Buggy meminta para awak kapal untuk melakukan pergantian shift dalam menjaga kapal berlayar.
__ADS_1
Pergantian shift itu dibagi menjadi dua yakni siang dan malam, dimana semua itu mengalami rotasi sehingga setiap awak kapal dapat merasakan kedua waktu. Buggy heran dengan lautan yang sepi tanpa bertemu Angkatan Laut ataupun Bajak Laut, dia sangat berharap untuk bertemu dua kelompok itu dan menjarah mereka, dan yang paling ia harapkan adalah pertemuan dengan kelompok Bajak Laut yang memiliki nilai bounty yang tinggi.
Setelah melatih Barosa dan Tomonori, Buggy melepaskan rasa penatnya dengan menikmati sepotong daging, sayuran, dan segelas bir sambil memandangi pesona indah yang muncul dari perpaduan langit biru dengan awan yang meliuk-liuk serta lautan yang begitu biru dan murni.
“Humm... ini terlalu tenang dan aku menyukainya... sayangnya aku juga menikmati keramaian, dimana para keparat-keparat sialan itu berada. Mengapa tidak ada satu pun yang memperlihatkan batang hidungnya?” Buggy menggigit sepotong daging sambil menggerutu dengan kesal karena tidak dapat menemukan satu pun kelompok Bajak Laut.
Perjalanan yang tenang begitu membosankan untuk Buggy, beberapa kali dirinya hanya diam di ruangannya sambil membaca koran yang dijatuhkan oleh para bangau atau pembawa koran. Dari koran itulah Buggy dapat mengetahui berbagai informasi baru termasuk berita tentang penyebutan Shanks sebagai seorang Yonkou yang membuat dirinya menjadi marah.
Selain berita itu ada pula beberapa berita mengenai kebijakan Angkatan Laut dan yang paling menarik perhatiannya adalah informasi mengenai berbagai kelompok Bajak Laut yang mengacau di Grand Line, mereka begitu ganas dan mengacaukan dunia. Banyak dari mereka yang melakukan penjarahan dan berbagai kejahatan tak masuk akal yang membuat Angkatan laut menjadi geram.
Berita tentang kelompok Bajak Laut inilah yang membuat Buggy bersemangat, dirinya tak sabar untuk bertemu salah satu dari mereka untuk menghancurkannya dan mengambil kekayaan yang mereka miliki termasuk awak kapal.
NB: Marine... aku ganti jadi Angkatan Laut
__ADS_1