
Setelah satu tahun berlatih dengan Rayleigh tentang Busho-shoku Haki dan Kenbunshoku Haki, Buggy menguasainya dengan betul meski belum sekuat Rayleigh, dan dalam kurun waktu itu Rayleigh menemukan jika Buggy memiliki Haoushoku Haki yang tersembunyi sangat dalam di dirinya.
Haoushoku Haki itu Rayleigh temukan setelah melihat perubahan Buggy dimana dia mulai berani dan tidak sepengecut dahulu. Awalnya Rayleigh ingin menyudahi latihannya dengan Buggy karena telah melatihnya selama satu tahun penuh di Pulau Rusukania, namun melihat potensi Buggy yang mengejutkan membuat dirinya mengurungkan niat dan menambah waktunya untuk melatih Buggy lagi.
“Buggy... ouh... ini sangat mengejutkan... kau memiliki Haoushoku Haki meski itu masih sebuah percikan. Aku tidak menduga jika orang sepertimu akan memiliki Haki itu... ini akan menjadi hal yang baik setelah aku terjebak denganmu selama satu tahun ini.”
Buggy sendiri kaget mendengar kata-kata Rayleigh, dia tidak menyangka jika dirinya memiliki kekuatan seperti itu, “Hoi... Rayleigh-san jangan mengada-ada, bagaimana bisa aku memiliki kemampuan sebegitu besar? Oh.. dan perhatikan kata-katamu... Rayleigh-san, itu Melukaiku.”
“Ya... kau akan mengetahuinya segera Buggy, jadi kau akan melanjutkan pelatihan ini... tapi tenang saja, kali ini kau akan mengalami hal yang berbeda, Buggy.” Rayleigh menegaskan kembali pikirannya untuk melatih Buggy, dengan mantap dia menyuruh Buggy untuk mempersiapkan dirinya demi berlatih kembali.
Buggy diajari beberapa hal tentang Haoushoku Haki oleh Rayleigh selama 3 bulan penuh lalu dia ditinggalkan di Pulau Rusukania sendirian, saat sia sendiri di Pulau Rusukania, Buggy terus memperkuat ketiga haki yang telah ia pelajari, dan melatih kemampuan buah iblisnya.
__ADS_1
Buggy tidak terlalu memperhatikan penampilannya hingga dia melihatnya di danau, wajahnya penuh akan rambut, untung saja dia masih membawa belatinya. Segera dia membersihkan rambut yang memenuhi wajahnya, saat dia melihat kembali wajahnya yang sudah bersih dengan kumis dan janggut tipisnya, Buggy terlihat lebih tampan daripada saat dia mengenakan make up.
Di Pulau Rusukania, Buggy terus berlatih sampai-sampai tubuhnya mengalami perubahan drastis dan otot-ototnya berkembang dengan sangat baik. Di sana dia terus bertarung dengan kingkong, singa raksasa, buaya raksasa, beruang raksasa, bahkan hewan-hewan yang memiliki ukuran di kuar nalar terus menjadi lawannya bahkan menjadi santapannya.
Entah sudah berapa lama Buggy merasa menetap di pulau itu, dia sama sekali tidak mengetahui secuil berita pun dari luar pulau. Hanya berlatih siang dan malam melawan para hewanlah yabg menjadi ajang hiburan dirinya, dia juga melatih fisiknya dengan berlari mengelilingi pulau setiap harinya, sesekali dia menggunakan Bara-Bara no Teleport. Untuk melangkah lebih cepat saat menyusuri Pulau Rusukania.
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, saat cuaca dingin berada pada titik tertinggi, Buggy memutuskan untuk mencari sekoci yang dulu pernah ditinggalkan. Sebelum mencarinya, Buggy mempersiapkan bahan pangan yang akan ia bawa untuk berlayar dengan sekoci.
Membawa banyak buah-buahan dan daging yang telah ia asapi, Buggy mengambil sekoci yang berada di tempat dia bersandar dulu. Menghirup udara dalam-dalam, Buggy pasti akan merindukan pulau ini, hampir dua tahun lamanya dia berada di pulau ini dan terus memperkuat dirinya, beberapa kenangan terlintas di benaknya saat dia mendayung sekocinya pergi menuju lautan bebas
“Oh... apakah kau akan terus berlatih, Buggy. Hanya berlatih saja... kemampuanmu tidak akan berkembang,” ujar Rayleigh sambil menenggak sebotol bir.
__ADS_1
Buggy mendayung dengan kuat dan sekocinya bergerak dengan cepat. Dia terus mendayung dan mengawasi sekelilingnya berharap ada kapal yang lewat terutama kapal bajak laut. Dengan harapan seperti itu, Buggy terus mendayungnya dan sesekali mengambil rehat untuk menikmati manis dan asamnya buah yang ia bawa.
Sembari menggigit buah apel, Buggy melihat setiap sisi dari lautan luas. Di tengah-tengah lautan, Buggy melepaskan rasa lelahnya, tak jauh dari mata memandang, seekor Sea King terlihat bergerak ke arahnya. Dengan ukuran yang begitu besar, sekoci yang Buggy naiki terlihat sangat kecil.
“Oi... oi... oi... yang benar saja, kenapa ada Sea King yang kemari. Ah... sialan, aku tidak memiliki ruang untuk bergerak.” Buggy cukup khawatir karena ruang yang ia miliki untuk bergerak sangat terbatas, melihat kecepatan yang Sea King itu ambil, Buggy akan segera bertemu dengannya.
Buggy mengambil belati dan memegangnya seraya menggunakan Busho-shoku Haki, belati yang semula berwarna putih keperakan pun mulai berubah warna menjadi hitam legam, tangan Buggy juga ikut berubah menjadi warna itu.
Sea King itu semakin dekat dengan Buggy, dan memiliki kecepatan yang lebih cepat daripada sebuah kapal. Buggy awalnya khawatir namun dia segera menggunakan kemampuan buah iblis Bara-Bara no Mi untuk memisahkan bagian atas tubuhnya dengan bagian bawah.
Buggy terbang meski hanya bagian atas tubuhnya saja, sedangkan bagian bawah tubuhnya berada di sekoci dengan bahaya yang mengintai. Saat Sea King itu dekat dengan sekoci, Buggy langsung menebasnya dengan belati yang ada di kedua tangannya. Gerakan cepat dan rapi sehingga leher dari Sea King terbelah dari dua arah, Buggy segera kembali ke sekocinya dan meninggalkan Sea King yang mengapung di lautan lepas.
__ADS_1
Hari semakin gelap dan Buggy belum menemukan Pulau untuk berlabuh ataupun kapal yang berlayar, hanya ditemani malam dan buah, Buggy tidur di sekoci. Esok hari Buggy merasa segar setelah menghabiskan sepuluh potong buah segar dan dia terus mendayung untuk mencari sebuah pulau atau kapal yang berlayar.
Saat hari menjelang sore, akhirnya Buggy menemukan apa yang telah ia nanti-nanti untuk waktu yang sangat lama, sebuah kapal besar dengan meriam yang memiliki tiga laras berbentuk tabung, memiliki satu tiang penyangga yang besar dan beberapa penyangga lainnya. Saat layar itu berkibar dengan megah, Buggy menemukan kalau kapal yang berada di depannya itu milik Marine, setelah dia melihat lambang di layar kapal besar itu.